Urbanisasi Penduduk RI

Sebanyak 220 juta orang atau sekitar 70 persen populasi penduduk RI disebut akan tinggal di kawasan perkotaan pada tahun 2045.

Hal itu disampaikan oleh Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono menanggapi tren urbanisasi yang terus meningkat dari angka 56% yang ada saat ini.

"Pada 2045 sebanyak 220 juta penduduk RI akan tinggal di daerah perkotaan atau meningkat dari 56% jadi 70% dari total populasi," ujarnya dilansir dari Kompas.com. 

Kawasan Pedesaan Terancam Rusak

Hal ini menjadi tantangan bagi pemerintah untuk bisa tetap menjaga keseimbangan  berbagai wilayah di Indonesia, terutama dengan adanya urbanisasi.

Tak hanya itu, pemerintah juga harus berupaya untuk menjaga daerah produktif seperti pertanian dan irigasi agar tak tergusur dengan banyaknya pembangunan di kawasan pedesaan.

"Perjalanan kota membutuhkan solusi peningkatan perumahan di wilayah perkotaan tanpa merusak kawasan pedesaan termasuk daerah produktif pertanian atau irigasi," ungkapnya.

Namun, ia berharap agar urbanisasi penduduk RI ini tak lagi dipandang sebagai beban ke depannya.

Justru, ia berharap hal itu dapat dijadikan peluang untuk meningkatkan kesejahteraan bagi penduduk RI.

Upaya Pemerintah dengan Tantangan Urbanisasi

Pemerintah juga terus berupaya untuk merencanakan dengan baik dan mengurus dengan regulasi yang jelas.

Tak hanya itu, harus ada pula anggaran yang cukup untuk hal tersebut.

"Namun kita semua yakin urbanisasi ini ke depan tidak lagi dipandang sebagai beban tapi juga peluang dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat apabila dapat direncanakan dengan baik, diurus dengan regulasi yang jelas dan disediakan anggaran yang cukup," jelas Basuki.

Di satu sisi, pemerintah terus berupaya membangun hunian inklusif agar terwujud perumahan yang aman, layak dan terjangkau termasuk bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR).

Terlebih lagi muncul prediksi mengenai urbanisasi besar-besaran pada 2045 mendatang.

"Penyediaan perumahan yang inklusif di Indonesia masih menghadapi tantangan berat antara lain masih rendahnya persentase KPR terhadap PDB di banding negara lain yaitu hanya sekitar 2,9%," tambahnya. 

Pemerintah Menambah Target Pengadaan Rumah Layak Huni bagi Penduduk RI

Tantangan terakhir yang harus dihadapi untuk membangun perumahan inklusif yakni masih banyaknya rumah tidak layak huni dan backlog perumahan.

Oleh sebab itu, pihaknya saat ini menambah target capaian pengadaan rumah layak huni bagi penduduk RI.

"Dalam rencana pembangunan perumahan nasional 2020-2024 pemerintah telah menargetkan peningkatan rumah tangga yang menempati rumah layak, yang semula 56% jadi 70% atau equivalent dengan 11 juta rumah tangga," ujarnya. 

Jangan lupa kunjungi artikel.rumah123.com untuk dapatkan artikel menarik lainnya seputar properti. 

Kamu juga bisa mencari properti yang sesuai kebutuhanmu seperti Ice Business Park hanya di www.rumah123.com.

Bagikan:
298 kali