Ilustrasi Rumah (Foto: Rumah123/Realestate.com.au)

Banyak konsumen yang masih wait and see untuk membeli properti. Ada lima hal yang menjadi pertimbangan pembeli sebelum memutuskan untuk mengeluarkan uangnya.

Sejumlah pembeli terutama investor memang khawatir terutama terkait masalah sosial, politik, dan ekonomi. Sementara sejumlah perusahaan pengembang siap untuk meluncurkan proyek terbaru mereka pasca pemilihan presiden.

Hal ini terungkap dalam Jakarta Property Market Update Fourth Quarter 2018 yang diselenggarakan oleh konsultan properti JLL Indonesia di Jakarta pada Rabu (13/02/2019).

Baca juga: Mal Fokus Bidik Milenial, Ti Ati Ntar Kamu Gagal Nyicil Rumah Lho

Head of Research JLL Indonesia, James Taylor menyatakan ada lima pertimbangan yang membuat konsumen berpikir sebelum memutuskan membeli properti.

Pertama, pemilihan presiden pada April 2019. Konsumen masih menanti siapa yang akan memenangkan pemilihan presiden.

Kedua, penyesuaian pajak untuk properti mewah dan super mewah. Konsumen masih menunggu keputusan Menteri Keuangan terkait Pajak Pertambahan Nilai Barang Mewah. Sebelumnya, memang ada wacana untuk menghapuskan PPnBM.

Baca juga:  Mau Beli Rumah Jangan Takut Mahalnya Harga dari Developer, Mau Tahu Kenapa?

Ketiga, peraturan kepemilikan properti oleh orang asing. Konsumen terutama warga negara asing tentunya menginginkan kemudahan untuk membeli properti di Indonesia.

Keempat, nilai tukar Rupiah terhadap Dollar Amerika. Fluktuasi nilai tukar Rupiah terhadap US Dollar sudah tentu berpengaruh terhadap sektor industri dan bisnis properti.

Kelima, pembangunan infrastruktur dan transit oriented developments. Konsumen juga sedang menantikan pembangunan infrastruktur seperti jalan tol, MRT (Moda Raya Terpadu), LRT (Light Rapid Transit), dan lainnya.

Baca juga:  Sejumlah Developer Tetap Rilis Proyek Properti Pada Tahun Politik

Bagikan: 2143 kali