tips merapikan rumah Ilustrasi Rumah yang Rapi. Ada Delapan Tips yang Bisa Diterapkan di Rumah. Salah Satunya Adalah Berpikir Ulang Saat Membeli Barang Baru Agar Tidak Bertumpuk (Foto: Rumah123.com/Freepik.com)

Rumah selalu berantakan dan penuh dengan segala jenis barang. Saatnya kamu menerapkan delapan tips merapikan rumah mulai dari sekarang. 

Kamu dan pasangan pastinya sibuk dengan rutinitas pekerjaan sehari-hari. Saat akhir pekan, kamu juga disibukkan dengan kegiatan bersama keluarga. 

Jumlah barang di rumah biasanya terus bertambah. Kamu dan pasangan sering kali membeli barang baru. 

Anak-anak juga tidak jarang mulai malas untuk merapikan mainan, buku-buku pelajaran, baju, dan barang-barang lainnya. 

Rumah pun semakin penuh dengan barang-barang milik seluruh penghuni. Seluruh anggota keluarga jarang untuk merapikan dan membuang barang yang tidak perlu. 

Sementara asisten rumah tangga atau pembantu paling hanya merapikannya saja dan tidak berani membuang barang tidak perlu. 

Situs properti Rumah123.com memaparkan delapan tips merapikan rumah. Rumah123.com mengolahnya dari laman Realestate.com.au

1. Membuang dan Merapikan Pakaian Secara Rutin 

Pakaian menjadi barang yang paling banyak di rumah. Coba cek berapa jumlah kemeja, kaos, celana, jaket, hingga sepatu. 

Saat kamu melihat ke lemari pakaian, kamu bisa bertanya kepada diri sendiri. “Kapan kamu terakhir kali memakainya?” 

“Apakah pakaian itu masih muat? Apakah kamu masih menyukai pakaian itu? Apakah pakaian itu masih tren? 

Kalau tidak, kamu harus segera menyisihkan pakaian tersebut. Lakukan hal ini secara rutin. Kamu bisa menjualnya, menyumbangkannya, atau memanfaatkannya untuk lap. 

2. Merapikan dan Membuang Mainan Anak 

Kalau kamu memiliki anak, maka mainan anak termasuk barang-barang yang punya kontribusi besar bagi rumah yang berantakan. 

Saatnya untuk membenahi mainan anak, apalagi kalau anak-anak sudah beranjak besar atau remaja. 

Cara yang termudah adalah menyisihkan mainan yang masih bagus dan mainan yang suda rusak. Mainan yang sudah rusak, bisa langsung dibuang. 

Kalau ada mainan yang masih bagus, kamu bisa menyumbangkannya ke panti asuhan atau memberikannya kepada tetangga atau saudara, 

Hal yang sama bisa dilakukan untuk buku-buku anak. Mungkin anak masih mengoleksi buku cara mengeja atau belajar membaca yang sudah tidak dibutuhkan lagi. 

3. Berpikir Ulang Saat Membeli Barang 

Sebelum membeli barang, kamu seharusnya berpikir ulang apakah kamu membutuhkannya atau hanya akan menumpuk barang baru di rumah? 

Kalau kamu sudah memiliki peralatan rumah tangga seperti cangkir, buat apa kamu membeli beberapa cangkir lagi? 

Kamu harus memutuskan di mana tempat menyimpannya kecuali memang cangkir lama bisa dibuang atau telah rusak. 

Ada sejumlah orang yang memiliki prinsip saat membeli satu barang baru, maka satu barang lama harus disingkirkan. 

Hmm, saatnya kamu menerapkan perilaku serupa di rumah. Saat beli barang baru, keluarkan barang lama. 

4. Melibatkan Anggota Keluarga untuk Merapikan Rumah 

Saat kamu ingin merapikan dan membuang barang di rumah, jangan lupa untuk melibatkan anggota keluarga lainnya. 

Mereka akan memiliki kesamaan visi mengenai hal ini. Tidak hanya kamu saja yang berperan untuk merapikan rumah. 

Saat pasangan ingin membeli kemeja baru, dia sudah tahu kalau harus menyingkirkan satu kemeja lama. 

Begitu juga saat anak meminta mainan baru, maka ada mainan lama yang harus disumbangkan ke orang lain. 

5. Menciptakan “Keranjang Sampah”

Jika kamu belum memiliki “keranjang sampah” di rumah, maka saatnya kamu mempunyai hal tersebut. 

Tempat ini tidak hanya untuk menaruh barang-barang yang tidak lagi dipakai di rumah dan ingin disumbangkan. 

Tempat ini menjadi area untuk menaruh barang yang dipinjam dari orang lain. Misalnya kamu pernah meminjam barang dari mertua, orang tua, ipar, dan lainnya. 

Kalau kamu memiliki tempat ini, maka kamu akan menghemat waktu. Ada tempat khusus untuk barang yang memang tidak dibutuhkan lagi. 

6. Realistis Mengenai Barang Kenangan 

Setiap barang pastinya memiliki kenangan. Salah satunya gambar pertama yang dibuat anak saat mulai belajar menggambar. 

Kamu dan pasangan pastinya memiliki barang-barang yang dibeli saat masih sekolah atau kuliah. 

Kamu merasa sayang untuk membuang barang-barang tersebut lantaran ada kenangan yang melekat. 

Pastinya ada dilema. Tapi kamu harus berani untuk memutuskan barang mana yang harus dibuang, apalagi kalau barang tersebut sudah rusak. 

7. Merapikan Satu Tempat Saja Terlebih Dulu

Saat kamu ingin merapikan dan mengatur ulang barang-barang di rumah, kamu hanya perlu memulainya di satu tempat terlebih dahulu. 

Misalnya kamu memulai dari merapikan lemari pakaian. Kamu bisa menyortir pakaian yang dipakai, disumbangkan, atau dibuang. 

Jangan merapikan lemari pakaian pasangan dan juga anak secara bersamaan saat merapikan lemari pakaian kamu. 

Kamu akan lebih fokus saat merapikannya. Setelah itu, kamu bisa merapikan lemari pakaian anak di lain waktu. 

Untuk merapikan satu ruangan atau satu tempat, cukup lakukan pada satu hari saja sehingga kamu bisa memutuskan barang mana yang akan disimpan atau tidak.  

8. Merapikan Dokumen, Tagihan, dan Lainnya 

Mungkin kamu memiliki tagihan listrik, air, telepon, kartu kredit, dan lainnya. Segera untuk merapikannya dalam satu tempat. 

Begitu juga saat kamu berbelanja. Bisa jadi ada struk belanja dan juga struk kartu kredit atau debit. 

Saat ada barang-barang kecil di meja kerja, meja makan, rak buku, dan lainnya, kamu harus segera merapikannya. 

Jangan sampai menunda hingga barang-barang tersebut semakin banyak dan kamu bingung untuk menyimpannya.

Baca juga: Tips Bersih Rumah: Mengisi Liburan dengan Membersihkan dan Merapikan Rumah

Baca juga: 5 Langkah Mudah Membersihkan dan Merapikan Garasi

Bagikan:
1633 kali