Apabila kamu tertarik menggunakan pagar dari batu alam, simak dulu 5 jenis batu alam berikut ini!

pagar batu alam - rumah123.com Batu andesit adalah salah satu jenis batu alam yang banyak digunakan sebagai dinding pagar (Rumah123.com/Getty Images)

Pagar adalah salah satu elemen penting dari sebuah rumah. Selain berfungsi sebagai pengaman, pagar juga bisa mempercantik tampilan rumah. Bukan hanya pintunya, tapi juga dengan dinding pagarnya. Ada banyak sekali jenis dan desain dinding pagar yang bisa dipilih. 

Salah satu yang belakangan banyak digunakan adalah pagar batu alam. Selain menciptakan kesan alami, pagar batu alam juga cenderung lebih ekonomis dibandingkan dengan semen yang harus diberi cat warna lagi.

Apabila kamu tertarik menggunakan pagar dari batu alam, simak dulu 5 jenis batu alam berikut ini!

Batu andesit

Batu yang berasal dari gunung berapi ini memiliki sifat paling keras dibandingkan batu lainnya sehingga lebih tahan lama. Batu andesit juga memiliki ketahanan yang baik terhadap segala cuaca. Meskipun warnanya hanya hitam dan abu-abu, batu andesit punya berbagai jenis motif, mulai dari alur, bakar, abstrak, hingga susun sirih. Gak heran, jenis batu satu ini banyak dipilih untuk dinding pagar rumah.

Baca juga: 5 Cara Merawat Batu Alam Pada Dinding dan Lantai Rumah

Batu candi

Batu candi memang menjadi bahan dasar pembuatan candi atau stupa dahulu kala, tapi bukan berarti batu satu ini tak cocok untuk dinding rumah. Warnanya yang gelap kehitaman justru memberikan kesan alami dan nuansa sejuk.Harganya pun cukup murah dibandingkan batu alam lainnya. Tapi perlu diperhatikan, batu candi cenderung mudah berlumut sehingga kamu harus rajin-rajin membersihkannya.

Batu sabak

Batu sabak juga sering disebut batu alam lempeng. Susunan batu sabak berlapis-lapis, sehingga mudah dibelah menjadi lempengan tipis dan dibentuk menjadi pagar. Warnanya abu kecoklatan, menciptakan kesan hangat dan alami. 

Baca juga: 6 Jenis Batu Alam yang Banyak Digunakan Rumah Minimalis Kekinian

Batu templek

Batu templek memiliki tekstur yang alami. Ada beragam jenis batu templek, tergantung dari daerah pembuatannya. Misalnya batu templek Salagedang, batu templek Garut, batu templek Banjarnegara, dan masih banyak lainnya. Batu templek memiliki dua pola yang populer, yaitu motif acak, dan motif persegi. Umumnya batu templek motif persegi lebih mahal karena pemasangannya menjadi lebih mudah.

Batu paliaman

Tak cuma cocok untuk rumah minimalis, batu paliaman juga cocok digunakan untuk jenis rumah apapun. Coraknya yang menyerupai serat kayu dianggap unik oleh banyak orang. Untuk hasil akhir yang lebih alami, disarankan untuk memilih batu paliaman RTA. 

Bagikan: 2105 kali