jakarta tenggelam- rumah123.com Jakarta Menjadi Salah Satu Kota yang Terancam Tenggelam. Permukaan Tanah Sejumlah Kawasan di Jakarta Utara Sudah Turun Drastis (Foto: Rumah123/Getty Images)

Jakarta menjadi salah satu kota yang terancam tenggelam. Jakarta tidak sendirian. Ada sejumlah kota besar lainnya di dunia yang memiliki masalah serupa.

World Economic Forum pernah menyatakan bahwa Jakarta merupakan salah satu kota di dunia yang terancam tenggelam paling cepat. Kebetulan, Jakarta juga berada di kawasan rawa dengan belasan aliran sungai.

Bahkan, BBC pernah melansir bahwa 95 persen Jakarta Utara akan tenggelam pada 2050. Hal ini bisa berdampak kepada 1,8 juta penduduk yang tinggal di kawasan pesisir Jakarta.

Baca juga: 3 Alasan Kenapa Jakarta Bakal Jadi Kota Yang Paling Cepat Tenggelam

Jakarta telah mengalami penurunan tanah sedalam empat meter dalam 30 tahun terakhir. Jakarta Utara mengalami penurunan paling parah sebesar 2,5 meter dalam 10 tahun saja.

Penurunan ini dua kali lipat dari rata-rata penurunan tanah secara global untuk kota-kota besar yang berada di tepi pantai.

Ada sejumlah hal yang bisa menyebabkan hal ini. Pertama, kenaikan permukaan laut akibat pemanasan global. Kedua, penyedotan air tanah secara masif.

Baca juga: Ngeri, 95% Jakarta Utara Bakal Tenggelam Pada 2050

Sejak 1983, Badan Antariksa Amerika Serikat, NASA melakukan pemindaian melalui satelit. Ada kenaikan air laut yang cukup signifikan.

Sementara penyedotan air tanah terjadi karena Jakarta belum memiliki saluran air dari PAM yang menjangkau seluruh wilayah. Masyarakat lebih suka menyedot air tanah dengan menggunakan mesin pompa air.

Jakarta tidak sendirian perihal kota yang terancam tenggelam. Ada sederetan kota besar di dunia yang mengalami hal yang sama.

1. Houston, Amerika Serikat

Kota ini mengalami penurunan tanah akibat pengambilan air tanah. The Houston Chronicle melansir kalau kawasan Harris County telah mengalami penurunan tanah hingga tiga meter sejak 1920.

Badan Geologi Amerika Serikat yang menyatakan hal di atas. Saat ini, kawasan ini mengalami penurunan tanah sebesar 5 cm per tahun.

2. Lagos, Nigeria

Kota ini menjadi kota dengan jumlah penduduk terpadat di benua Afrika. Pada 2015, jumlah penduduknya diperkirakan mencapai 21 juta orang.

Pada 2012, sebuah riset dilakukan untuk mengetahui potensi banjir, erosi, dan lainnya. Hasilnya, garis pantai Nigeria memang rendah. Saat pasang, air bisa setinggi tiga meter.

3. New Orleans, Amerika Serikat

Pada awal 1930-an, hanya sepertiga kawasan New Orleans berada di bawah permukaan laut. Saat Badai Katrina terjadi pada 2005, angkanya naik menjadi separuh.

Kota ini rentan terhadap kenaikan air laut. New Orleans dibangun di atas tanah yang tidak padat. Pakar menemukan kalau rata-rata penurunan tanah sebesar 1 cm per tahun.

4. Beijing, China

Sebuah penelitian yang dilakukan pada 2016 mengungkapan kalau beberapa kawasan di Beijing mengalami penurunan tanah sebesar 10 cm per tahun. Hal ini terjadi lantaran pengambilan air tanah seperti halnya Houston dan Jakarta

Sebenarnya, Beijing bukan merupakan kota di tepi pantai. Namun, kota ini masih mengandalkan air tanah sebagai sumber utama air. Penyedotan air tanah membuat kota ini mengalami penurunan tanah.

5. Washington, Amerika Serikat

Riset yang dilakukan pada 2015 menghasilkan temuan kalau ibu kota Amerika Serikat ini berpotensi mengalami penurunan tanah sebesar 15 cm dalam 100 tahun ke depan.

Penurunan tanah di kota ini terjadi karena lapisan es dari zaman es terakhir. Para peneliti percaya kalau kawasan ini akan mengalami penurunan tanah secara perlahan.

Baca juga: Sudah Banyak Kok Negara yang Memindahkan Ibukotanya, Indonesia Bakal Menyusul Nih

Bagikan: 9134 kali