Beli rumah bukanlah hal yang gampang untuk generasi milenial. Gaya hidup yang tinggi dan perencanaan keuangan yang belum matang lah yang menjadi penyebab utamanya.

beli rumah - rumah123.com Membeli properti bukanlah hal yang gampang untuk generasi milenial. Tapi mereka dianjurkan untuk segera beli rumah. Ini alasannya kenapa. Rumah123.com/Getty Images)

Ditambah lagi, harga properti tidaklah murah. Hal ini semakin membuat milenial lebih memilih untuk menyewa hunian ketimbang mulai membelinya. 

Tapi, hal ini tak bisa dijadikan alasan untuk tidak memiliki hunian pribadi. Milenial justru dianjurkan untuk segera beli rumah dan tidak menundanya lebih lama lagi. Ini alasannya kenapa.

Banyak dukungan dari pemerintah

Milenial punya peluang besar untuk beli rumah. Apalagi saat ini banyak kemudahan yang diberikan oleh  pemerintah. Misalnya seperti mekanisme pembayaran down payment rumah diserahkan kepada masing-masing bank. Dengan kebijakan baru ini, milenial tak perlu lagi mengumpulkan uang muka dalam waktu lama. Begitu juga dengan berbagai program rumah subsidi yang sudah berjalan, serta skema program perumahan khusus milenial yang tengah dipersiapkan. Sejumlah program pemerintah tersebut semakin memudahkan milenial untuk memiliki rumah.

Harga rumah terus naik

Makin ditunda, makin mahal harganya. Mungkin ungkapan inilah yang cocok untuk industri properti. Milenial yang suka menunda niatnya beli rumah harus tahu bahwa kebanyakan harga hunian semakin naik harganya. Jika tak disegerakan, harganya tentu akan semakin mahal sehingga kamu pun semakin susah untuk membelinya. Misalnya saja rumah dengan luas tanah 60 m2 di Cibinong dihargai Rp150 juta pada tahun 2017. Di tahun 2019, harganya naik dua kali lipat hingga Rp300 juta. 

Bisa cari banyak uang di usia yang produktif

Generasi milenial adalah kamu yang lahir di tahun 1982-2000. Artinya, kamu masuk ke dalam kategori usia produktif. Kelompok usia ini masih bisa bekerja secara maksimal untuk mendapatkan banyak pemasukan. Mumpung masih punya tenaga yang mencukupi, tak ada salahnya untuk mencari penghasilan lebih dari satu sumber. Penghasilan tersebut pun bisa dimanfaatkan untuk membeli hunian pribadi. Jika kamu beli rumah di usia yang semakin tua, kemampuanmu untuk menghasilkan uang lebih tentu semakin berkurang kan?

Lahan makin sempit

Lahan yang tersedia kini semakin sempit dan terbatas. Jika kamu mau mencari rumah yang lokasinya strategis dan mudah diakses transportasi publik, harganya pasti melonjak tinggi. Saat ini masih lumayan banyak hunian di daerah pinggir Jakarta yang lokasinya strategis, namun harganya cenderung terjangkau. Misalnya seperti di daerah Depok atau Cibinong. Tapi tentu saja, rumah di lokasi tersebut juga akan terus naik harganya, mengingat peminatnya pun tak sedikit. Jadi sebelum keburu diambil orang lain, sebaiknya kamu segera menyusun rencana untuk membeli rumah.

Dana keluar untuk aset yang jelas wujudnya

Tak sedikit milenial yang lebih memilih untuk mengontrak atau ngekos. Padahal, penghasilan mereka yang selama ini dialokasikan untuk membayar uang sewa, sudah bisa dibelikan sebuah rumah. Pasangan milenial Abigail dan Dimas menyetujui hal ini. Dari hasil survei yang dilakukan oleh Rumah123.com dengan Vice Indonesia, pasangan ini mengatakan bahwa ketika menyewa hunian, harga sewanya akan ditentukan oleh orang lain.

Jadi mereka bisa saja was-was akan perubahan harga sewa, yang pada akhirnya dananya hanya untuk si pemberi sewa. Sedangkan ketika mereka membeli rumah, walaupun itu dengan cicilan, yang membuat mereka was-was adalah perubahan bunga KPR. Namun itu pun sudah ada yang mengatur sehingga perubahannya tak akan melonjak tinggi. Ditambah lagi, dana yang keluar untuk bayar cicilan menghasilkan aset yang jelas wujudnya. 

Bagikan: 3446 kali