Aada banyak sekali keutamaan bulan Dzulhijjah dan anjuran amalan yang hanya bisa  dilakukan pada bulan ini. Saatnya mendulang pahala!

Keutamaan bulan dzulhijjah

Tahun 1441 hijriah saat ini sudah memasuki bulan akhir yakni bulan ke 12, tepatnya bulan Dzulhijjah berdasarkan penanggalan Islam.

Selain bulan ramadhan, bulan Dzulhijjah merupakan bulan lain yang memiliki keistimewaan yang baik bagi umat Islam.

Untuk seorang Muslim yang selalu mengharapkan berkah dan rida Allah SWT tentu kamu pun tidak boleh menyia-nyiakan keutamaan bulan Dzulhijjah ini.

Sebagai bulan yang baik, ada beberapa keutamaan bulan Dzulhijjah beserta ibadah yang harus kamu ketahui.

Keutamaan bulan Dzulhijjah yang baik bagi umat Islam

Ada beberapa amalan yang baik sebagai bagian penting dalam keutamaan bulan Dzulhijjah bagi seluruh umat muslim di Indonesia.

Simak beberapa keutamaan bulan Dzulhijjah berikut ini.

1. Keutamaan 10 hari pertama bulan Dzulhijjah yang dicintai oleh Allah SWT

Pada awal bulan, yakni 10 hari pertama bulan Dzulhijjah merupakan 10 hari yang dicintai oleh Allah SWT. 

Keutamaan 10 hari bulan Dzulhijjah pun terdapat dalam Alquran surat Al-Fajr.

“Demi Fajar, dan malam yang sepuluh”, terjemahan surat Al-Fajr ayat 1-2. 

Berdasarkan tafsir Ibnu Katsir, malam yang kesepuluh itu diartikan sebagai 10 hari pertama di bulan Dzulhijjah.

Selama sepuluh hari pertama, umat Islam pun dianjurkan untuk melaksanakan ibadah yang seperti tadarus, shalat sunah, maupun bersedekah.

Baca juga: Niat dan Bacaan Shalat Idul Adha 2020 serta Panduan Saat Pandemi Covid-19

2.  Bulan haram, bulan yang dimuliakan 

Bulan Dzulhijjah termasuk dalam bagian bulan haram atau bulan yang dimuliakan oleh Allah SWT.

Oleh sebab itu, Dzulhijjah pun termasuk dalam bagian bulan haram sebagaimana seperti bulan Muharam, Rajab dan Zulkaidah.

 Bulan haram ini sesuai dengan firman Allah dalam surat At-Taubah ayat 36. 

Sesungguhnya bilangan bulan pada sisi Allah adalah dua belas bulan, dalam ketetapan Allah di waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya empat bulan haram. Itulah (ketetapan) agama yang lurus, maka janganlah kamu menganiaya diri kamu dalam bulan yang empat itu, dan perangilah kaum musyrikin itu semuanya sebagaimana merekapun memerangi kamu semuanya, dan ketahuilah bahwasanya Allah beserta orang-orang yang bertakwa.

Berdasarkan tafsir tersebut, umat islam pun dilarang untuk menganiaya diri sendiri.

Sebaliknya, lakukan amalan yang dapat meningkatkan keimanan dan taqwa. 

3. Terdapat Hari Arafah 

Pada bulan Dzulhijjah terdapat Hari Arafah pada 9 Dzulhijjah.

Hari tersebut merupakan pelaksanaan wukuf di Padang Arafah bagi orang yang melaksanakan ibadah Haji. 

Sedangkan orang yang tidak berhaji dianjurkan untuk berpuasa.

Menurut hadis riwayat Muslim, orang yang berpuasa pada Hari Arafah bakal dihapuskan dosa-dosanya setahun dan sebelumnya. 

4. Bulan haji 

Selain dikenal sebagai bulan haram, pada bulan Dzulhijjah, Allah SWT mengundang umatnya untuk datang ke rumah Allah atau Baitullah di Mekkah.

Menurut orang Indonesia, bulan Dzulhijjah selalu diibaratkan dengan istilah “musim haji” sebagai bagian dari penyempurnaan rukun Islam yang ke-lima, yakni naik haji bila mampu.

Istilah “bila mampu” tersebut bersifat dua dimensional, mampu secara finansial maupun mampu secara fisik dan jiwa. 

Meski demikian, selama masa pandemi Covid-19, aktivitas ibadah haji untuk umat Islam di seluruh dunia harus dihentikan sementara waktu. 

Namun tidak perlu khawatir, sebab jemaah yang gagal berangkat di 2020 akan otomatis menjadi jemaah haji 2021.

5. Hari raya Idul Adha 

Pada bulan Dzulhijjah ini umat Islam pun juga merayakan hari raya besar, yakni Idul Adha yang diperingati setiap 10 Dzulhijjah.

Hari besar dalam agama Islam ini merupakan peristiwa Idul qurban, meneladani kisah Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS. 

Pada peristiwa Idul Adha, perayaan ini pun ditandai dengan salat Idul Adha dan penyembelihan hewan qurban.

Baca juga: Tata Cara Penyembelihan Hewan Qurban Saat Pandemi Covid-19 Sesuai Syariat Islam

6. Bulan berkurban 

Selain ibadah haji, umat Islam pun disunahkan untuk berkurban pada bulan Dzulhijjah.

Berkurban dilakukan dengan menyembelih hewan kurban lalu membagikannya kepada sesama umat yang membutuhkan. 

Perintah berkurban terdapat dalam Alquran surat Al-Hajj ayat 34. 

Dan bagi setiap umat telah Kami syariatkan penyembelihan (kurban), agar mereka menyebut nama Allah atas rezeki yang dikaruniakan Allah kepada mereka berupa hewan ternak. Maka Tuhanmu ialah Tuhan Yang Maha Esa, karena itu berserahdirilah kamu kepada-Nya. Dan sampaikanlah (Muhammad) kabar gembira kepada orang-orang yang tunduk patuh (kepada Allah). 

Allah SWT menjanjikan banyak balasan kepada orang yang berkurban salah satunya harta yang dibersihkan dan rezeki yang terus dilimpahkan. 

7. Hari tasyrik 

Pada bulan Dzulhijjah terdapat juga hari Tasyrik yakni hari setelah Idul Adha pada tanggal 11,12, dan 13 Dzulhijjah.

Jika Idul Adha tahun ini jatuh pada 31 Juli 2020, maka hari Tasyrik di tahun ini adalah tiga hari setelah tanggal jatuhnya Idul Adha.

Hari Tasyrik adalah hari di mana umat Islam dilarang berpuasa, tapi dianjurkan untuk tetap menjalankan peribadatan maupun tetap bersedekah.

Umumnya, pelaksanaan hari Tasyrik kerap dimanfaatkan umat Islam untuk melanjutkan proses penyembelihan hewan qurban maupun mendistribusikan daging pada umat yang membutuhkan.

Semoga keutamaan bulan Dzulhijjah yang baik bisa kita amalkan untuk mendapatkan pahala dan rida Allah SWT. 

Tak hanya sekadar amalan yang baik saja, momen bulan Dzulhijjah yang baik pun juga dapat mengeratkan kekeluargaan yang lebih baik. 

Yuk, jadikan momen ibadah Idul Adha pada bulan Dzulhijjah sebagai bagian dari mendekatkan diri pada Allah SWT.

Mau tau tips mengenai inspirasi keluarga terbaik, simak artikel.rumah123.com selengkapnya.

Bagikan:
722 kali