Wisma Atlet Kemayoran dengan segala kelebihannya pantas jadi incaran para pencari hunian. Foto: Rumah123/Jhony Hutapea
 

Wisma Atlet sebagaimana diketahui menjadi tempat mondok bagi para atlet se-Asia selama perhelatan Asian Games 2018. Nah, perhelatan akbar yang sukses ini sudah selesai. Lantas, menyisakan pertanyaan, setelah ini akan digunakan untuk apakah hunian vertikal yang berlokasi strategis di Kemayoran, Jakarta Pusat, ini?

Kalau mengacu pada Instruksi Presiden (Inpres) No. 2/2016 tentang Dukungan Penyelenggaraan Asian Games XVIII Tahun 2018, pascakegiatan perhelatan ini, maka akan diberlakukan sebagai rusunawa (rumah susun sederhana sewa).

Gimana kalau dijadikan rusunami (rumah susun sederhana milik)? Hal ini butuh perubahan Inpres. Apakah akan menjadi rusunawa atau rusunami, penentu peruntukan Wisma Atlet ini adalah Pusat Pengelolaan Kompleks (PPK) Kemayoran, Kementerian Sekretariat Negara.

Baca juga: Wah, Wisma Atlet Jakabaring Akan Dilengkapi Furnitur

Berikut ini 5 hal yang bikin Wisma Atlet Kemayoran jadi incaran para pencari hunian seperti dikutip dari Kompas.com, Jumat (31-8-2018):

Pertama, lokasinya di tengah kota, dikelilingi fasilitas oke dengan akses mudah dan dekat dengan tempat kerja bagi mereka yang bekerja di Kota Jakarta.

Kedua, harganya sesuai dengan kantong kelas menengah. Menurut Direktur Riset Savills Indonesia, Anton Sitorus, harga jual ideal unit Wisma Atlet adalah Rp20-25 juta per meter persegi (m2). Menurutnya, hal ini relatif terjangkau kalangan masyarakat menengah. Tak terlalu mahal, tapi juga bukan kelas subsidi.

Baca juga: Apa Sih Dampak Asian Games 2018 Buat Industri Properti?

Kalau mau dibandingkan, di sekitarnya berdiri apartemen kelas menengah atas yang harga jualnya Rp30-Rp45 juta per meter persegi, semisal Menara Jakarta yang merupakan proyek apartemen Agung Sedayu Group.

Ketiga, diklaim Kementerian PUPR dan Wakil Presiden Jusuf Kalla bahwa Wisma Atlet Kemayoran ini lebih bagus daripada Wisma Atlet yang ada di Rio de Janeiro.

Baca juga: Jangan Dipaksakan, Warga DKI Bergaji Rp4,5 juta ke Bawah Cocoknya Ya Rusunawa!

Keempat, lokasinya yang strategis di tengah kota, membuat Wisma Atlet berpotensi ditingkatkan fungsinya menjadi percontohan Transit Oriented Development (TOD). "Pemerintah tinggal melakukan tambahan infrastruktur transportasi apakah dibangun halte Transjakarta, terminal bus umum atau lainnya. Jika itu dilakukan, inilah sebenar-benarnya konsep TOD. Yang lain kan masih wacana dan belum jadi," kata Anton dikutip dari sumber yang sama di atas.

Kelima, ada 10 menara di dalam Kompleks Wisma Atlet Kemayoran. Tiga menara pertama dibangun di atas lahan seluas 135.000 m2 di Blok C-2 dengan jumlah total 1.932 unit. Tujuh menara lainnya dibangun di Blok D-10 seluas 333.700 m2 dengan total 5.494 unit. Setiap unit merupakan Tipe 36 yang dilengkapi dua kamar tidur, ruang tamu, dapur, kamar mandi dan tempat cuci-jemur.

Bagikan: 4705 kali