hidup miskin - rumah123.com Jangan sampai hidup miskin di masa depan dengan menghindari hal ini - Rumah123.com

Siapa sih yang mau hidup miskin dan susah? Tentu tak ada seorang pun yang menginginkannya. Tapi untuk mencapai kebebasan finansial dan hidup sejahtera, juga ada kuncinya.

Kamu harus memiliki kebiasaan keuangan yang baik untuk bisa meraih kekayaan. Sayangnya, tak sedikit orang yang masih punya kebiasaan-kebiasaan buruk, yang menjadi pemicu terjadinya kebangkrutan.

Tentu kamu tak mau kan mengalaminya? Maka dari itu, sebisa mungkin hindari 5 hal ini dari sekarang!

Selalu ingin terlihat kaya

Terlihat kaya jelas berbeda dengan menjadi benar-benar kaya. Ketika kamu hanya ingin terlihat kaya, maka kamu akan mengeluarkan uang untuk dianggap kaya oleh orang lain.

Pendapat orang lain soal kekayaanmu menjadi sangat penting. Bahkan tak menutup kemungkinan untuk membelanjakan semua uangmu, atau malah berutang untuk hal-hal konsumtif. 

Contoh dari sikap ini misalnya membeli smartphone keluaran terbaru, padahal smartphone milikmu sekarang tak rusak. 

Atau, lebih memilih untuk membeli mewah ketimbang membeli rumah, padahl; kamu belum punya rumah. 

Ini jelas merupakan jebakan gengsi yang akan membuatmu jatuh miskin di masa depan. Jangan sampai jadi BPJS, alias Bujet Pas-Pasan Jiwa Sosialita!

Tak memiliki perencanaan keuangan

Apakah kamu termasuk orang-orang yang gajinya habis duluan di pertengahan bulan? Jika ya, hati-hati! Bisa jadi kamu tak akan pernah kaya selamanya. 

Tak adanya perencanaan keuangan sering menjadi pemicu kenapa uang yang dimiliki selalu habis tak bersisa. Kamu selalu merasa punya uang, dan akhirnya membelanjakan semuanya. 

Padahal, perencanaan keuangan adalah salah satu cara untuk melindungi diri, dan melindungi keluarga dari keterpurukan finansial. 

Jika kamu belum mulai membuat perencanaan keuangan, segera buat sekarang juga. Tak perlu susah, gunakan cara paling standard saja, yaitu pembagian pos pengeluaran dengan porsi 50-30-20. 

Inflasi gaya hidup

Jangan kepalang bahagia jika kamu mengalami kenaikan gaji. Apalagi jika kamu ikut meningkatkan gaya hidupmu.

Dari yang awalnya makan siang di kantin, kini kamu rutin ke restoran. Jika sebelumnya kamu menggunakan transportasi umum untuk mobilisasi, kini kamu harus naik taksi.

Kalau begini, kapan kayanya? Inflasi gaya hidup memang menghantui banyak orang. Sebaiknya hindari hal ini jika kamu mau bebas finansial di masa depan. 

Ketika mengalami peningkatan gaji, maka yang harus ikut ditingkatkan adalah jumlah tabungan, bukan gaya hidup.

Baca juga: Untuk Investasi, Lebih Baik Tanah Kavling atau Rumah Jadi?

Tidak bijak dalam berutang

Utang selalu menjadi kambing hitam dalam kemiskinan. Padahal, tak semua utang itu buruk lho. 

Utang justru bisa membuatmu lebih ringan dalam membayarkan kebutuhan-kebutuhan. Tapi, kamu juga harus pintar-pintar dalam membedakan mana utang produktif, mana utang konsumtif. 

Utang konsumtif adalah utang yang akan utang yang nilainya akan terus berkurang seiring berjalannya waktu. Sedangkan utang produktif adalah utang yang  tujuan peminjamannya adalah untuk mendapatkan manfaat finansial. 

Utang konsumtif misalnya utang kartu kredit untuk belanja pakaian mewah. Utang produktif misalnya kredit pemilikan rumah (KPR) untuk ditinggali atau untuk berinvestasi. 

Tidak berinvestasi

Banyak yang mengira investasi baru bisa dilakukan setelah memiliki banyak uang. Padahal, investasi bisa dilakukan dalam skala kecil sekalipun. Seperti reksadana misalnya, bisa dibeli bahkan seharga Rp100.000.

Semakin lama kamu berinvestasi, semakin lama kamu membangun kekayaan finansial. Untuk itu, segera berinvestasi sedikit apa pun itu.

Bagikan:
2051 kali