Foto: Rumah123/Getty
   

Sebelum memutuskan beli rumah seken (bekas), kamu harus jeli memeriksa kondisinya karena kamu dan keluarga akan menempatinya untuk waktu yang lama, bukan? Berikut 7 hal penting yang harus kamu periksa untuk memastikan kondisi rumah seken tersebut:

Ke-1. Kondisi Bangunan  

Ajak orang yang paham bangunan semisal tukang atau kontraktor. Periksa fondasi, struktur bangunan, lantai, dan atap. Adakah yang retak, bekas air di dinding yang horizontal, dan apakah ada tanda serangan rayap.

Kamu bisa melihat serangan rayap dari adanya gundukan kecil tanah di beberapa tempat, kondisi kayu-kayu di rumah itu, atau di rumah sebelah. Pasalnya, rayap jika ada di sebuah rumah, tinggal menunggu waktu aja untuk menyebar ke rumah yang lain. Jika semua kayu yang digunakan adalah kayu jati, itu akan lebih baik.

Periksa lantai apakah ada yang mengembung, juga atap, serta dinding, apakah ada bekas air? Tutup semua keran, tapi buka keran utama atau hidupkan pompa air, lalu cari dinding atau lantai yang basah. Jika ada dinding yang basah ini bisa jadi renovasi yang besar biayanya.

Baca juga: Cara Sukses Beli Rumah Seken!

Ke-2. Denah Bangunan 

Mintalah denah rumah terakhir apabila si pemilik rumah memilikinya. Periksa semua ruangan yang ada di denah tersebut, apakah cocok jumlah dan ukurannya ataukah ada ruangan yang hilang? Hal ini berguna untuk penempatan perabotan dan penataan ruangan lainnya.

Ke-3. Usia Bangunan dan Kelengkapan Fasilitas 

Tanyakan usia bangunan, kapan renovasi terakhir, apa yang direnovasi dan mengapa direnovasi? Periksa daya dan distribusi, serta kondisi kabel listrik. Rasakan sirkulasi udara di setiap ruangan, bila sumpek, apakah bisa diperbaiki dengan mudah atau harus dipasang AC?

Periksa intensitas cahaya di setiap ruangan, jika kurang cahaya, ruangan akan lembap, barang cepat berjamur dan menimbulkan bau. Periksa sumber air, gimana kondisi airnya, apakah baik, bisa digunakan untuk minum, mandi, atau mencuci mobil?

Periksa jalur pembuangan sisa rumah tangga dan WC, apakah masih lancar? Cek di mana posisi septic tank, di mana tempat pembuangan sampah dan jadwal pengambilannya. Periksalah juga jalur gas dengan cara yang sama dengan pipa air, apakah ada bau gas yang terasa di ruangan yang jauh dari dapur? Bila bangunan sudah berusia di atas 10 tahun biasanya sudah ada yang harus diganti.

Baca juga: 6 Hal yang Kamu Harus Tahu Saat Beli Rumah Seken

Ke-4. Kondisi Lingkungan 

Cari tahu siapa aja tetangga sekitar rumah itu, sudah berapa lama mereka tinggal di situ. Kalau banyak rumah yang kosong, cari tahu mengapa? Apakah di daerah tersebut pernah atau sering terjadi banjir? Bagaimanakah akses keamanan menuju rumah tersebut? Ini bisa jadi petunjuk soal kenyamanan tinggal di lingkungan tersebut.

Coba jalani rute di hari kerja menuju tempat-tempat biasa kamu dan anggota keluarga beraktivitas. Berapa jarak sebenarnya ke pasar, ke rumah ibadah, ke sekolah, ke rumah sakit, pertokoan, dan lain-lain. Apakah lokasi rumah itu dekat dari jalur yang dilewati angkutan umum?

Coba pula berjalan-jalan di sekitar kawasan rumah itu saat malam. Kenapa malam? Selain tujuannya untuk melihat kondisi penerangan jalan, juga melihat kehidupan lingkungannya. Catat dan foto semua kekurangan yang kamu temui sebagai bahan negosiasi harga, dan sampaikan itu sebelum kamu mengajukan penawaran harga kepada si penjual rumah.

Ke-5. Periksa Tagihan yang Ada 

Pastikan pemilik lama telah membayar semua kewajibannya, tagihan listrik, telepon, air, gas, retribusi kebersihan dan keamanan, pajak rumah tahun berjalan, dan sebagainya.

Baca juga: Harga Rumah Seken Udah Naik 30 Persen, Kamu Masih Aja Belum Punya Rumah?

Ke-6. Ricek Status Kepemilikan 

Hal ini sangat penting. Ketahui alasan pemilik menjual rumah itu, siapa nama yang tercantum di sertifikat rumah, apa hubungannya dengan si penjual, dan pertanyaan penting yang lainnya.

Ke-7. Pastikan Ada IMB 

Salah-satu syarat pengajuan KPR adalah IMB (Izin Mendirikan Bangunan). Jadi, pastikan rumah tersebut memiliki IMB. Pasalnya, akan ada biaya tambahan jika IMB gak dipegang oleh si pemilik. Golongan pemugaran bisa kamu lihat di IMB ataupun di Dinas Tata Kota setempat. Periksa ukuran rumah yang tertera di sertifikat, PBB, dan IMB, cocok gak dengan bangunan dan tanah yang sebenarnya?

Bagikan: 724 kali