manfaat kumis kucing - Rumah123.com Manfaat kumis kucing ada banyak sekali untuk kesehatan - Rumah123.com

Kehadiran tanaman di rumah tak sekadar berfungsi untuk menghijaukan hunian. 

Melainkan juga untuk menggantikan peran obat kimia dalam mengatasi masalah kesehatan.

Salah satu tanaman yang memiliki segudang manfaat kesehatan adalah kumis kucing. 

Tanaman obat dengan nama latin Orthosiphon Aristatus ini mampu mengatasi berbagai penyakit.

Apa saja manfaat kumis kucing dan bagaimana cara memaksimalkan khasiat yang terkandung di dalamnya?

Di dalam artikel ini, Rumah123.com akan memberikan penjelasan selengkapnya!

Sebelum mengetahui manfaat kumis kucing, baca dulu asal-usulnya

Tanaman kumis kucing merupakan tanaman berbatang basah yang tegak.

Tanaman ini dikenal dengan berbagai istilah. Berbeda daerah, berbeda pula cara orang menyebutnya.

Ia disebut kidney tea plants/java tea (Inggris), giri-giri marah (Sumatera), remujung (Jawa Tengah dan Jawa Timur) dan songot koceng (Madura). 

Kumis kucing masuk ke dalam klasifikasi tanaman obat. Pada awalnya, kumis kucing berasal dari Afrika tropis.

Kemudian menyebar dan kini bisa ditemukan di hampir seluruh wilayah Asia Tenggara seperti Indonesia, Singapura, Malaysia, Brunei Darussalam, dan beberapa wilayah Australia tropis.

Tanaman dengan bunga berwarna ungu pucat atau putih ini dapat hidup dengan mudah di berbagai tempat. 

Bahkan, kumis kucing dapat tumbuh liar di sepanjang anak sungai dan selokan atau ditanam di pekarangan sebagai tanaman obat. 

Kandungan yang terdapat pada tanaman kumis kucing

Dilansir dari buku ‘The Miracle of Herbs’ karangan dr. Prapti Utami dan Desty Ervira Puspaningtyas, S.Gz, kumis kucing memiliki beberapa kandungan senyawa aktif.

Seperti minyak atsiri yang terdiri dari sesquiterpene dan senyawa fenolik.

Selain itu, daun kumis kucing juga mengandung flavonoid dengan kandungan utama sinensetin, eupatorin, scutellarein, tetramethyl ether, salvigenin, rhamnazin, dan glikosida flavonoid. 

Senyawa lain yang mendatangkan manfaat dari tanaman ini adalah orthosiphon glikosida, alkaloid, zat samak, minyak lemak, saponin, dan myo inositol.

Kandungan senyawa inilah yang membuatnya dipercaya dapat memberikan manfaat kesehatan. 

Manfaat kumis kucing untuk kesehatan

Tanaman kumis kucing memiliki sifat anti-inflamasi dan anti-hipertensi yang membantu menghilangkan sejumlah penyakit pada tubuh.

Dilansir dari Health Benefitstimes, inilah sejumlah manfaat kumis kucing untuk kesehatan:

1. Membantu masalah pernapasan

Kumis kucing dapat mengobati masalah pernapasan seperti asma dan batuk.

Supaya efektif menangkal masalah pernapasan, campur kumis kucing dengan ramuan obat lain. 

2. Tekanan darah tinggi (hipertensi)

Kandungan antioksidan dan anti-inflamasi yang dimiliki oleh kumis kucing dapat membantu mengurangi tingkat tekanan darah. 

3. Anti jamur

Senyawa yang terkandung pada kumis kucing mampu membantu mencegah pertumbuhan parasit dan jamur yang hidup dalam tubuh. 

Mereka melakukannya dengan memotong rantai pasokan nutrisi jamur. 

Ketika terinfeksi jamur, kamu bisa mengoleskan kumis kucing di area yang terkena infeksi. 

4. Menyembuhkan infeksi saluran kemih

Kumis kucing juga ditemukan sangat efektif dalam pengobatan terhadap infeksi di kandung kemih.

Ia juga dapat mencegah masalah kandung kemih dari terjadi di masa depan.

5. Mengobati gangguan ginjal

Tanaman satu ini juga populer disebut dengan teh kesehatan ginjal. Ia dipercaya dapat menghilangkan batu ginjal hingga 5 cm. 

Bahkan, manfaat ini sudah diverifikasi dalam beberapa penelitian klinis juga lho.

6. Mengontrol gula darah

Beberapa penelitian ilmiah telah menunjukkan bahwa kumis kucing secara efektif mengatur kadar glukosa dalam darah.

Sehingga mampu membantu mengendalikan diabetes secara efisien.

Penting untuk berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter sebelum beralih ke obat herbal ini.

7. Menurunkan berat badan

Kumis kucing juga bisa membantu menurunkan berat badan.

Tak heran banyak yang menjualnya di pasaran dalam berbagai bentuk seperti pil, kantong teh dan ekstrak, dan lainnya.

8. Menyembuhkan luka memar

Terdapat senyawa fenol dan asam caffeic pada kumis kucing.

Sehingga dapat membantu mencegah pertumbuhan bakteri dan membunuh  bakteri yang tersisa. 

Dengan demikian, kumis kucing dapat dengan mudah diterapkan pada kulit untuk menyembuhkan luka, memar, atau infeksi lainnya.

Baca juga: 4 Cara Menanam Rumput Gajah Mini di Rumah Minimalis

Mau merasakan manfaat kumis kucing? Tanam sendiri yuk di rumah. Ini caranya!

Banyak sekali ya manfaat kumis kucing untuk kesehatan?

Nah, daripada susah mencari tanaman ini ke sana ke mari, bagaimana jika kamu menanamnya sendiri di rumah?

Ini dia langkah-langkah menanam kumis kucing menurut jogjaprov.go.id. Mudah kok untuk diikuti!

1. Persiapkan bibit

Cara yang paling mudah dan biasa untuk mengembangkan kumis kucing adalah perbanyakan vegetatif dengan stek batang/cabang. Bahan tanaman diambil dari rumpun yang tumbuhnya normal, subur dan sehat. 

- Pilih batang/cabang yang tidak terlalu tua atau muda dan sudah berkayu

- Potong batang dengan pisau tajam/gunting pangkas yang bersih

- Potong-potong batang menjadi stek berukuran 15–20 cm berbuku 2-3

- Buang sebagian daun untuk mengurangi penguapan air. Adapun kebutuhan bibit untuk 1 hektar dengan jarak tanam 40 x 40 cm diperlukan 50.000-62.500 stek/ha.

Teknik penyemaian yang penting untuk diketahui

Bibit stek dapat langsung ditanam di kebun produksi atau ditanam dulu di persemaian.

Di dalam persemaian stek ditanam dengan jarak tanam 10x10 cm. 

Stek yang masih segar langsung ditanam di lahan yang telah diolah sedalam 20 cm.

Setelah itu disirami 1-2 kali sehari tergantung dari cuaca dan hujan yang turun. 

Bila perlu persemaian dinaungi dengan naungan plastik transparan atau jerami/daun kering.

Setelah timbul tunas baru, bibit dipindahkan ke kebun produksi.

2. Persiapkan media tanam

Tanah diolah 30-40 cm, gulma dan tanaman lain dibuang. Setelah diolah, tanah dibiarkan 15 hari. 

3. Bentuk bedengan

Pembuatan bedengan dilakukan setelah pengolahan tanah yang kedua yaitu dengan menghancurkan bongkahan tanah pada pengolahan tanah yang pertama, hingga mendapatkan struktur tanah yang remah dan gembur. 

Pada saat pengolahan tanah kedua ini, dianjurkan memberikan pupuk dasar berupa pupuk kompos atau pupuk kandang sebanyak 50 – 60 ton per hektar bersamaan pada saat pembuatan bedengan. 

Bedengan dibuat selebar 100-120 cm tinggi 30 cm dan jarak antar bedengan 40-50 cm. Panjang bedengan disesuaikan dengan keperluan dan lahan.

4. Pemupukan

Buat lubang tanam berukuran 30x30x30 cm dengan jarak tanam 40 x 60 cm. Masukkan pupuk kandang sebanyak 2,4-3,2 kg/lubang dan tutup lubang tanah. 

Campur tanah bedengan dengan 15-20 kg/ha pupuk kandang sapi.

* Penting untuk diingat

Waktu tanam terbaik adalah di awal musim hujan (Oktober-Desember) kecuali jika air tersedia sepanjang tahun, waktu tanam bisa dilaksanakan kapan saja.

Bagikan:
2505 kali