Hati-hati! Data pribadi yang terdaftar pada akun e-commerce bisa tersebar luas! Ini tindakan preventif yang bisa dilakukan untuk menghindarinya.

data pribadi - rumah123.com

Baru-baru ini, salah satu e-commerce terbesar di Indonesia, Tokopedia menjadi perbincangan hangat karena isu peretasan.

Dilansir dari Katadata.co.id, sekitar 15 juta data pengguna platform Tokopedia dikabarkan diretas dan dijual melalui situs gelap (dark web). 

Harga yang ditawarkan kabarnya mencapai US$ 5.000 atau sekitar Rp 73,4 juta (kurs Rp 14.600 per US$).

Hingga saat ini, pihak Tokopedia sudah membenarkan adanya upaya pencurian, terhadap data pengguna di platform jual beli miliknya.

Hal ini tentunya harus menjadi perhatian. Bukan hanya bagi Tokopedia sebagai penyedia layanan, melainkan juga bagi penggunanya.

Sebab, kebocoran seperti ini sangat mungkin terjadi pada layanan online lainnya. 

Bukan hanya layanan e-commerce, melainkan semua layanan berbasis internet yang meminta data pribadi pengguna. 

Ketika hal ini terjadi, data pribadi milik pengguna yang menjadi korban berpotensi disalahgunakan untuk berbagai tindak kejahatan, seperti penipuan atau pemerasan. 

Untuk menghindari menjadi korban, para pengguna e-commerce juga harus pintar-pintar dalam menjaga keamanan data pribadi. 

Dilansir dari Legal Zoom, berikut adalah beberapa tindakan yang bisa diambil bagi pengguna e-commerce untuk melindungi data pribadi-nya:

Gunakan password yang kuat berupa kalimat

Banyak orang yang menyepelekan password dan menggunakan password lemah, seperti berupa tanggal lahir, atau “1234”, atau kata sandi yang sama.

Alasannya agar password tersebut mudah diingat untuk masuk ke berbagai platform.

Ini merupakan perilaku berisiko, karena jika pencuri identitas menemukan satu kata sandi, tidak sulit untuk masuk ke lebih banyak akun milikmu. 

Ganti password menjadi kalimat agar tak mudah ditebak. Misalnya, kamu sebelumnya menggunakan kata sandi “topi1234”, ganti menjadi “topi_saya_bundar1234”.

Atur otentikasi ganda untuk mengakses apapun yang berhubungan dengan keuangan

Baik itu ketika kamu membuka rekening, checkout keranjang belanjaanmu di e-commerce, atau hanya membuka aplikasi yang terdapat informasi keuanganmu, pastikan untuk melakukan otentikasi ganda untuk bisa mengaksesnya.

Biasanya otentikasi ganda tersebut dilakukan dengan kode OTP yang nantinya masuk ke email atau pun nomor ponsel pengguna. 

Dengan begitu, walaupun ada orang lain yang mengetahui passwordmu, mereka tetap tidak akan bisa mengakses akunmu tanpa memasukkan kode OTP tersebut. 

Hindari bertransaksi dengan menggunakan wifi publik

Kamu tidak pernah tahu seberapa aman jaringan dari wifi publik yang kamu gunakan. 

Tak menutup kemungkinan wifi umum yang tersebar di ruang publik seperti hotel, dan bandara memiliki spyware yang mencatat informasi pribadimu.

Maka dari itu, hindari melakukan transaksi keuangan ketika menggunakan wifi publik, karena risikonya sangat besar.

Gunakan jaringan pribadi yang sudah pasti jauh lebih aman.

Baca juga: Mencuri Wifi Tetangga Ternyata Bisa Dipenjara!

Update aplikasi secara berkala

Aplikasi-aplikasi layanan umum seperti e-commerce seringkali menyediakan pembaruan keamanan secara berkala. 

Kamu yang menggunakan aplikasi tersebut disarankan untuk menerima setiap pembaruan keamanan sebelum memulai melakukan transaksi jual beli. 

Pencurian data pengguna sangat rentan terjadi dalam platform e-commerce dengan sistem keamanan yang lemah.

Hati-hati ketika mendapatkan tautan yang tidak jelas sumbernya

Tautan yang tak jelas sumbernya bisa menginfeksi perangkat yang kamu gunakan dengan malware.

Maka dari itu, berhati-hatilah saat berkomunikasi atau berbelanja online, dan jangan sembarangan mengklik tautan yang tidak jelas sebagai salah satu langkah keamanan paling sederhana. 

Baca juga: 9 Kesalahan Saat Belanja Bulanan Ini Bikin Rekening Bocor!

Bagaimana cara mengetahui akun yang pernah diretas atau tidak, dan apa yang harus dilakukan jika akun sudah terlanjur diretas?

Langkah-langkah di atas adalah cara yang bisa kamu tempuh untuk mencegah data pribadi milikmu diretas oleh hacker

Untuk bisa mengetahui apakah akun dan password milikmu pernah bocor atau tidak, kamu bisa memeriksanya di avast.com.

Situs tersebut adalah situs keamanan internet lintas platform untuk Microsoft Windows, macOS, Android dan iOS. 

Caranya, akses situs berikut: https://www.avast.com/hackcheck/. 

Nantinya, Avast akan melaporkan berapa kali akun dan password milikmu bocor di pasar gelap. 

Lalu, apa yang harus dilakukan jika data pribadi-mu terlanjur bocor? 

Dilansir dari CNN Indonesia, seorang pengamat siber Alfons Tanujaya mengatakan bahwa langkah paling tepat adalah dengan cara mengubah password.

Ketika kamu mengganti password,  peretas tidak akan bisa mengelola akun kamu lagi. 

Namun, pastikan untuk menggunakan password dengan tingkat kesulitan yang tinggi.

Bagikan:
960 kali