tilang elektronik jalan tol- rumah123.com Polda Metro Jaya Akan Memasang Sejumlah Kamera CCTV ETLE Pada Ruas Jalan Tol. Pengendara yang Melanggar Peraturan Bisa Terkena Tilang Elektronik (Foto: Rumah123/Getty Images)

Tilang elektronik mulai diberlakukan di jalan tol di Jakarta dan sekitarnya. Bagi pengendara yang tertangkap kamera melanggar, mereka akan dikenakan denda.

Kepolisian Daerah Metropolitan Jakarta Raya atau Polda Metro Jaya mulai memberlakukan tilang elektronik di sederetan ruas jalan tol yang berada di Jakarta dan sekitarnya mulai Kamis, 3 Oktober 2019 lalu.

Kamera tilang elektronik atau CCTV E-TLE (Closed Circuit Television, Electronic Traffic Law Enforcement) akan merekam pelanggaran yang dilakukan para pengendara mobil di ruas jalan tol.

Baca juga: Masuk Atau Keluar Tol Saat Ganjil Genap Tetap Ditilang, Jangan Sampai Lupa

Situs berita online Kompas.com mengutip pernyataan Kepala Sub Direktorat Penegakan Hukum Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Muhammad Nasir bahwa kamera tilang elektronik di jalan tol bakal menindak pengendara yang melakukan sejumlah pelanggaran.

Pelanggaran tersebut di antaranya melanggar batas kecepatan, memakai telepon seluler atau ponsel saat berkendara, tidak memakai sabuk pengaman atau seatbelt, kendaraan tidak terdaftar, hingga kendaraan yang melewati bahu jalan.

Nasir menjelaskan bahwa di TMC atau Traffic Management Center nantinya ada petugas menganalisa hasil tangkapan gambar tersebut. Petugas akan menilai apakah benar terjadi pelanggaran atau tidak.

5 Pelanggaran yang Akan Terekam Tilang Elektronik di Jalan Tol

Kalau mengacu pada UU atau Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 mengenai Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ), ada lima pelanggaran yang akan terekam tilang elektronik. Pengendara akan terkena denda.

Pertama, melanggar batas kecepatan. Pasal 287 ayat 5 menyatakan setiap pengendara yang melanggar aturan batas kecepatan paling tinggi atau paling rendah dipidana dengan pidana kurungan paling lama 2 (dua) bulan atau denda paling banyak Rp 500.000.

Kedua, memakai telepon seluler saat mengendarai mobil. Pasal 283 berbunyi setiap orang yang mengemudikan kendaraan bermotor di jalan secara tidak wajar dan melakukan kegiatan lain atau dipengaruhi oleh suatu keadaan yang mengakibatkan gangguan konsentrasi dalam mengemudi di jalan dipidana dengan pidana kurungan paling lama 3 (tiga) bulan atau denda paling banyak Rp 750.000.

Baca juga: Sudah Tahu Kalau Tilang Elektronik Diperluas Mulai Juli 2019

Ketiga, tidak memakai sabuk pengaman atau seatbelt. Pasal 289 menyatakan setiap orang yang mengemudikan kendaraan bermotor atau penumpang yang duduk di samping pengemudi yang tidak mengenakan sabuk keselamatan dipidana dengan pidana kurungan paling lama 1 (satu) bulan atau denda paling banyak Rp 250.000.

Keempat, memiliki kendaraan atau mobil tidak terdaftar. Pasal 288 ayat 1 menyatakan setiap orang yang mengemudikan kendaraan bermotor di jalan yang tidak dilengkapi dengan Surat Tanda Nomor Kendaraan Bermotor atau Surat Tanda Coba Kendaraan Bermotor yang ditetapkan oleh Kepolisian Negara Republik Indonesia dipidana dengan pidana kurungan paling lama 2 (dua) bulan atau denda paling banyak Rp 500.000.

Kelima, melakukan pelanggaran pada bahu jalan. Pasal 287 ayat 1 berbunyi setiap orang yang mengemudikan Kendaraan Bermotor di Jalan yang melanggar aturan perintah atau larangan yang dinyatakan dengan Rambu Lalu Lintas dipidana dengan pidana kurungan paling lama 2 (dua) bulan atau denda paling banyak Rp 500.000.

Bagi kamu yang bisa berkendara dengan mobil dan melewati jalan tol, jangan lupa dengan semua hal ini. Jangan lupa untuk berkendara yang aman serta mematuhi rambu lalu lintas.

Baca juga: 4 Dampak Penerapan Perluasan Ganjil Genap

Bagikan: 2538 kali