Anang Ashanty

Pasangan selebriti Anang Ashanty nyaris tertipu saat jual rumah mewah mereka. Simak tips jual rumah agar tidak tertipu seperti pasangan ini. 

Anang Hermansyah Ashanty ternyata hampir ditipu oleh calon pembeli rumah mereka belum lama ini. 

Ashanty sempat membagikan kisahnya melalui akun media sosial Instagram mengenai kejadian tersebut. 

Pasangan ini memang ingin menjual rumah mewah mereka di Cinere, Depok, Jawa Barat senilai Rp30 miliar. 

Rumah Anang Ashanty ini dipasarkan melalui kantor agen properti Ray White dan masuk listing di situs properti Rumah123.com

Anang Ashanty sempat didatangi oleh pasangan suami istri yang mengaku berasal dari Jember dan keturunan Malaysia. 

Calon pembeli ini sempat mendatangi rumah mewah dan juga berbincang dengan Anang Ashanty. 

Saat itu, Ashanty mengaku senang lantaran rumah bisa terjual dan keluarganya bisa membeli rumah baru. 

Kebetulan, Anang Ashanty dan keluarganya sempat mendatangi rumah baru di kawasan Kemang, Jakarta Selatan. 

Calon pembeli sempat memaksa Ashanty untuk memperlihatkan surat kepemilikan rumah, namun Anang keberatan. 

Bahkan, calon pembeli ini ingin membeli rumah mewah tanpa menawar harga sehingga membuat Ashanty tertarik. 

Belakangan, Anang Ashanty akhirnya mengetahui kalau calon pembeli ini ternyata ingin menipu mereka. 

Calon pembeli ini sudah menipu banyak orang, salah satunya PMI (Palang Merah Indonesia) cabang Jember, Jawa Timur. 

Situs properti Rumah123.com akan menjelaskan sejumlah tips jual rumah agar tidak tertipu seperti Anang Ashanty. 

Anang Ashanty

Tips Jual Rumah Agar Tidak Tertipu Seperti Pasangan Anang Ashanty 

1. Menggunakan Agen Properti untuk Properti Kelas Premium 

Kalau ingin menjual rumah yang mahal, sebaiknya menggunakan agen properti karena segmen pembeli memang terbatas. 

Agen properti akan mencarikan calon pembeli yang memiliki dana untuk membeli rumah mewah. 

2. Tidak Harus Mencantumkan Informasi yang Lengkap 

Jangan pernah mencantumkan informasi terlalu lengkap jika ikut memasarkan rumah melalui media sosial atau marketplace

Berikan saja informasi umum mengenai rumah misalnya harga, luas, jumlah kamar, dan foto yang sesuai. 

3. Bertemu Langsung dengan Calon Pembeli 

Jika sudah ada calon pembeli, usahakan untuk bertemu langsung agar bisa menggali informasi mengenai calon pembeli, apalagi kalau belum pernah bertemu. 

Penjual bisa mencari tahu mengenai informasi mengenai latar belakang calon pembeli agar tidak tertipu. 

4. Mengecek Keseriusan Calon Pembeli 

Jika calon pembeli menyatakan serius namun belum melihat fisik rumah, penjual harus berhati-hati. 

Pembeli yang serius akan melihat kondisi fisik rumah terlebih dulu lantas mengecek dokumen kepemilikan rumah. 

5. Tidak Langsung Menunjukkan Surat Kepemilikan Properti 

Setelah melihat rumah, calon pembeli yang serius biasanya ingin melihat dokumen kepemilikan rumah. 

Penjual cukup mengirimkan atau memperlihatkan fotokopinya saja kecuali rumah memang sudah dibayar lunas. 

6. Meminta Uang Muka Terlebih Dahulu 

Penjual harus meminta uang muka terlebih dahulu untuk mengetahui keseriusan calon pembeli rumah. 

Penipu biasanya mengelak saat diminta untuk menyerahkan uang muka lantaran memang tidak memilikinya. 

7. Mengecek Dana Calon Pembeli 

Sebelum pembeli melunasi pembayaran rumah, minta terlebih dulu rekening calon pembeli untuk mengetahui dana yang dimiliki. 

Notaris dari pihak penjual rumah biasanya yang akan mengecek ke perbankan mengenai ketersediaan dana di bank. 

8. Memilih Notaris yang Terpercaya 

Jual beli rumah pastinya melibatkan notaris, jadi pilih notaris yang terpercaya sehingga penjual tidak tertipu. 

Sejumlah penipuan jual beli properti di Jakarta yang terjadi pada 2019 lalu melibatkan oknum notaris. 

Saat ingin menjual rumah, penjual memang harus waspada karena banyak penipu yang siap beraksi. 

Laman properti Rumah123.com akan terus menyajikan tips mengenai jual beli rumah dan lainnya.

Baca juga: Polisi Kembali Mengungkap Kelompok Penipu dan Pemalsu Dokumen Rumah Mewah

Bagikan:
1905 kali