Anak-anak tak bisa sembarangan diberi obat. Untuk itu, agar anak tak kehilangan nutrisi ketika diare, beri obat diare anak yang aman dikonsumsi ini!

obat diare anak

Banyaknya jenis obat diare anak di pasaran kerapkali membuat orangtua kebingungan untuk memilih. 

Belum lagi dengan kondisi diare anak yang mungkin berbeda. 

Diare adalah penyakit yang ditandai dengan frekuensi BAB (buang air besar) yang lebih dari tiga kali sehari.

Feses yang keluar saat BAB umumnya cair atau lembek. 

Jika tidak diobati dengan cepat, diare bisa membuat anak menjadi lemas karena dehidrasi. 

Namun, diare biasanya dapat membaik sendiri dalam dua hari. Hal itu dapat diatasi dengan asupan air mineral yang cukup dan konsumsi makanan berserat seperti roti atau pisang. 

Air mineral berfungsi untuk menggantikan cairan yang hilang saat diare.

Sementara, makanan berserat akan meringankan kerja pencernaan yang sedang dilanda diare. 

5 cara aman memberikan obat diare

Selain asupan air mineral dan makanan berserat, memberikan obat diare bisa jadi opsi untuk mengatasi diare pada anak. 

Berikut lima obat diare yang aman digunakan tanpa resep dokter:

1. Entrostop Anak Sirup

Entrostop Anak Sirup 10 ml dapat mengobati diare dan gejala yang disertai seperti perut melilit, mual dan kembung pada anak.  Komposisi kandungan yang terdapat di dalamnya adalah:

- Psidii folium leaf extr 100 mg, 

- Curcuma domestica rhizoma extr 80 mg, 

- Camellia sinensis leaves extr 45 mg,

- Zingiber rhizoma extr 50 mg.

Entrostop Anak Sirup dianjurkan untuk diberikan pada anak sesudah BAB.

Sedangkan untuk dosis yang tepat adalah satu sachet untuk tiga kali per hari.

Harganya juga terbilang ramah di kantong, hanya Rp 2.000 per sachet. 

2. Madu Anak Antariksa, Obat Diare Alami yang Dibilang Ampuh

Madu Anak Antariksa mengandung prebiotik yang dapat mengatasi diare pada anak.

Tidak sedikit orang yang sudah membuktikan khasiat madu ini dalam mengatasi diare. 

Menurut penelitian, madu murni memiliki aktivitas bakterisidal yang dapat melawan organisme entopthogenic seperti salmonela, shigela, dan e. Coli. 

Madu secara akan membunuh bakteri yang dapat menyebabkan infeksi parah pada bagian paru-paru, tulang, dan kulit. 

Tak hanya itu, madu juga terbukti ampuh untuk mengobati diare.

Hal itu juga akan mengurangi frekuensi diare lantaran kemampuan madu untuk membentuk jaringan granulasi.

Selain itu, madu juga dipercaya dapat membantu penderita dalam memperbaiki kerusakan pada usus. 

Sebab sifatnya sebagai prebiotik bisa membunuh berbagai kuman dan bakteri yang menyebabkan diare pada anak.

Agar lebih optimal, berikanlah Madu Anak Antariksa sebanyak dua sendok teh setiap dua kali sehari. 

Harga Madu Anak Antariksa sendiri mulai dari Rp 90.000 - Rp 150.000 untuk 175 gram.

Baca Juga: 7 Inspirasi Desain Kamar Anak Laki-Laki & Tips Penataannya. Dijamin Si Kecil Betah!

3. Lacto-B, Obat Diare Ampuh yang Bisa Dikonsumsi Anak-Anak

Lacto-B adalah probiotik bentuk bubuk yang memiliki fungsi utama untuk membantu mempercepat penyembuhan diare pada anak-anak. 

Dengan begitu, obat ini dapat mengurangi gejala intoleransi laktosa seperti diare, kram perut, dan perut kembung.

Selain itu, probiotik juga dapat digunakan untuk mencegah diare akibat penggunaan antibiotik.

Ia juga bisa mengurangi gejala intoleransi laktosa seperti diare, kram perut, dan perut kembung.

Dalam salah satu penelitian, probiotik juga dapat memperbaiki konstipasi.

Lacto-B memiliki komponen utama bakteri yang baik untuk saluran pencernaan, yaitu lactobacillus acidophilus, bifidobacterium longum, dan streptococcus thermophilus. 

Dalam satu sachet Lacto-B mengandung 10 juta bakteri hidup.

Selain mengandung bakteri baik pendukung pencernaan, Lacto-B juga mengandung berbagai vitamin dan bahan lainnya, yaitu:

- Vitamin C sebanyak 10 mg

- vitamin B1 sebanyak 0,5 mg,

- vitamin B2 sebanyak 0,5 mg,

- vitamin B6 sebanyak 0,5 mg,

- niasin sebanyak 2 mg,

- protein sebanyak 0,02 gram,

- lemak sebanyak 0,1 gram,

- energi total yang dikandung oleh Lacto-B sebesar 3,4 kalori.

Dosis aman penggunaan Lacto-B yang dianjurkan untuk anak usia 1-12 tahun adalah tiga kali per sachet sehari.

Namun, terdapat efek samping yang mungkin bisa terjadi setelah mengonsumsinya seperti perut kembung dan rasa tidak nyaman pada perut. 

Selain itu, reaksi alergi terhadap bifidobacterium dan lactobacillus juga bisa saja terjadi.

Reaksi alergi ini biasanya ditandai dengan pembengkakan pada wajah, bibir, lidah, atau tenggorokan, kesulitan bernapas, gatal-gatal, dan kemerahan pada kulit.

Segeralah ke dokter bila anak mengalami reaksi alergi terhadap Lacto-B. 

Untuk harganya sendiri cukup terjangkau, yakni Rp 8.000 per sachet.

4. Diapet Anak, Kandungannya Bisa Menjadi Obat Mencret Anak

Diapet Anak mengandung ekstrak daun jambu biji, kunyit, buah mojokeling dan kulit buah delima. 

Kandungan tersebut dapat dijadikan obat untuk mengatasi diare pada anak sebab mengandung zat aktif herbal. 

Komposisi Diapet Anak Sirup terdiri dari:

- Coix lacryma-jobi semen 18 persen 

- Psidium guajava leaf extr 23.5 persen

- Phellodendron radix 23 persen

- Curcumae 12.5 persen 

- Coptidis rhizoma 23 persen

Sedangkan dosis obat Diapet Anak adalah dua kali sehari dengan dosis 5 mL. Obat ini dapat dikonsumsi sesudah makan. 

Bila dalam waktu tiga hari tidak kunjung sembuh, sebaiknya segera dikonsultasikan ke dokter.

Untuk mendapatkan Diapet Anak, kamu hanya perlu merogoh kocek Rp 12.000 per 120 gram.

Baca Juga: 5 Cara Mengatasi Alergi Kulit Pada Anak dengan Bahan Alami di Rumah

5. Zinkid Zinc, Mengobati Diare pada Anak

Zinkid Zinc disebut dapat mencegah atau mengobati dehidrasi dan kekurangan nutrisi. 

Setiap 5 ml mengandung zinc sulfate 27,45 mg setara dengan zinc 10 mg. 

Pelengkap Zinkid Zinc untuk pengobatan diare pada bayi dan anak-anak di bawah 5 tahun dapat diberikan bersama oralit.

Pengobatan diare bersama oralit bertujuan untuk mencegah atau mengobati dehidrasi serta mencegah kekurangan nutrisi. 

Pemberian zinc bersama oralit sesegera mungkin setelah terjadi diare akan mengurangi lama dan tingkat keparahan dari dehidrasi.

Setelah dehidrasi berhenti, Zinc dapat diberikan secara berkala untuk menggantikan zinc yang hilang. 

Dengan begitu, resiko anak akan mengalami diare kembali dalam waktu 2-3 bulan ke depan dapat berkurang.

Dosis Zinkid Zink untuk anak 6 bulan hingga 5 tahun adalah 10 ml. Kamu dapat memberikan setiap hari selama 10 hari berturut-turut.

Jika terjadi muntah dalam waktu 1/2 jam setelah pemberian obat, berikan lagi Zinkid sirupnya. 

Apabila diare tidak kunjung sembuh setelah tiga hari, sebaiknya segera periksakan anak ke dokter. 

Harga Zinkid Zinc bervariasi, mulai dari Rp 35.000-Rp 40.000 untuk 100 ml.

Itulah lima rekomendasi merek obat diare anak yang aman tanpa resep dokter.

Semoga bermanfaat!

Dapatkan informasi menarik lainnya di artikel.rumah123.com. 

Bagikan:
746 kali