Hati-hati dalam memilih madu asli, jangan sampai manfaatnya tidak bisa terasa secara optimal karena kamu tertipu ketika membeli.

madu asli - Rumah123.com Salah satu ciri madu asli adalah warnanya yang keruh - Rumah123.com

Madu merupakan salah satu bahan makanan yang kerap dijadikan obat herbal.

Wajar saja, selain berguna untuk menjadi alternatif pengganti gula pasir karena rasanya yang manis, madu memiliki segudang manfaat kesehatan.

Cairan berwarna keemasan ini dipercaya mampu meningkatkan imun tubuh, meredakan batuk dan flu, mengurangi risiko penyakit jantung, mengurangi kadar kolesterol, bahkan hingga mencegah kanker.

Di tengah wabah virus corona seperti belakangan ini, masyarakat berbondong-bondong mencari vitamin maupun bahan makanan yang bisa meningkatkan imun tubuh.

Mulai dari vitamin kemasan, tanaman empon-empon, dan juga madu murni di antaranya.

Tak semua madu yang dijual di pasaran adalah madu asli

Tapi, kamu pun juga harus cermat sebagai pembeli. Tak semua madu yang beredar di pasaran adalah madu asli.

Tak sedikit orang menjual madu yang sudah dicampur dengan bahan lain seperti glukosa, dekstrosa, molasses, sirup gula, sirup jagung, pati, tepung, dan tambahan bahan lainnya.

Tujuannya adalah untuk mencari keuntungan lebih, karena madu murni memang cukup mahal harganya. 

Alih-alih menyehatkan, madu campuran tersebut malah bisa menimbulkan penyakit baru, seperti diabetes salah satunya.

Maka dari itu, sangat penting untuk mengetahui ciri-ciri madu asli agar kamu tak tertipu, dan supaya manfaatnya tetap terasa secara maksimal!

Ciri-ciri madu asli yang bisa diketahui sekali melihat

Sebenarnya, kamu bisa melihat perbedaan madu asli dan palsu hanya dengan mata telanjang saja. 

Gunakan cara ini ketika kamu hendak membeli madu dan ingin mengetes kemurniannya.

1. Memiliki warna yang keruh

Madu yang tampak bersih memang terlihat lebih meyakinkan. Tapi tahukah kamu bahwa madu murni memiliki warna yang keruh?

Warna keruh pada madu murni disebabkan oleh kandungan pollen dan bagian tubuh lebah. 

Namun, kadang ada juga madu murni yang memiliki warna jernih karena difilter berkali-kali.

Jika kamu mau merasakan manfaatnya secara optimal, pilih madu tanpa filter miniral sama sekali atau tanpa proses pasteurisasi. 

2. Tidak lengket

Madu asli cenderung tidak lengket karena tak memiliki campuran gula atau bahan tambahan di dalamnya.

Justru ketika terkena kulit, madu murni justru akan menyerap ke dalam kulit.

Jika terasa ada butiran yang tertinggal ketika madu terkena kulit, bisa dijamin madu tersebut adalah madu oplosan.

3. Memiliki tekstur kental

Tekstur madu murni sangat kental sehingga sangat sulit untuk digoyangkan.

Apabila madu bergerak dengan cepat ketika botol digoyangkan, bisa jadi madu tersebut memiliki campuran lain di dalamnya.

4. Mengalir dengan cepat

Biasanya, madu murni mengalir tanpa putus dan lapisannya menghilang dengan cepat ketika botol dibalik. 

Hal ini disebabkan kandungan airnya kurang dari 18%, bahkan mencapai 14%, sehingga tak akan mengalir secara terputus-putus.

Lain halnya dengan madu palsu yang kandungan airnya di atas 20%, ia akan mengalir terputus-putus.

Untuk mengetesnya, balikkan botol madu dengan suhu ruang. Jika gelembung udara naik dengan cepat, artinya kandungan air lebih banyak. 

Cara membedakan madu asli dan palsu

5. Tes air

Ketika dicampurkan ke dalam air, madu murni akan menjadi gumpalan dan mengendap di bagian bawah.

Tes dengan cara menuangkan satu sendok madu ke dalam gelas berisi air. 

Apabila madu mengendap, artinya itu adalah madu asli. Jika bercampur dengan air madu tersebut palsu.

6. Tes korek api

Ciri lain dari madu asli adalah sifatnya yang mudah terbakar. Lakukan tes dengan cara menyelupkan korek api ke dalam madu.

Lalu nyalakan korek seperti biasa. Apabila madu tersebut asli, maka korek akan dengan mudah terbakar.

Jika korek tersebut susah dinyalakan, artinya madu tersebut palsu karena mengandung air dan zat tambahan lain yang tidak murni.

7. Tes roti

Kamu juga bisa menggunakan roti untuk membedakan madu asli dan palsu.

Ambil roti tawar, tuangkan madu di atasnya. Apabila roti tawar berubah tekstur menjadi lebih keras, artinya madu yang dituangkan adalah madu asli.

Sedangkan jika madu tersebut palsu, madu akan menyerap ke dalam roti, dan membuat roti jadi basah.

8. Tes panas

Karena kandungan air di dalamnya, madu palsu akan memanas seperti air dan tidak mengalami perubahan tekstur ketika dipanaskan.

Lain halnya dengan madu murni yang teksturnya akan berubah menjadi karamel dan tidak berbusa. 

9. Tes kain dan kertas minyak

Cara selanjutnya adalah dengan menuangkan sesendok madu ke atas kain atau kertas minyak.

Madu palsu biasanya akan menembus kain dan kertas bahkan sampai meninggalkan noda. 

Sedangkan madu murni tak akan menembus kain atau pun kertas. Tak ada pula noda yang tertinggal.

Bagikan:
24592 kali