Foto: Rumah123/iStock

Beli rumah pake fasilitas Kredit Pemilikan Rumah (KPR) memang sangat membantu kamu untuk punya hunian. Namun, jangan asal pilih KPR. Beberapa hal penting untuk kamu cermati agar KPR tidak berisiko nantinya.

Ga mau kan kamu kalau sudah pilih rumah idaman tapi bermasalah pada KPR-nya kemudian? Nah, cermati lima hal berikut:

Baca juga: BRI Bantu Kamu Punya Rumah dengan KPR Murah, Mau?

Pertama, Besaran Plafon Kredit

Pastikan besar dana yang kamu butuhkan untuk bisa membeli hunian. Dengan begitu kamu bisa mencari bank yang memang bisa mengkover besar dana yang kabu butuhkan itu. Besar-kecilnya sebuah bank memengaruhi plafon kredit yang bisa mereka berikan. Kalau dana yang kamu butuhkan ga kelewat besar, mengajukan permohonan kredit ke bank kecil juga ga masalah, kan?

Baca juga: Pilih KPR Suku Bunga Tetap atau Tak Tetap?

Kedua, Perhitungkan Suku Bunga

Jangan serta-merta tergoda dengan bank yang memberikan suku bunga rendah. Lebih baik kamu cari tahu terlebih dulu cara mereka menghitung penerapan suku bunga tersebut. Kalau perlu minta tabel simulasi cicilan bank tersebut agar kamu tahu besar cicilannya dan sistem suku bunga yang digunakan.

Ada suku bunga tetap (fix) atau mengambang (floating). Sistem fix adalah suku bunga yang dipatok pada tingkat tertentu selama masa kredit. Sedangkan floating merupakan suku bunga yang didasarkan pada pasar uang domestik maupun internasional.

Ketiga, Masa Pinjaman KPR (Tenor)

Mayoritas bank menawarkan masa pinjaman atau tenor KPR mulai dari 5, 10, 15, bahkan sampai 20 tahun. Semakin panjang tenor, akan semakin kecil nominal cicilan yang harus kamu bayar tiap bulannya. Lumayan kan kamu jadi bisa mengelola keuangan bulanan lebih leluasa.

Baca juga: Bank Mandiri Tingkatkan Penyaluran KPR

Keempat, Biaya Pinalti Pelunasan

Jangan lupa menanyakan biaya pinalti pelunasan. Siapa tahu kamu dapat rezeki lebih sehingga bisa melunasi KPR lebih cepat.Beberapa bank ada yang tidak mengizinkan adanya pelunasan sebelum tenor selesai. Ada pula yang mengenakan biaya pinalti yang besarannya berbeda-beda. Jadi, kamu harus tahu hal ini ya.

Kelima, Biaya Administrasi KPR

Hal lain yang sering terabaikan saat mengajukan KPR adalah biaya administrasi. Yang terjadi, ketika diharuskan membayar biaya administrasi, kamu bisa saja terkaget-kaget karena jumlahnya ternyata cukup besar.

Administrasi KPR biasanya meliputi biaya provisi, administrasi bank, fee notaris/PPAT, ongkos pengecekan sertifikat, asuransi, dan beberapa lainnya. Informasi biaya administrasi ini akan memudahkan kamu mengatur cash flow pembayaran uang muka (DP) rumah nantinya.

Bagikan: 2354 kali