beli rumah

Dalam melakukan transaksi pembelian rumah, tak hanya biaya dari harga rumah yang harus kamu keluarkan. 

Ada berbagai biaya lainnya yang juga harus diperhitungkan. 

Dengan begitu, kamu jadi siap saat harus mengeluarkan biaya-biaya ini. 

Simak enam biaya lain yang akan dikeluarkan saat melakukan pembelian rumah:

Booking Fee

Biaya ini biasanya menggambarkan keseriusan konsumen kepada pengembang dalam memesan sebuah properti, baik rumah maupun apartemen. 

Saat kamu menemukan rumah yang cocok, maka kamu perlu menyiapkan sejumlah dana untuk booking fee

Besaran booking fee biasanya berbeda-beda tergantung dari ketentuan pengembang. 

Namun, yang perlu kamu pahami adalah booking adalah biaya yang berbeda dari down payment (DP)

Meski begitu, beberapa pengembang biasanya akan memotong biaya DP sesuai dengan booking fee yang kamu bayarkan. 

Biaya Akta Notaris

biaya notaris

Biaya pembelian rumah yang kedua adalah biaya akta notaris. 

Pengesahan atas proses jual beli ini terjadi melalui jasa notaris atau sering disebut sebagai Pejabat Pembuat Akta Tanah (PPAT)

Notaris memegang peran penting karena ia adalah satu-satunya pihak yang berwenang atas keabsahan dari proses jual beli rumah. 

Biaya notaris biasanya tergantung pada seberapa banyak dokumen yang harus diurus serta harga yang ditentukan oleh notaris itu sendiri.

Biaya Cek Sertifikat

Meski terdengar sepele, kamu juga harus memperhitungkan biaya cek sertifikat

Sebab, pengecekan sertifikat adalah hal yang penting untuk menghindari adanya sengketa di masa depan. 

Jangan sampai, kamu malah baru tahu kalau rumahmu terkena kasus sengketa setelah membelinya. 

Pengecekan sertifikat rumah ini bisa kamu lakukan di kantor pertanahan setempat.

Harganya pun biasanya berbeda tergantung wilayah, mulai dari Rp50 ribu hingga Rp300 ribu.  

Biaya Balik Nama

contoh sertifikat hak milik - rumah123.com

Bea Balik Nama (BBN) adalah biaya yang dikenakan kepada pembeli saat proses balik nama Sertifikat Hak Milik dari penjual. 

Biaya balik nama biasanya dapat diurus oleh developer jika membeli rumah melalui developer. 

Namun kamu juga bisa mengurusnya sendiri jika membeli rumah tersebut tanpa melalui developer. 

Biaya dari BBN ini bisa berbeda-beda, namun besarannya rata-rata sekitar 2 persen dari nilai transaksi yang kamu lakukan. 

Bea dan Pajak

Biaya ini bisa dibilang akan merogoh kocek agak dalam sebab, setidaknya ada tiga bea dan/atau pajak yang harus dibayarkan. 

Ketiganya adalah Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB), Pajak Pertambahan Nilai (PPN), dan Pajak Penjualan Barang Mewah (PPnBM).

BPHTB adalah pajak jual beli yang dibebankan kepada pembeli. 

Besaran dari BPHTB ini adalah 5 persen dari nilai transaksi. 

Kemudian, jumlahnya dikurangi nilai perolehan objek pajak tidak kena pajak (NPOPTKP).

NPOPTKP juga memiliki nilai yang berbeda sesuai dengan kebijakan pemerintah daerah setempat. 

Lalu, ada PPN yang merupakan pajak yang dibebankan kepada pembeli untuk primary property (properti baru). 

Jadi, jika kamu berencana membeli rumah baru, maka kamu harus memperhitungkan pajak yang satu ini ya. 

Besarannya adalah 10 persen dari harga rumah yang kamu beli. 

Biaya dari bea dan pajak yang terakhir adalah PPnBM, pajak yang dibebankan kepada pembeli yang rumahnya dikategorikan sebagai barang mewah. 

Rumah tergolong barang mewah jika harga jualnya melebihi Rp20 Miliar dan Rp10 Miliar. Besaran dari PPnBM ini adalah 20 persen dari harga jual.

Asuransi

asuransi rumah

Biaya di balik pembelian rumah yang terakhir adalah biaya asuransi. 

Bagi kamu yang menggunakan layanan KPR, terdapat biaya-biaya asuransi yang perlu diketahui. 

Salah satunya adalah asuransi jiwa untuk KPR yang memberikan jaminan bantuan jika terjadi hal yang tidak terduga. 

Asuransi ini berperan untuk meminimalisir resiko, baik terhadap pihak yang melayani KPR dan juga nasabah KPR. 

Dalam kondisi nasabah KPR meninggal dunia, tim KPR nantinya akan membantu ahli waris untuk melunasi sisa cicilan KPR. 

Dengan demikian, asuransi ini akan membantu meringankan beban ahli waris melunasi sisa cicilan.

Selain asuransi jiwa untuk KPR, terdapat pula asuransi properti yang dapat memberikan perlindungan kepada properti yang kamu beli. 

Asuransi ini dapat membantu mengurangi kerugian apabila terjadi kerusakan pada rumah yang diasuransikan. 

Itulah enam biaya di balik pembelian rumah yang harus kamu perhatikan. 

Jangan lupa kunjungi artikel.rumah123.com untuk dapatkan artikel menarik lainnya seputar properti. 

Kamu juga bisa mencari properti yang sesuai kebutuhanmu seperti Casa de Parco hanya di www.rumah123.com.

Bagikan:
3059 kali