Apartemen Sentra Timur Residence termasuk berlokasi strategis karena dekat dengan Terminal Pulo Gebang dan akses jalan Tol Tanjung Priok. Foto: Rumah123/Sentratimur.com

Meskipun tiada hari tanpa kemacetan lalu-lintas dan padat penduduk, Jakarta masih jadi kota seksi yang diminati. Termasuk untuk tujuan investasi properti.

Saat ini mungkin bisnis properti di kota ini sedang ‘tiarap’ karena sejumlah pembangunan proyek infrastruktur (MRT/LRT), jalan layang (fly-over), terowongan (underpass) yang menyebabkan kemacetan lalu-lintas hampir di seluruh penjuru kota. Para penyewa properti maupun calon pembeli menjauhi wilayah macet parah. Sebut saja di Kelapa Gading yang sedang berlangsung pembangunan LRT.

Akan tetapi, coba saja tunggu beberapa waktu, pada saat semua pembangunan proyek tersebut rampung, wilayah-wilayah yang dilalui transportasi massal atau angkutan umum akan ramai penyewa dan pembeli.

Baca juga: Berinvestasi di Sentra Timur Superblok Bakal Tumbuh 6 Kali Lipat, Kok Bisa?

Terbatasnya lahan di Jakarta, menyebabkan banyak hadirnya hunian vertikal. Baik yang dibangun oleh pemerintah maupun pihak swasta.  Saat ini pemerintah sedang gencar membangun hunian terintegrasi stasiun kereta rel listrik (KRL) atau commuter-line.

Namun, sejumlah rusun atau apartemen yang telah berdiri memang sudah dekat dengan stasiun, sebut saja Apartemen Kalibata City yang dekat dengan Stasiun Kalibata, Rusun Klender yang dekat dengan Stasiun KRL Klender, dan lain-lain.

Superblok Sentra Timur yang berlokasi di Jakarta Timur juga dekat dengan Terminal Bus Pulo Gebang dan jalan tol. Potensi investasi properti di superblok ini prospektif karena kawasan ini terintegrasi langsung dengan Tol JORR dan Tol Akses Tanjung Priok sepanjang 14 kilometer.

Baca juga: Green Pramuka City Traktir Jajanan Kampoeng Nusantara Sambil Bagi-Bagi Kartu E-Toll Gratis

Beroperasinya Tol Tanjung Priok tersebut mampu mengurangi kemacetan di Kota Jakarta. Bagi warga Jakarta Timur, dapat mengakses kawasan Tanjung Priok hanya dalam waktu 5 menit. Ke destinasi hiburan Ancol pun hanya butuh waktu sekitar 15 menit saja.

Buat kamu yang ingin berinvestasi di Jakarta, bisa menyimak cara menangguk untung berinvestasi properti di Ibu Kota dengan memperhatikan hal berikut ini:

  1. Lokasi Strategis

Tentunya ini syarat utama. Siapa yang mau tinggal di tempat yang sulit terjangkau? Strategis itu selain lokasinya mudah dijangkau, juga tersedia akses mudah ke lokasi. Lebih-lebih kalau aksesnya banyak, maka nilai investasi propertinya lebih tinggi. Mengapa kaum urban memilih tinggal di apartemen? Ya antara lain karena lokasinya, sebut saja berada di titik keramaian, dekat dengan perkantoran, pusat perbelanjaan, sekolah, ataupun kampus.

Baca juga: Strategisnya Synthesis Square dan Samara Suites di Jalur Transportasi Massal

  1. Terintegrasi Angkutan Publik

Kemacetan di Jakarta menjadi salah satu hal yang paling menyiksa. Perjalanan dari stau tempat ke temat lain bisa memakan waktu yang banyak. Lebih-lebih di jam-jam sibuk. Saat ini pemerintah berupaya mengurangi kemacetan jalan dengan membangun MRT/LRT. Juga hunian yang berkonsep Transit Oriented Development (TOD). Permukiman ini terintegrasi dengan angkutan publik yakni stasiun KRL dan lainnya.

Hunian TOD yang saat ini sedang dibangun adalah rumah susun sederhana milik (Rusunami) untuk masyarakat berpenghasilan rendah (hunian bersubsidi) dan apartemen sederhana milik (Anami) untuk semua warga. Lokasi hunian TOD tersebut ada di Stasiun Tanjung Barat, Palmerah, Tanah AbangSelain pembangunan Rusunami untuk golongan MBR di dekat stasiun KRL Tanjung Barat, Senen, Manggarai.

Baca juga: 5 Hunian TOD di Jakarta Berharga Terjangkau dan Lokasi Strategis, Mau?

Ada juga Apartemen Signature Park di Cawang yang dekat dengan stasiun KRL dan LRT.  Juga ada Samara Suites di Synthesis Square, Jalan Gatot Subroto, yang dekat dengan halte bus Transjakarta dan stasiun LRT. Green Pramuka City juga dekat dengan halte bus Transjakarta dan pintu tol arah Bandara Soekarno Hatta. Masih banyak apartemen lain yang dekat dengan moda transportasi publik.

Hunian vertikal tersebut harganya cenderung merangkak naik. Lebih-lebih nanti saat proyek infrastruktur yang dibangun pemerintah semuanya rampung.

  1. Pengembang Tepercaya

Pengembang dengan proyek-proyeknya yang tepercaya tentunya akan lebih dilirik calon pembeli atau penyewa ketimbang pengembang pemula.  Namun, tak berarti pemain pemula tak bisa membangun hunian yang bagus. Untuk itu, informasi sebanyak mungkin perlu kamu dapatkan tentang reputasi pengembang dan komitmennya membangun hunian yang berkualitas.

  1. Fasilitas Lengkap

Perhatikan fasilitas yang tersedia, apakah sesuai dengan gaya hidup kaum urban, semisal adakah kolam renang, gym, sport club, cafe, minimarket, mal, dan lahan parkir yang memadai. Kalau fasilitas lengkap, kamu bisa berharap meraih keuntungan investasi dari harga sewa apartemen maupun harga jualnya kembali di masa yang akan datang.

Baca juga: South Hills, Apartemen Mewah Rp3-7 Miliar di Pusat Kota Jakarta

  1. Bisnis Sewa Apartemen

Pangsa pasar sewa apartemen di Jakarta cukup besar, sehingga dapat mendatangkan pendapatan pasif bagi kamu, sambil menunggu kenaikan harga untuk menjualnya kembali. Tak hanya menjaring pasar sewa bagi eksekutif pendatang dari luar Jakarta, ekspatriat juga merupakan target pemasaran unit rental utama di Jakarta.

  1. Jual Kembali pada Saat Tepat

Kamu harus jeli melihat waktu yang tepat untuk menjual unit propertimu kembali. Situasi politik dan ekonomi yang membaik akan menciptakan atmosfer di sektor properti yang baik pula. Pada saat yang seperti ini, transaksi properti akan memberikan keuntungan maksimal.

 
Bagikan: 826 kali