virus corona Ilustrasi Orang Tua dan Anak. Ada Lima Tips yang Bisa Dilakukan Orang Tua Saat Menjelaskan Virus Corona Kepada Anak (Foto: Rumah123/Freepik.com)

 

Ada sejumlah tips yang bisa dilakukan saat bicara virus corona kepada anak. Pastinya mereka sudah mendengar penyebaran virus ini di Indonesia. 

Pemberitaan soal virus corona menghiasi televisi, media online, sosial media, hingga aplikasi percakapan. 

Apalagi setelah Presiden Joko Widodo mengumumkan kalau ada dua warga negara Indonesia yang terkena virus ini pada Senin (2/3/2020). 

Masyarakat pun mengetahui kalau dua orang ini tinggal di Depok, Jawa Barat. Kekhawatiran dan juga kepanikan pasti muncul. 

Sejumlah orang terlihat menimbun bahan makanan. Masker sulit didapatkan. Bahkan, ada yang menimbun masker. 

Virus Corona atau Covid-19 mulai menyebar pertama kali di Wuhan, China. Kasus pertama mulai diketahui pada 1 Desember 2019. 

Setelah itu, virus ini menyebar ke sejumlah negara termasuk Indonesia. Situs berita online Kompas.com sempat melansir jumlah korban hingga Jumat (6/3/2020). 

Jumlah mereka yang terinfeksi mencapai 98.424 orang, sebanyak 55.367 orang di antaranya sembuh. 

Sementara mereka yang meninggal mencapai 3.386 orang. Mayoritas korban berasal dari China, khususnya Wuhan. 

Kekhawatiran tertular virus ini tentu hal yang wajar. Orang dewasa takut tertular. Apalagi virus ini belum memiliki obatnya. 

Lantas bagaimana dengan anak-anak? Mereka mungkin mengetahui virus corona ini dari teman sebaya, media sosial, dan lainnya. 

Sebagai orang tua, kamu harus bisa mengajak anak untuk mengerti mengenai virus corona dengan baik. 

Situs berita New York Times memberikan tips bagaimana menjelaskannya kepada anak dengan mudah. 

New York Times meminta pendapat dari dokter, psikolog, dan juga pakar keselamatan dalam mengulas tips. 

1. Mencari Tahu Apa yang Diketahui Anak 

Orang tua harus mulai untuk berbincang kepada anak mengenai apa yang diketahuinya perihal virus corona. 

Kalau anak-anak mendengar kalau orang-orang di seluruh dunia akan meninggal. Atau ada sesuatu yang menakutkan datang, maka kamu harus berbincang untuk menjelaskannya secara panjang lebar. 

Namun, lain halnya kalau mereka hanya mendengar kalau wabah ini hanya seperti flu. Kamu harus bisa menyesuaikan pembicaraan. 

Jika anak kamu masih di bawah enam tahun dan belum mendengar soal virus ini, sebaiknya kamu tidak perlu menjelaskannya. 

Bisa jadi kalau kamu punya memperbincangkannya, anak mulai merasa khawatir dan takut mengenai virus. 

2. Memahami Ketakutan Diri Sendiri 

Kamu harus bisa memastikan kalau kamu tidak panik dan tidak takut saat membicarakan virus ini kepada anak. 

Sikap dan perilaku kamu akan mengarah pada kecemasan dan kepanikan. Padahal kamu berencana untuk menjelaskan virus corona kepada anak. 

Jadi kamu harus berusaha memahami ketakutan diri sendiri sebelum berbicara dengan anak-anak. 

Kamu bisa berbicara dengan teman, orang tua, pasangan, atau terapis. Jangan sampai saat kamu bicara dengan anak-anak, mereka merasa ketakutan. 

3. Jangan Biarkan Anak Menghadapi Rasa Takut

Anak-anak mungkin akan merasa ketakutan lantaran teman-temannya bercerita kepada dia kalau anak akan mati. 

Hal ini merupakan ketakutan yang nyata. Kamu sebagai orang tua harusnya menganggap hal ini sebagai sesuatu yang serius. 

Orang tua harus mendengarkan anak-anak. Orang tua juga harus mencari tahu yang dirasakan oleh anak. 

Setelah itu, orang tua harus bisa memberitahu, caranya dengan membisikkan kalau hal itu memang menakutkan. 

Kamu juga bisa bercerita mengenai hal menakutkan saat kecil. Cara ini bisa membuat anak untuk tenang sejenak. 

Usai bercerita, kamu dan keluarga bisa melakukan rutinitas sehari-hari. Saat makan malam, kamu bisa bercerita lagi mengenai virus corona kepada anak. 

4. Bicara Sesuai dengan Usia Anak 

Jika kamu bicara kepada anak mengenai virus, kamu bisa memberikan perumpamaan. Kamu bisa bercerita kepada anak. 

Ceritanya bisa soal beragam jenis virus. Salah satu jenis virus itu adalah virus corona yang saat ini sedang menyebar. 

Saat bercerita, kamu juga harus memerhatikan usia anak dan juga seberapa pemahaman mereka mengenai virus corona. 

Salah satu solusi lainnya adalah bercerita mengenai penyebaran penyakit ini memang baru, dokter berusaha mengatasi orang sakit, dan meyakinkan anak agar tidak perlu khawatir. 

Kamu juga bisa meyakinkan kepada anak kalau ada ilmuwan atau orang pintar di seluruh dunia berusaha untuk membuat orang aman dan sehat. 

5. Menekankan Pentingnya Kesehatan 

Pastikan anak-anak untuk mencuci tangan selama melakukan beragam aktivitas. Kamu harus mengingatkan mereka. 

Anak-anak harus cuci tangan selama 20 detik sebelum makan dan sesudah makan, setelah dari kamar mandi, setelah bermain di luar, setelah mengeluarkan cairan dari hidung, atau memasukkan tangan ke mulut. 

Cuci tangan yang baik adalah menggunakan air dan sabun. Pastikan anak-anak melakukan hal ini secara rutin.

Baca juga: Antisipasi Penyebaran Corona, MRT Jakarta Larang Penumpang Demam Untuk Naik

Baca juga: LRT Jakarta dan LRT Palembang Antisipasi Penyebaran Virus Corona

Bagikan:
1747 kali