Ilustrasi seseorang sedang membersihkan rumah pasca banjir surut - Rumah123.com Ilustrasi seseorang sedang membersihkan rumah pasca banjir surut - Rumah123.com

Banjir yang melanda sejak Rabu, 1 Januari 2020 di sejumlah wilayah di Jabodetabek kini mulai surut. Setelah air banjir pergi, maka hal selanjutnya yang menjadi prioritas untuk dilakukan adalah bersih-bersih rumah. Air yang masuk merupakan air kotor yang bisa membawa banyak bakteri, virus, dan parasit penyebab penyakit. Selain itu, jika genangan air, lumpur, dan kotoran yang masuk ke dalam rumah dibiarkan terlalu lama, bisa-bisa pondasi dan perabotan rumah jadi rusak.

Apabila hunianmu juga sempat terendam banjir kemarin, sebaiknya ketahui cara membersihkan rumah pasca banjir sesuai urutan berikut ini. Dengan cara ini, membersihkan rumah jadi lebih cepat, bersih, dan efektif! Apa saja caranya?

1. Lakukan persiapan terlebih dahulu!

Pertama-tama, sebelum mulai membersihkan, lakukan sejumlah persiapan penting. Dilansir dari https://www.cleaninginstitute.org/, berikut ini adalah sejumlah persiapannya:

- Jika terdapat kerusakan di rumah akibat banjir, ambil foto bagian yang rusak

- Kenakan pakaian yang bisa melindungi tubuh, seperti kaos lengan panjang, celana panjang, sarung tangan karet, dan sepatu atau boots anti air

- Buang benda yang menyerap air dan tak bisa didisinfeksi, seperti kasur, karpet, boneka

- Buang barang-barang yang tak bisa dicuci dengan air panas

- Gunakan pemutih untuk membersihkan lantai, kompor, bak cuci piring, dan meja. Jangan gunakan lebih dari satu cangkir pemutih per galon air. Ingatlah untuk tidak pernah mencampur pemutih dengan amonia atau pembersih lainnya

- Cuci kain-kain kotor ketika kondisi sudah benar-benar aman (listrik menyala, tak ada imbauan bahwa banjir akan terjadi lagi).

Baca juga: Waspada Leptospirosis, Penyakit Kencing Tikus yang Terjadi Saat Banjir

2. Bersihkan sisa air dari rumah

Begitu banjir surut, biasanya masih ada genangan air yang tersisa di dalam rumah. Hilangkan semua sisa air banjir yang masih berada di dalam rumah dengan segera. Geser seluruh perabot ke bagian yang kering terlebih dahulu supaya kamu lebih mudah dan supaya benar-benar tak ada air yang tersisa. Gunakan serokan untuk mempermudah kegiatan satu ini. 

3. Bersihkan sisa lumpur yang menempel

Setelah genangan air hilang, terdapat sisa lumpur yang ikut masuk ke dalam rumah bersama dengan air. Segera bersihkan sisa-sisa lumpur tersebut karena semakin lama dibersihkan, lumpur semakin susah hilang. Apabila tak bisa dihilangkan hanya dengan serokan, gunakan sikat. Setelah lumpur hilang, bilas lantai dengan campuran air, karbol, dan cairan disinfektan supaya kuman yang menempel benar-benar musnah.   

Baca juga: Bukan Siklus 5 Tahunan, Mengapa Terjadi Banjir Besar di Jabodetabek?

4. Selamatkan dan keringkan perabotan yang masih bisa diamankan

Dalam waktu 48 jam setelah banjir surut, sebisa mungkin langsung selamatkan perabotan yang masih bisa diamankan. Jika lebih dari itu, risiko kerusakan tentu lebih besar. Belum lagi risiko terkontaminasi bakteri yang datang dari air banjir. Pindahkan ke tempat yang kering, dan jemur perabotan-perabotanmu.

5. Disinfeksi seluruh perabotan 

Meja dapur, rak dapur, kulkas, kompor, piring dan peralatan makan yang bersentuhan dengan air banjir harus dicuci dengan air hangat dan sabun, dibilas dan kemudian didisinfeksi. Untuk mendisinfeksi, gunakan larutan ¾ gelas pemutih klorin cair per galon air. Biarkan permukaan tetap basah selama dua menit, lalu bilas dengan air bersih. Barang-barang dari kayu dan plastik, termasuk talenan, peralatan dan wadah penyimpanan makanan, yang telah bersentuhan dengan air yang terkontaminasi harus dibuang karena dapat mengandung bakteri yang sulit untuk didisinfeksi.

6. Buang seluruh makanan yang terkontaminasi banjir

Cek seluruh bagian yang menjadi tempat menyimpan makanan atau bahan makanan, seperti kulkas, kitchen set, atau meja makan. Hal ini juga berlaku untuk makanan kemasan seperti mayones, saos, atau makanan kaleng. Mungkin memang terlihat aman, namun serapat apapun tutup makanan kemasan, tak ada yang bisa menahan air, apalagi jika makanan tersebut bersentuhan langsung dengan air banjir. Label kertas pada kemasan makanan juga bisa menjadi magnet bagi bakteri dan kontaminan lain di air banjir. 

7. Bersihkan tembok hingga kering

Tembok merupakan bagian tersulit untuk dibersihkan. Hal pertama yang dilakukan adalah cabut wallpaper supaya tak ada air yang tersisa dan membuat tembok berjamur. Biarkan tembok mengering, dan setelah kondisi aman, lapisi tembok dengan cat anti air. 

8. Menempatkan barang-barang kembali ke dalam rumah

Setelah memastikan bahwa tembok telah benar-benar kering dan menyortir serta mendisinfeksi perabotan, saatnya untuk memasukkan kembali barang-barang tersebut ke dalam rumah. Pada tahap ini, pastikan bahwa tembok telah benar-benar kering. Beri jarak di antara perabotan dan tembok agar terdapat udara yang masuk, biarkan sampai tembok benar-benar kering. 

Bagikan:
2526 kali