Rumah merupakan pendidikan pertama bagi si kecil. Para orang tua bisa menyediakan mainan edukasi anak berikut ini untuk menunjang untuk membentuk kecerdasan  mereka!

mainan edukasi anak

Pada usia dini, tumbuh kembang si kecil tidak hanya ditentukan oleh faktor gizi saja, melainkan juga faktor lingkungan.

Kemampuan kreativitas dan imajinasi menjadi hal penting dalam pembentukan kecerdasannya.

Oleh sebab itu untuk menunjang kecerdasan si kecil, salah satu cara yang tepat adalah dengan menyediakan mainan edukasi anak di rumah.

Lantas, mainan edukasi anak seperti apa yang tepat untuk membentuk kecerdasan otak dan perkembangan mereka?

Ini dia penjelasan dan daftarnya!

Memilih mainan edukasi anak berdasarkan usia 

Salah satu cara memilih mainan edukasi anak yang tepat dan sesuai kebutuhan, yakni dengan cara menyesuaikan usia si kecil. 

Sebab, hal ini akan mendukung perkembangan diri mereka secara optimal dalam berproses. 

Para Ibu dan Ayah pun sudah dapat menstimulasi perkembangan anak secara bertahap sesuai usia mereka. 

Supaya perkembangan anak menjadi sebuah proses yang menyenangkan, berikut ini cara memilih mainan anak yang tepat sesuai usia dan perkembangan. 

Baca juga: 7 Cara Belajar Efektif di Rumah untuk Anak & Remaja, Orang Tua Wajib Tahu!

Mainan edukasi anak usia 6-12 bulan

Saat anak sudah berusia antara 6-12 bulan, ia sudah mulai tertarik dengan mainan yang bersuara dan mempunyai bentuk unik. 

Di tahap ini pun, mereka mempunyai rasa ingin tahu yang sangat kuat terhadap sumber suara pada sebuah mainan. 

Umumnya, pada usia ini si kecil sudah bisa merangkak, sehingga para Ibu bisa meletakkan mainan edukasi anak bersuara yang bisa mereka raih. 

Dengan demikian, jenis mainan tersebut mampu membangun karakter psikomotorik mereka.

Mainan edukasi anak usia 12-24 bulan

Tahap selanjutnya, Ibu dan Ayah bisa membacakan buku yang dapat menarik perhatian si kecil.

Biarkan mereka mengenal bentuk dan warna dari gambar atau visual yang unik.

Setelah menunjukkan gambar, Ibu dan Ayah bisa membuat contoh dialog sederhana untuk menanyakan “siapakah aku” atau “aku ada di mana?”

Ibu dan Ayah juga bisa memasukkan mainan atau benda dengan tekstur yang berbeda ke dalam tas.

Biarkan sang buah hati mencoba menebak benda yang ada di dalam tas dan mengeluarkan semua benda. 

Selain berguna untuk mengajarkan kepekaan indera, tahap ini juga dapat membentuk kemampuan mereka dalam proses pemecahan masalah.  

Mainan edukasi anak balita

Pada dasarnya, puncak perkembangan anak di tahap pertama ada pada usia antara tiga sampai lima tahun. 

Tahap ini merupakan masa keemasan pertumbuhan si kecil mengingat rasa ingin tahunya yang sangat tinggi. 

Semua jenis mainan anak pun ingin mereka pelajari untuk memenuhi rasa ingin tahu mereka. 

Tak hanya itu, mereka pun juga sudah mempunyai rasa suka terhadap satu karakter yang unik. 

Jenis mainan edukasi anak yang tepat untuk perkembangan kreativitas

Untuk menunjang pertumbuhan anak, ada beberapa jenis mainan edukasi yang bisa kamu beli sebagai berikut. 

1. Jigsaw puzzle 

mainan edukasi anak

Jigsaw puzzle pastinya sudah akrab di telinga maupun mata kita, puzzle ini sangat populer di pasaran.

Jenis puzzle ini adalah potongan-potongan kecil dari sebuah gambar utuh. 

Tugas kamu dalam memainkannya adalah merangkai potongan kecil tersebut menjadi gambar utuh kembali. 

Jigsaw puzzle sangat cocok untuk dimainkan oleh anak-anak karena tidak terlalu rumit. 

Si Kecil dengan umur dibawah 10 bulan pun sudah bisa memainkan puzzle ini. 

Permainan ini mampu membantu cara kerja otak dalam memecahkan masalah dalam mengembangkan psikomotorik dan daya kognitif. 

Baca juga: 7 Cara Memaksimalkan Ruang Pada Kamar Anak Minimalis

2. Lego

mainan edukasi anak

Lego merupakan jenis mainan anak yang sangat populer sejak lama, bahkan bukan hanya anak kecil saja yang memainkannya orang dewasa pun juga. 

Permainan asal Denmark dengan karakter balok warna-warni ini dapat dibentuk dengan banyak macam, mulai dari mobil, gedung, istana dan sebagainya. 

Selain mengasah otak, mainan Lego juga dapat meningkatkan kecerdasan kognitif dan pengembangan logika. 

Tak ayal apabila Si Kecil mampu merangkai lego dengan sangat baik, bisa saja ia menjadi seorang juara kelas maupun jago ilmu eksak seperti matematika. 

3. Flash card

mainan edukasi anak flash card Sumber; Tokopedia

Flash card merupakan permainan sederhana berupa kartu yang menggunakan huruf atau gambar pada setiap sudutnya. 

Permainan ini mampu mengasah otak anak karena dilatih untuk mengingat dan menghafal huruf yang terdapat pada kartu. 

Umumnya, flash card ini ini dibuat dengan desain dan warna menarik untuk Si Kecil agar mereka lebih tertarik saat bermain. 

Manfaat terselubung lainnya adalah melatih kemampuan membaca, meningkatkan kosakata maupun melatih berbicara. 

4. Rubik kubus 

rubik kubus

Rubik merupakan permainan berbentuk kubus yang memiliki enam sisi warna berbeda yakni kuning, merah, putih, hijau, orange dan biru. 

Permainan ini diharuskan untuk menyusun kubus agar memiliki warna yang sama pada setiap sisi. 

Namun, untuk permainan ini si kecil sebaiknya dibantu oleh Ayah dan Ibu karena cukup menguras otak dan kesabaran. 

Manfaat lain dalam memainkan rubik diantaranya melatih kecerdasan emosional anak, menyeimbangkan otak kiri dan kanan agar seimbang dalam konsentrasi. 

5. Congklak 

congklak Sumber: Goodnewsfromindonesia.com

Salah satu permainan tradisional khas Indonesia, Congklak merupakan salah satu permainan tepat untuk membantu pertumbuhan Si Kecil.

Congklak dimainkan oleh dua orang dengan sebuah papan yang terdiri dari beberapa cekungan, terdapat tujuh buah di setiap cekungan untuk dimainkan.

Jenis permainan congklak ini dapat mengasah otak karena anak diharuskan memiliki strategi tepat agar dapat mengalahkan lawan yang ada di ujung papan.

6. Shape sorter

shape sorter Sumber: Amazon

Permainan asah otak lainnya adalah shape sorter. 

Jenis permainan ini memiliki banyak jenis bentuk mulai kotak, kereta, mobil, bola, dan sebagainya.

Setiap bentuk shape sorter memiliki lubang dengan berbagai macam jenis mulai dari bintang, bulan, kotak, segi lima, segi enam, lingkaran, dan lainnya. 

Pada tahap ini, anak dituntut untuk memecahkan masalah yaitu menutupi lubang dengan bentuk yang sesuai, jika tidak maka dia akan mencari lubang lainnya. 

Dengan permainan ini, si kecil pun diajarkan belajar macam bentuk dan warna. 

7. Activity table

activity table Sumber: Mothercare

Activity table merupakan mainan dengan bentuk meja yang menyerupai banyak tombol, tuas, rattle, dan sebagainya.

Mainan ini sangat cocok untuk bayi hingga batita karena penggunaannya yang mudah dan tidak berbahaya. 

Jenis activity table ini berguna untuk mengembangkan kemampuan motorik halus bayi, dan merangsang pergerakan supaya menjadi aktif. 

Dengan demikian, mainan edukasi anak tidak hanya untuk memberikan hiburan saja melainkan juga bersifat meningkatkan kecerdasan anak. 

Mau tau tips tumbuh kembang anak di rumah? Simak artikel.rumah123.com selengkapnya.

Bagikan:
1087 kali