fasilitas cuci tangan

Sejumlah kota di Indonesia memiliki persentase fasilitas cuci tangan terbanyak. Cuci tangan menjadi salah satu cara mengatasi penyebaran virus corona. 

Pandemi virus covid-19 melanda hampir sebagian besar dunia. Di Indonesia sendiri, penyebarannya sudah menjangkau seluruh 34 provinsi. 

Pembatasan sosial berskala besar (PSBB) diberlakukan di sejumlah wilayah. Masyarakat melakukan aktivitas dari rumah. 

Sejumlah cara dilakukan untuk mengatasi penyebaran virus corona tersebut seperti social distancing, menggunakan masker, hingga mencuci tangan. 

Aktivitas mencuci tangan yang baik dengan menggunakan sabun dan air bersih bisa membantu mengendalikan tingkat infeksi. 

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) merilis pedoman dalam menghadapi virus corona, salah satunya adalah mencuci tangan dengan air dan sabun. 

Penelitian terbaru dari Massachusetts Institute of Technology (MIT), Cambridge, Amerika Serikat menunjukkan manfaat cuci tangan. 

Kebiasaan baik ini dapat membantu memperlambat penyebaran penyakit menular terutama yang menyebar lewat percikan air liur dari batuk dan bersin. 

Jadi biasakan untuk mencuci tangan setelah atau sebelum melakukan berbagai aktivitas di rumah, di kantor, dan lainnya. 

Cuci tangan sebelum menyiapkan makan dan juga setelah makan. Cuci tangan setelah memegang uang, buang air, dan lainnya. 

Setelah cuci tangan, pastinya tangan menjadi lebih bersih. Saat kamu tidak sengaja memegang mata, mulut, dan lainnya, kamu tidak perlu khawatir lagi. 

Saat ini, rumah-rumah mulai menyediakan sabun cuci tangan dan air untuk cuci tangan di halaman rumah. 

Tidak sedikit, RT (rukun tetangga) yang menyediakan satu fasilitas cuci tangan lengkap dengan sabun dan air di lingkungan sekitar. 

Sebenarnya, seperti apa sih tingkat kepemilikan fasilitas cuci tangan di Indonesia? Apakah sudah baik? 

Apakah sebagian besar rumah telah mempunyai fasilitas cuci tangan sendiri? Yuk, cari tahu seperti apa.

Baca juga: Sekarang Giliran Generasi Milenial Aktif Kerja, Generasi X Silakan Minggir

fasilitas cuci tangan

Kota dengan Persentase Fasilitas Cuci Tangan Tertinggi di Indonesia 

Situs berita online Lokadata.id melansir temuan berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) pada 2018. 

Temuan tersebut mengungkapkan bahwa 78,8 persen populasi di Indonesia telah mempunyai fasilitas cuci tangan dengan air dan sabun. 

Ilustrasinya seperti ini, lebih dari separuh rumah tangga di 473 kota/kabupaten dari total 514 di Indonesia sudah mempunyai fasilitas cuci tangan. 

Hal yang tidak disangka dan di luar dugaan adalah kawasan dengan mayoritas warga yang mempunyai fasilitas cuci tangan malah bukan berada di kota besar. 

Mereka tidak tinggal di kota-kota besar seperti Jakarta, Surabaya, Medan, Makassar, atau lainnya. 

Dari 10 kota atau kabupaten di Indonesia dengan mayoritas warga mempunyai fasilitas cuci tangan, nama kota/kabupaten nyaris tidak familiar. 

Mungkin hanya Denpasar, ibukota provinsi Bali yang memang pastinya sudah diketahui masyarakat. 

Dalam daftar yang dilansir oleh Lokadata.id, mayoritas kota atau kabupaten ini tergolong kawasan yang relatif kecil. 

Posisi pertama ditempati oleh Kepulauan Siau Tagulandang Biaro di Sulawesi Utara dengan 99% (persen). 

Artinya hanya satu persen keluarga yang tinggal di salah satu kepulauan terdepan Indonesia ini yang belum mempunyai fasilitas cuci tangan. 

Peringkat delapan diduduki oleh Kupang, ibukota provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) dengan 93%. 

Padahal kawasan NTT diidentikkan sebagai wilayah kering dan sulit untuk mendapatkan air bersih. 

Bahkan, persentase atau rasio ini jauh lebih tinggi dari Kabupaten Lebak, Banten yang hanya mempunyai fasilitas cuci tangan masih di bawah 50 persen. 

Baca juga: Berapa Uang yang Dikeluarkan Orang Indonesia untuk Renovasi Rumah?

fasilitas cuci tangan

Peringkat Kota dengan Fasilitas Cuci Tangan Tertinggi Didominasi Kawasan di Luar Pulau Jawa 

Kepulauan Siau Tagulandang Biaro menempati peringkat pertama, sedangkan Kupang berada di posisi delapan. 

Peringkat dua ditempati oleh Denpasar, ibukota provinsi Bali dengan persentase 98%. Denpasar menjadi salah satu ibukota provinsi yang masuk daftar. 

Posisi tiga, empat, lima memiliki persentase yang sama yaitu 97%. Posisi ketiga adalah Kabupaten Maluku Tengah (provinsi Maluku). 

Tarakan, sebuah kota industri minyak di Kalimantan Utara berada di posisi empat. Sementara Kota Pariaman (Sumatera Barat) di peringkat lima. 

Kota Blitar, Jawa Timur berada di posisi enam dengan 96 persen. Peringkat tujuh diduduki oleh Kota Sorong di Papua dengan 95%.

Artikel ini merupakan kerjasama antara situs berita online Lokadata.id dengan laman properti Rumah123.com.

Bagikan:
1148 kali