gedung tertinggi di asia tenggara

The Exchange 106 milik Djoko Tjandra ternyata masuk ke dalam lima gedung tertinggi di Asia Tenggara. Gedung mana lagi yang masuk daftar? 

Sosok Djoko S. Tjandra alias Djoko Tjandra sempat menjadi perbincangan dalam beberapa pekan terakhir. 

Sejumlah media online memberitakan kalau dia sempat wira wiri masuk ke Indonesia padahal berstatus buronan. 

Djoko Tjandra adalah buronan kasus pengalihan hak tagih utang Bank Bali yang sempat melarikan diri selama 11 tahun. 

Akhirnya, dia berhasil ditangkap di Malaysia dan kemudian dibawa ke Indonesia untuk diajukan ke pengadilan. 

Pria ini menjabat Direktur Era Giat Prima yang menjalin perjanjian cessie Bank Bali ke Bank Dagang Nasional Indonesia (BDNI). 

Djoko Tjandra Jadi Salah Satu Pendiri Grup Mulia

Tjandra bersaudara mendirikan Grup Mulia pada 1970-an, salah satu bisnis inti adalah perusahaan konstruksi pondasi dan tiang pancang. 

Mereka adalah Tjandra Kusuma (Tjan Boen Hwa), Eka Tjandranegara (Tjan Kok Hui), Gunawan Tjandra (Tjan Kok Kwang), dan Djoko S Tjandra.

Grup Mulia mulai berkembang saat bisnis properti mulai booming pada era 1990-an, pada era Orde Baru. 

Perusahaan pengembang ini membangun sejumlah properti mewah yang ikut mengubah kawasan sekitarnya. 

Sejumlah proyek yang selesai dibangun adalah Hotel Mulia Senayan, The Mulia Bali, Atrium Mulia, dan apartemen Taman Anggrek.

Grup Mulia Membangun The Exchange 106 di Malaysia 

Developer ini juga mengembangkan sayap bisnisnya ke Negeri Jiran dengan membangun gedung pencakar langit. 

Menara pencakar langit ini bernama The Exchange 106 yang berada di Kuala Lumpur, Malaysia. 

Situs berita online Kompas.com melansir pernyataan pengacara Djoko Tjandra, Anita Kolopaking membenarkan kalau kliennya memang membangun gedung ini. 

The New York Times melansir bahwa Grup Mulia memiliki 49 persen saham pada The Exchange 106. 

Sementara sisa kepemilikannya sebesar 51 persen menjadi milik Kementerian Keuangan Malaysia. 

The Exchange 106 adalah gedung pencakar langit yang berada di kawasan bisnis dan keuangan internasional. 

Kawasan niaga terpadu ini bernama Tun Razak Exchange atau TRX, salah CBD (central business district) baru di Kuala Lumpur. 

The Exchange 106 Belum Bisa Mengalahkan Menara Kembar Petronas 

Sejumlah media di Asia menyatakan kalau tinggi The Exchange 106 mengalahkan menara kembar Petronas. 

The Straits Times dan CNN sempat menyatakan kalau The Exchange 106 menjadi gedung pencakar langit tertinggi di Asia Tenggara. 

Menara ini mempunyai tinggi 445,5 meter yang terdiri dari 95 lantai, namun Menara Petronas memiliki tinggi 451 meter dengan 88 lantai.

Sementara Vincom Landmark 81 yang dianggap kalah oleh The Exchange 106 malah lebih tinggi lagi. 

Vincom Landmark 81 ini mempunyai tinggi 461,2 meter dengan jumlah lantai hanya mencapai 81. 

Gedung Tertinggi di Asia Tenggara 

gedung tertinggi di asia tenggara

1. Vincom Landmark 81

Gedung pencakar langit ini merupakan mixed use yaitu hotel dan juga apartemen dengan tinggi 461,2 meter dan 81 lantai. 

Menara ini menjadi gedung tertinggi nomor 14 di dunia dan berada di peringkat 10 untuk kawasan Asia. 

Vingroup membangun Vincom Landmark 81 sejak 2015 dan berhasil menyelesaikannya pada 2018.

gedung tertinggi di asia tenggara

2. Petronas Twin Towers

KLCC Property Holdings Berhad ini mulai membangun menara kembar pada 1992 dan selesai pada 1998. 

Saat menara kembar ini selesai dibangun, krisis moneter sedang melanda Asia Tenggara pada 1998. 

Menara kembar ini diperuntukkan untuk perkantoran, namun ada area untuk publik berupa jembatan penghubung. 

Petronas Twin Towers memiliki tinggi 451,9 meter dan berada di peringkat 16 gedung tertinggi di dunia, sedangkan di Asia berada di peringkat 12. 

gedung tertinggi di asia tenggara

3. The Exchange 106 

Gedung pencakar langit ini mempunyai tinggi sekitar 445,5 meter dengan jumlah lantai mencapai 95. 

Pembangunan gedung ini dimulai pada 2016 silam dan berhasil diselesaikan konstruksinya pada 2019 lalu. 

Menara pencakar langit ini merupakan perkantoran dan juga dilengkapi dengan area ritel komersial. 

gedung tertinggi di asia tenggara

4. Four Seasons Place 

Gedung pencakar langit ini mempunyai tinggi yang mencapai 342,5 meter dan terdiri dari 74 lantai. 

Pembangunan gedung ini dimulai pada 2013 lalu dan berhasil diselesaikan konstruksinya pada 2018. 

Four Seasons Place ini merupakan mixed use yang terdiri dari hotel dan juga residensial mewah. 

Lokasi menara pencakar langit tersebut ternyata masih bersebelahan dengan Petronas Twin Towers. 

Menara ini menjadi gedung tertinggi nomor 4 di Asia Tenggara, peringkat 41 di Asia, dan posisi 69 di dunia. 

gedung tertinggi di asia tenggara

5. Keangnam Hanoi Landmark Tower 

Gedung pencakar langit ini mempunyai ketinggian 328,6 meter dengan jumlah lantai yang mencapai 72. 

Menara ini merupakan mixed use yang terdiri dari hotel, apartemen mewah, dan juga perkantoran. 

Keangnam Hanoi Landmark Tower ini mulai dibangun pada 2008 silam dan selesai konstruksinya pada 2012 lalu. 

Hmm, sayangnya tidak ada gedung pencakar langit di Jakarta yang masuk ke gedung tertinggi Asia Tenggara. 

Artikel ini merupakan kerjasama antara situs properti Rumah123.com dengan laman berita online Kompas.com.

Baca juga: China Bakal Miliki Gedung Tertinggi Ketiga di Dunia, Tingginya 5 Kali Monas

Bagikan:
11125 kali