kontrakan sempit

Pastinya kamu tidak ingin tinggal di kontrakan sempit selamanya kan? Makanya ikuti cara membeli rumah tapak atau apartemen secepatnya. 

Harga properti terus naik dengan cepat setiap tahunnya, sementara kenaikan penghasilan tidak bisa mengejarnya. 

Pastinya kamu bertanya pada diri sendiri, kapan ya bisa punya rumah sendiri meski kecil tapi nyaman. 

Bagi kamu yang baru menikah tentunya memimpikan punya rumah sendiri agar bisa hidup mandiri. 

Memangnya kamu bisa betah tinggal satu atap dengan mertua atau orang tua yang pastinya rawan konflik. 

Begitu juga dengan kamu yang sudah menjadi mom and dad, kamu pasti pengen punya rumah sendiri. 

Kamu tidak ingin lagi tinggal di rumah kontrakan sempit yang harga sewanya terus naik setiap tahun. 

Lantas bagaimana dong untuk bisa memiliki hunian sendiri secepatnya, bagaimana caranya sih?

Kapan sih generasi milenial bisa punya rumah tapak atau apartemen sendiri, tidak tinggal lagi di kontrakan sempit. 

“Targetkan punya rumah. Pastikan punya sisa dari penghasilan,” kata Kaukabus Syarqiah CFP kepada Rumah123 beberapa waktu lalu

“Kalau nggak ada target, nggak akan tercapai. Kasih tenggat waktu, kapan? Kalau nggak, jadinya kapan-kapan,” ujar wanita yang akrab disapa Kiki. 

Kaukabus merupakan perencana keuangan atau financial planner dan juga staf pengajar di perguruan tinggi. 

Punya Target Beli Properti Biar Tidak Tinggal di Kontrakan Sempit 

kontrakan sempit

Kaukabus menyatakan generasi milenial harus memberikan target kapan harus punya rumah atau hunian. 

Tentukan waktunya kapan bisa beli rumah atau apartemen, dua tiga atau empat tahun lagi dari sekarang. 

Kaum milenial harus mengatur penghasilan dan juga pengeluaran bulanan agar bisa membeli rumah. 

Ada pengeluaran untuk konsumsi, investasi, dan juga tabungan, pembelian hunian termasuk dalam pos investasi. 

Besaran pengeluaran untuk pembelian rumah atau apartemen antara 30 hingga 35 persen dari penghasilan bulanan.

Kalau kamu memiliki penghasilan Rp5 juta per bulan, paling tidak Rp1,5 juta hingga Rp1,75 juta disisihkan untuk cicilan hunian. 

Seandainya, kamu dan pasangan mempunya double income yang sama, maka kemampuan cicilan antara Rp3 juta hingga Rp3,5 juta. 

Jika kamu belum memiliki anak, kamu memang bisa tinggal di apartemen studio meski memang tidak ideal. 

Namun, kemampuan mencicil kamu memang hanya pas untuk membeli apartemen tipe studio di Jakarta. 

Maka pilihannya adalah melirik rumah tapak di pinggiran Jakarta, kamu masih bisa mendapatkan rumah yang layak. 

Namun, sebelum mencicil rumah via KPR (Kredit Pemilikan Rumah), kamu harus menyiapkan uang muka atau down payment (DP). 

Kalau kamu melirik rumah Rp400 juta di pinggiran Jakarta, kamu harus menyiapkan setidaknya DP 10%. 

Jika kamu dan pasangan mengumpulkannya bersama, kamu bisa mengumpulkan Rp36-42 juta dalam satu tahun. 

Jumlah ini sesuai dengan perhitungan di atas tadi dengan memakai skema joint income suami istri.

Ini belum memasukkan THR (Tunjangan Hari Raya) dan bonus lho, jadi kamu memang bisa mengumpulkan DP dalam setahun. 

Seandainya, kamu tidak bisa mengumpulkannya dalam waktu setahun, sebenarnya kamu bisa mencari pekerjaan sampingan.

 

Cara Beli Rumah dengan Cepat Biar Tidak Tinggal di Kontrakan Sempit 

1. Memiliki Target Saat Mencari Properti

Saat mencari rumah, kamu dan pasangan harus memiliki target dengan mempersempit pencarian. 

Misalnya kamu mencari rumah di Bekasi yang dekat akses KRL Commuter Line, harga Rp400 juta, target pencarian 6 bulan. 

Kamu bisa memanfaatkan marketplace, pameran properti, informasi saudara, mendatangi marketing gallery, dan lainnya.   

2. Targetkan Waktu Menabung DP 

Saat masih proses mencari, targetkan juga kalau dalam waktu satu tahun telah memiliki sekian puluh juta rupiah. 

Kalau masih ada kekurangan sedikit atau mungkin belasan juta rupiah, kamu bisa meminjam ke orang tua atau mertua. 

Atau kamu bisa meminta perusahaan pengembang memberikan keringanan untuk mencicil DP, biasanya developer memiliki skema ini. 

3. Bersiap Mencicil KPR

Setelah mendapatkan rumah dan membayar DP, fase berikutnya adalah mencicil rumah dengan jangka waktu yang ditentukan. 

Tidak ada salahnya untuk mencicil rumah dengan jangka waktu 15-20 tahun karena cicilan tidak memberatkan. 

Biasanya KPR menggunakan skema bunga flat pada 2-3 tahun pertama dan skema floating setelahnya. 

4. Belajar Hidup Hemat 

Ketika mencicil rumah, pastinya pengeluaran akan terfokus pada pos yang bisa mencapai 35 persen dari penghasilan. 

Saatnya, kamu belajar hidup hemat misalnya dengan membawa makanan ke kantor, naik transportasi massal ke kantor. 

Kurangi juga pengeluaran untuk gaya hidup, ingat mengurangi dan bukan menghilangkan pos pengeluaran gaya hidup. 

5. Mencari Pemasukan Tambahan 

Penghasilan tiap bulan pas-pasan untuk menutupi pengeluaran terutama untuk cicilan KPR? Saatnya cari pemasukan tambahan. 

Banyak cara untuk mendapatkan pemasukan tambahan mulai dari memanfaatkan keahlian atau hobi. 

Kamu hobi memasak, ya buat saja kue atau kamu memang ahli dalam teknologi informasi, cari side job pada akhir pekan. 

6. Biasa Melakukan Perbaikan Sendiri 

Untuk menghemat pengeluaran, kamu harus belajar melakukan perbaikan sendiri seperti mengganti kran, mengecat, dan lainnya. 

Pada Juli 2020, ongkos tukang bangunan sudah mencapai Rp200 ribu per hari, jadi bayangkan yang bisa dihemat kalau ada perbaikan kecil. 

Namun, kamu memang harus menyiapkan dana darurat untuk renovasi rumah setelah lima tahun. 

Nah, mudah-mudahan dengan menerapkan tips ini, kamu tidak lagi tinggal di kontrakan sempit ya. 

Jangan lupa untuk melihat up date berita terkini, artikel properti, dan juga tips gaya hidup dari situs properti Rumah123.com.

Baca juga: 12 Tips Negosiasi Saat Membeli Rumah Second

Bagikan:
5210 kali