Foto: Rumah123/Getty
 

Kamu mengincar sebuah hunian idaman, tapi dana buat membelinya tak juga terkumpul? Apa cara yang kamu tempuh? Ya, kemungkinan besar kamu akan memanfaatkan fasilitas kredit pemilikan rumah (KPR) yang ditawarkan pihak bank. Cara ini memang banyak dipilih kebanyakan orang untuk bisa memiliki produk properti. Kelebihan KPR yakni kamu ga perlu lama menabung hingga uang terkumpul banyak untuk beli hunian.

Nah, buat kamu yang ingin membeli properti dengan memanfaatkan KPR, ada baiknya mengetahui terlebih dahulu apa saja yang harus menjadi pertimbangan. Berikut ini adalah 8 hal penting yang perlu kamu perhatikan sebelum memilih KPR:

Baca juga: Gaji Milenial Gak Seberapa? Ada KPR Khusus Milenial Nih!

Ke-1. Besarnya Plafon Kredit

Cari informasi berapa dana yang kamu butuhkan. Hal ini untuk memudahkan kamu memilih bank yang tepat, jumlah limit pinjaman, atau plafon yang diberikan pihak bank nantinya.

Ke-2. Perhitungan Suku Bunga

Jangan langsung tergoda memilih suku bunga yang rendah. Pastikan kamu mengetahui cara perhitungan suku bunga tersebut sebelum memutuskan memilih KPR (flat, annuity, effective).

Mintalah terlebih dahulu simulasi tabel cicilan yang menunjukkan besarnya cicilan bulanan dan sistem suku bunga yang digunakan. Apakah suku bunga tetap (fix) atau mengambang (floating).

Suku bunga fix dipatok pada tingkat tertentu selama masa kredit. Sedangkan yang floating didasarkan pada suku bunga di pasar uang domestik maupun internasional.

Baca juga: KPR Kamu Ditolak? Mungkin Ada yang Kelewat!

Ke-3. Masa Pinjaman KPR

Mayoritas bank akan memberikan masa pinjaman KPR hingga maksimal 15 tahun, namun ada juga yang sampai 20 tahun. Jika ingin memperpanjang masa tenor kredit, kamu dapat mengurangi besarnya cicilan setiap bulannya.

Ke-4. Coverage

Berapa banyak jumlah developer yang bekerja sama dengan bank tersebut? Kian banyak jumlah developer yang bekerja sama, akan semakin bagus. Begitu pula dengan luasnya jangkauan KPR.

Ke-5. Lama Proses Pengajuan

Ketahui berapa lama proses pengajuan KPR-mu itu berlangsung? Pada umumnya proses pengajuan sekitar dua minggu sampai satu bulan. Untuk itu, penting sekali kamu menanyakan terlebih dahulu berapa lama proses yang dibutuhkan saat pengajuan.

Baca juga: KPR dengan DP Nol, Yakin Lebih Murah?

Ke-6. Biaya Penalti Pelunasan KPR

Seringkali saat mengajukan KPR, kamu lupa menanyakan besarnya biaya yang dikenakan apabila ingin melunasi sebagian atau seluruh pinjaman sebelum jangka waktu KPR berakhir. Maka itu, kamu cari tahu apakah pemberi KPR mengizinkan pelunasan di awal? Hal ini penting agar saat memiliki dana lebih, dan ingin melunasi di awal, kamu tidak dikenakan biaya penalti.

Ke-7. Fitur Tambahan

Saat ini sebagian besar bank memberikan fasilitas tambahan pada produk KPR-nya untuk membantu para pemohon kredit, semisal asuransi kebakaran untuk rumah, kredit multiguna yang dapat kamu gunakan untuk renovasi rumah, dan penambahan limit KPR.

Baca juga: Kenapa Gaya Hidup Berlebihan Bisa Gagalkan KPR?

Ke-8. Biaya Administrasi KPR

Hal lain yang sering diabaikan oleh para debitur saat mengajukan KPR adalah biaya administrasi. Biaya administrasi KPR meliputi provisi, administrasi bank, notaris/PPAT, pengecekan sertifikat, pengikatan jaminan, balik nama, serta asuransi jiwa kredit dan kerugian kredit.

Untuk memudahkan dalam mengatur cash flow pembayaran uang muka (DP) rumah nantinya, pastikan kamu mengetahui terlebih dahulu jumlah total biaya administrasi yang dikenakan saat pengajuan.

 

 

 

 

Bagikan: 2863 kali