Berencana untuk memelihara ikan koi? Sebaiknya, pahami dulu langkah membuat kolam ikan koi berikut ini!

kolam ikan koi - rumah123.com

Koi, merupakan ikan hias yang memiliki bentuk dan corak yang indah. Tak heran banyak orang yang tertarik untuk memeliharanya. Jika kamu adalah salah satunya, maka hal penting yang harus pertama kali dilakukan adalah membangun kolam ikan koi yang bagus dan tepat. 

Membangun kolam ikan koi di rumah memang terdengar sulit dan rumit. Namun dengan perencanaan yang matang, ditambah ekstra kesabaran, kamu bisa membangun kolam koi yang cantik. Nah, biar kamu gak penasaran, simak langsung cara selengkapnya berikut ini!

Pilih posisi yang baik dan layak 

Ketika kamu mau membuat kolam koi di dalam rumah, pastikan untuk memilih posisi yang paling tepat. Kolam koi lebih baik ditempatkan di area yang teduh, daripada di area yang mudah terkena sinar matahari langsung. Sebab, area yang teduh akan memperlambat pertumbuhan alga pada kolam koi. Tak cuma itu, area teduh juga mencegah air kolam terlalu panas. Masih dari tata letak, pastikan juga posisi kolam mudah dipantau dari dalam rumah. 

Baca juga: 4 Jenis Ikan Hias Livebearer yang Mudah Berkembang Biak di Aquarium

Tentukan ukuran luas kolam

Kesalahan yang paling sering dilakukan oleh pemilik ikan koi pemula adalah ukuran luas kolam yang terlalu sempit. Untuk ikan koi, ukuran kolam paling standard adalah 5600 liter. Mungkin terdengar terlalu besar bagi para pemula. Namun perlu diketahui bahwa kolam yang terlalu kecil malah akan mengganggu pertumbuhan ikan koi.

Perhatikan sirkulasi air dan bakteri probiotik

Bagian lain yang tak bisa terlepas dari konstruksi kolam koi adalah sirkulasi air dan bakteri probiotik yang ada di dalamnya. Bakteri probiotik membuat ikan koi tetap hidup. Bakteri tersebut umumnya dicampur bersama dengan dekorasi air terjun pada kolam. Untuk itu, penting sekali menjaga sirkulasi air beserta bakteri yang terdapat dalam kolam. 

Baca juga: 5 Jenis Ikan Hias Air Tawar yang Bisa Dicampur dalam Satu Akuarium

Tutup lubang yang baru digali dengan liner

Setelah menggali lubang untuk dibuat kolam, langkah selanjutnya adalah menutup lubang tersebut dengan liner. Apabila kamu ingin mengubah bentuk kolam ikan, pilih liner karet atau plastik yang fleksibel yang dapat dipotong atau dibentuk sesuai dengan bentuk kolam sehingga kolam dapat dibentuk unik. Liner karet juga lebih tahan terhadap paparan sinar matahari dibandingkan liner plastik. 

Pasang pompa air 

Selanjutnya, saatnya memasang pompa air pada kolam. Pastikan pompa yang dipilih memiliki daya yang cukup untuk ukuran kolam. Pastikan juga pompa diletakkan pada satu hingga dua inci dari dasar kolam agar tak menyedot sedimen. 

Pasang filter air

Filter bisa dibilang seperti jantung bagi kolam ikan. Sebab, filter lah yang membuat air tetap jernih dan sehat untuk ikan. Banyak orang yang salah langkah karena memilih untuk memaksimalkan desain kolam, namun mengabaikan bagian filter kolam. Padahal, filter kolam memiliki banyak fungsi. Sebagai filter mekanis untuk menghilangkan limbah pada kolam, dan sebagai filter biologis yang mengubah amonia yang dihasilkan ikan menjadi nitrit yang tidak membahayakan.

Tambahkan batu dan tanaman

Setelah selesai dengan filter, saatnya untuk menambahkan batu dan tanaman pada kolam. Jangan gunakan dekorasi imitasi yang bisa membahayakan ikan. Gunakan batu yang halus di bagian dasar dan samping, supaya ikan koi tak cedera karena batu yang runcing. Begitu juga dengan tanaman, kolam yang sehat biasanya akan mengembangkan lapisan ganggang hijau ¾ inci di semua dinding bagian dalam kolam.

Masukkan koi ke dalam kolam

Ketika semuanya sudah siap, tambahkan ikan Koi ke dalam kolam.  Namun, pastikan bahwa kolam sudah benar-benar siap. Biarkan air bersikulasi dan membanun sedimen. Jika air masih tertahan, kamu perlu menunggu beberapa minggu sebelum memasukkan koi.

Bagikan: 9228 kali