Ilustrasi (Foto: Rumah123/iStok Photo)
 

Tinggal di hunian dalam kota, yang dekat kantor atau tempat kerja, memang enak karena lokasinya strategis. Banyak hal yang bisa dihemat, selain waktu, juga energi dan isi kocek. Mecet berjam-jam pun bisa dihindari. Ongkos trasnportasi pun bisa irit karena menggunakan transportasi umum semisal kereta rel listrik (KRL) alias commuter line.

 

Hal tersebut sejalan dengan tujuan pemerintah menggenjot pembangunan rumah susun sederhana milik (rusunamai) dan apartemen sederhana milik (anami) yang terintegrasi jaringan transportasi publik atau Transit Oriented Development (TOD).

 

Baca juga: Hunian TOD Tanjung Barat, Rusunami bagi MBR dan Anami untuk Non-MBR

 

Sampai saat ini ada 5 proyek hunian TOD yang tengah dibangun pemerintah, yakni yang berlokasi di Stasiun Tanjung Barat, Stasiun Pondok Cina, Stasiun Senen, Stasiun Juanda, dan Pasar Tanah Abang. Kesemua itu merupakan sebagian dari 13 lokasi pengembangan hunian berkonsep TOD yang pembangunannya ditargetkan pemerintah dilaksanakan tahun ini.

 

Selanjutnya, proyek hunian TOD akan berlanjut di Stasiun Jurangmangu dan Rawabuntu di Tangerang Selatan, Banten. Total ada 37 lokasi yang ditargetkan mulai dibangun tahun depan, dan 13 lokasi tahun ini.

 

Baca juga: Susul Tanjung Barat, Perumnas Resmikan TOD Stasiun Pondok Cina

 

Berikut ke-5 proyek TOD yang bisa kamu pertimbangkan:

 

1. TOD Tanjung Barat

 

Ada 1.232 unit rusunami dan anami yang akan dibangun Perum Perumnas dan PT KAI ini. Hunian yang akan berdiri di atas lahan bekas parkir di Stasiun Tanjung Barat ini, 300 unit di antaranya dikhususkan bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). Bagi MBR (subsidi), harga terendah yaitu Rp 9,2 juta untuk unit seluas 22 meter, jadi sekitar Rp202 juta.

 

Sedangkan, untuk anami (non-subsidi), harganya berkisar Rp16-18 juta per meter persegi. Jadi harga terendahnya sekitar Rp512 jutaan untuk luas unit 32 meter persegi.

 

Baca juga: Rusun Klender Bakal Direvitalisasi Jadi Hunian TOD, Berminat?

 

2. TOD Stasiun Senen

 

Proyek ini besutan bersama antara PT Wijaya Karya (Persero) Tbk dengan PT Kereta Api Indonesia (Persero). Total unit yang dibangun yaitu 1.362 unit, terdiri atas 480 unit rusunami dan 882 unit anami. Rusunami ini akan dilengkapi dengan kawasan komersial berupa pertokoan yang terletak di lantai 1 dan 2. Selain itu, juga akan dilengkapi dengan lahan parkir yang terdiri atas tiga lantai di atas kawasan komersial.

 

Adapun untuk harga yang ditawarkan yaitu Rp7 juta per meter persegi. Dengan luas tipe 32 meter persegi, diperkirakan harganya Rp224 juta per unitnya. Sedangkan untuk anami, harga yang ditawarkan dua kali lipat dari harga rusunami.

 

Baca juga: Hunian TOD Stasiun Juanda, Tanah Abang, dan Senen Mulai Dibangun 

 

3. TOD Stasiun Juanda

 

Tersedia 627 unit hunian yang dibangun bersama antara PT Pembangunan Perusahaan (Persero) Tbk dengan PT Kereta Api Indonesia (Persero) ini.

 

Dari jumlah tersebut, 36 persen di antaranya khusus bagi MBR. Harga yang ditawarkan untuk proyek rusunami ini Rp7 juta per meter persegi. Jadi, untuk unit rusunami dengan luas 32 meter persegi harganya sekitar Rp224 juta.

 

Di seberang hunian ini ada dua tempat ibadah terbesar, yakni Gereja Katedhral Jakarta dan Masjid Istiqlal. Moda transportasi berupa kereta rel listrik (KRL) dengan jarak tempuh terjauh yaitu Stasiun Jakarta Kota untuk di Barat, dan Stasiun Bogor untuk di wilayah Selatan.

 

Baca juga: Target Jadi Ikon Internasional, Bakal Ada TOD Terbesar di Stasiun Manggarai 

 

4. TOD Tanah Abang

 

Hunian TOD ini juga digarap PT Pembangunan Perusahaan (Persero) Tbk dengan PT Kereta Api Indonesia (Persero). Di bangun di atas lahan seluas 6,2 hektare yang terbagi atas empat stacking. Stacking 1 terdiri atas 700 unit, yang 35 persennya khusus bagi MBR.

 

Harga yang dipatok yaitu Rp7 juta per meter persegi atau sekitar Rp224 juta untuk unit dengan luas 32 meter persegi. Hunian TOD ini dekat dengan pusat perbelanjaan kulakan Pasar Tanah Abang.

  5. TOD Manggarai  

Rencananya, PT PP Tbk (PT PP) mengembangkan megaproyek dengan investasi Rp215 triliun ini dengan menggandeng konsultan internasional yang mengembangkan TOD Hongkong.

 

Dengan luas 60 hektare, kawasan hunian TOD Stasiun Manggarai bisa lebih luas ketimbang TOD lain di Jakarta, sehingga bisa menyediakan hunian lebih banyak bagi maasyarakat berpenghasilan rendah (MBR).

 

Total luas bangunan yang akan dikembangkan mencapaai 11,2 juta meter persegi. Kawasan TOD tersebut akan dibangun di sebagian lahan PT Kereta Api Indonesia (KAI) dan sebagian lagi masih membutuhkan lahan pembebasan.

 

PT PP akan mengembangkan kawasan TOD tersebut dengan anak usahanya, PT PP Properti Tbk (PPRO), juga akan menggandeng perusahaan BUMN lain yakni PT Wijaya Karya Tbk (WIKA).

 

Sampai tahun depan, konsep hunian TOD ini akan dimatangkan. Selain memenuhi kebutuhan hunian bagi MBR, hunian TOD harus nyaman untuk ditinggali meskipun terkategori subsidi. Tak heran Menteri BUMN Rini Soemarno meminta setidaknya luasan unitnya 32 meter persegi.

Bagikan:
5898 kali