Serah terima kunci hunian merupakan hal yang ditunggu bagi tuan rumah. Simak hal yang harus kamu perhatikan saat proses penerimaan kunci selengkapnya.

serah terima

Saat membeli rumah ada dua hal yang paling menyenangkan, yakni diterimanya permohonan kredit dan progress rumah yang telah selesai di bangun. 

Apabila rumah telah selesai di bangun, pastinya kamu akan merasa sangat senang untuk menikmati hunian tersebut bersama keluarga kecilmu. 

Proses demi proses pun dilakukan hingga tahap serah terima hunian, baik rumah maupun apartemen yang kamu beli. 

Meski demikian, pastinya ada sisi kelebihan maupun kekurangan yang ada pada hunianmu, baik dari sisi bangunan maupun interior hunian.

Hal tersebut tergolong wajar-wajar saja, termasuk permasalahan waktu penyelesaian bangunan. 

Sebab, ada toleransi waktu tertentu yang menyebabkan bangunan tersebut mengalami keterlambatan penyelesaian. 

Kamu pun tidak perlu sepenuhnya menyalahkan pengembang apabila ada hal yang tidak sesuai dengan ekspektasi. 

Oleh sebab itu, ada beberapa hal yang harus kamu perhatikan saat proses serah terima kunci hunian sebagai berikut. 

Serah terima kunci umumnya dilakukan setelah tower atau rumah sudah siap huni 

Harus diakui setiap pengembang mempunyai target tertentu dalam membangun hunian, termasuk rencana hunian yang sudah jadi.

Umumnya, mereka kerap mengumumkan target penyelesaian pada waktu tertentu sesuai dengan iklan mereka, baik dalam kondisi siap huni atau topping off. 

Kedua waktu tersebut merupakan momentum yang tepat untuk developer mengumumkan proses serah terima. 

Adapun, setiap penghuni nantinya akan digilir sesuai waktu sesuai dengan surat yang dikirim oleh pengembang, baik dalam bentuk surel atau surat resmi. 

Saat proses tersebut pun, nantinya pihak pengembang juga melakukan quality control terhadap setiap bangunan maupun unit apartemen.

Jika selama proses tersebut ada beberapa bagian rumah yang tidak sesuai ekspektasi, termasuk kesalahan dan kerusakan pemakaian, kamu pun berhak atas jaminan perbaikan sesuai perjanjian akta jual beli. 

Tak hanya dilakukan oleh pengembang saja, kamu pun juga bisa mengetahui hal tersebut dengan membawa beberapa lampu rumah untuk identifikasi masalah. 

Apabila proses tersebut berjalan dengan lancar, kamu pun akan menerima lembar checklist dan kunci rumah sebagai faktor simbolik. 

Setelah proses tersebut, kamu pun sudah bisa mengisi ruangan interior dengan furnitur sesuai dengan kebutuhan.

Hunian tersebut tak hanya untuk dihuni oleh kamu saja, tapi bisa juga dimanfaatkan untuk disewa, sehingga mendatangkan keuntungan yang besar. 

Hal yang harus kamu perhatikan saat proses serah terima serah terima kunci rumah 

Selain proses quality control yang dilakukan oleh developer, kamu pun juga harus melakukan hal yang sama sebelum menghuni rumah atau apartemen impian kamu. 

Ada beberapa proses yang bisa kamu lakukan pada hunian sebagai berikut. 

1. Tes semua kunci pintu dan penggunaannya 

Langkah pertama saat memasuki rumah atau apartemen adalah memastikan kunci yang diberikan, kamu pun bisa mencoba semua pintu rumah.

Apabila ada kunci yang tidak bisa terbuka, dipastikan ada kerusakan karena kesalahan pembuatan sehingga tidak cocok dengan pintu hunian.

Jika hal tersebut terjadi, kamu pun bisa melaporkan hal ini dan akan digantikan sesuai dengan ketentuan yang ada. 

2. Periksa bagian permukaan dinding rumah 

Tahap selanjutnya adalah memeriksa seluruh bagian dinding rumah untuk mengetahui ada cacat pada plester, permukaan yang tidak rata sekalipun cat dinding yang meluber. 

Sebab, hal ini kerap diabaikan oleh pengembang, terlebih mereka harus dikejar oleh target penyelesaian hunian. 

Kamu pun bisa mendekatkan lampu atau senter pada bagian dinding untuk mengetahui kekurangan tersebut. 

Baca juga: Surat Izin Mendirikan Bangunan Hilang, Bagaimana Prosedur Mengurusnya?

3. Periksa jendela dan kaca pada hunian

Bukalah jendela atau kaca selebar mungkin, pastikan jendela dan kaca dapat tertutup dengan lancar dan rapat.

Kamu pun juga bisa mengamati lapisan cat pada bingkai apakah ada goresan atau tidak yang mengganggu estetika rumah. 

4. Nyalakan semua keran air 

Air merupakan hal yang sangat sensitif bagi tuan rumah, sebab air beserta saluran irigasi menjadi hal yang vital.

Untuk mengetahui kualitas air dan keran, kamu pun bisa membuka semua keran air di dalam rumah untuk mengetahui apakah saluran air berjalan dengan normal atau tidak.

Selain keran air, kamu pun bisa mencoba flushing dan juga shower pada toilet.

5. Uji sistem kelistrikan hunian 

Jika kamu ingin mengetahui proses kelistrikan secara lancar, hal yang paling mudah untuk dilakukan adalah dengan mengisi daya handphone pada charger.

Apabila pengisian daya berjalan dengan normal sesuai dengan daya listrik, maka hal tersebut sudah bisa digunakan dengan baik.

Namun, jika hal ini tidak berfungsi dengan baik, kamu pun bisa mencari tukang listrik yang lebih paham terhadap rangkaian listrik.

Umumnya, jenis kelistrikan hunian dalam bentuk rangkaian paralel agar segala perintah dan pengaturan berjalan dengan baik. 

6.  Periksa lantai rumah

Untuk menguji permukaan lantai rumah dalam keadaan rata atau tidak, kamu pun bisa melempar suatu barang seperti bola yang kasar ke bagian lantai. 

Apabila menggelinding dan berakhir ke sudut rumah, artinya kondisi lantai rumah dalam keadaan baik. 

Namun, apabila bola tersebut berhenti mendadak, artinya kondisi lantai ada yang tidak rata.

7.  Jika rumah atau apartemen dibeli dengan bonus fully furnished, pastikan kualitas furnitur dalam keadaan baik

Saat ini sudah banyak hunian yang dijual dalam keadaan sudah termasuk isi furnitur hunian maupun wardrobe seperti kitchen set.

Untuk memastikan kualitas furnitur dalam keadaan baik, kamu pun harus memeriksa kualitasnya dalam keadaan berfungsi dengan baik.

Cara paling mudah adalah mengetahui mur, baut dan sekrup pada semua furnitur rumah.

Apabila ada yang tidak sesuai, maka kamu pun bisa memberitahu pada pengelola untuk menambah baut maupun reparasi furnitur tersebut.

Sebab, furnitur yang akan kamu terima sepenuhnya sudah termasuk bergaransi.

Baca juga: Mengubah Hak Guna Bangunan Menjadi Sertifikat Hak Milik Ternyata Gampang!

Jika proses serah terima kunci diwakilkan oleh sesama keluarga kandung, perlukah penggunaan surat kuasa sesuai prosedur hukum?

Kesibukan kadang membuat proses serah terima kerap dilupakan oleh tuan rumah, sehingga hal ini pun diwakilkan oleh keluarga baik pasangan suami istri maupun kakak dan adik kandung. 

Lantas, apakah proses serah terima yang diwakilkan harus menggunakan surat kuasa sesuai dengan prosedur hukum yang berlaku?

Jawabannya sangat harus, sebab surat kuasa tersebut bersifat sebagai surat jaminan atas pertanggungan antara tuan rumah, pengembang, dan pihak ketiga yakni keluarga kandung. 

Surat kuasa tersebut dilampirkan bersamaan dengan surat undangan penyerahan kunci yang sudah ditulis dengan materai 6000. 

Dengan demikian, proses tersebut pun bisa dilakukan untuk mencegah pelanggaran hukum yang berlaku. 

Sebab, proses ini menjadi hal yang sensitif dalam proses kepemilikan hunian. 

Dapat disimpulkan jika proses penerimaan kunci pada hunian tidak hanya untuk menikmati hunian, tapi juga berkaitan dengan kualitas hunian yang baik.

Yuk, cari tahu tips dan trik dalam merencanakan hunian dan keuangan rumah selengkapnya di artikel.rumah123.com

Bagikan:
2130 kali