jalan tol- rumah123.com Ilustrasi Jalan Tol. Pemerintah Akan Membangun Jalan Tol Sepanjang 5.200 Kilometer Hingga 2024. Saatnya Para Investor Memiliki Properti yang Terkoneksi dengan Jalan Tol (Foto: Rumah123/Getty Images)

Pembangunan jalan tol ditargetkan mencapai 5.200 kilometer hingga 2024. Saatnya kamu mencari investasi properti yang terkoneksi dengan jalan tol.

Infrastruktur menjadi fokus pembangunan pemerintah saat ini. Situs berita online Kompas.com melansir bahwa pemerintah menargetkan pembangunan jalan tol sepanjang 4.700 hingga 5.200 kilometer hingga 2024.

Dalam lima tahun terakhir, pemerintah sudah membangun 1.500 kilometer jalan tol. Pada akhir 2019, jalan tol yang dibangun ditargetkan bertambah menjadi 2.200 kilometer.

Baca juga: Tarif Tol Jakarta-Merak Disesuaikan Mulai November 2019

Pemerintah hanya perlu membangun sisanya. Jumlah kilometer jalan tol yang masih harus dibangun minimal 2.500 kilometer.

Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Danang Parikesit menyatakan jumlah jalan tol yang beroperasi pada kuartal empat 2019 ini diperkirakan mendekati 2.200 kilometer.

Danang melanjutkan pemerintah menargetkan akan membangun jalan tol sepanjang 2.500 kilomter hingga akhir 2024. Nantinya, jalan tol yang beroperasi mencapai 4.700 kilometer hingga 5.200 kilometer.

Pemerintah Optimistis Target Pembangunan Jalan Tol Tercapai

Danang optimistis kalau target pembangunan jalan tol pada 2024 bisa tercapai. Dalam lima tahun terakhir, pemerintah sudah bisa membangun jalan tol sepanjang 1.500 kilometer.

Jumlah ini akan bertambah sepanjang 700 kilometer pada akhir 2019. Jika target ini belum tercapai, sederetan tol baru akan beroperasi paling lambat pada awal 2020.

Dalam lima tahun, pemerintah telah menambah alokasi anggaran infrastruktur hingga Rp1.739 triliun. Pemerintah sudah membangun 3.194 kilometer jalan perbatasan, 1.387 kilometer jalan tol, dan 811,9 kilometer jalan kereta api.

Baca juga: Tol Terbanggi Besar-Kayu Agung Akan Beroperasi Pada Akhir 2019

Pembangunan infrastruktur dibangun untuk membentuk konektivitas dengan kawasan lain. Infrastruktur juga menjadi akses untuk membangun kawasan baru seperti area industri, kawasan perumahan, dan kawasan ekonomi.

Infrastruktur Seperti Jalan Tol Akan Meningkatkan Nilai Properti

Pembangunan infrastruktur seperti jalan tol, jalan kereta api, LRT (Light Rail Transit/Lintas Rel Terpadu), MRT (Mass Rapid Transit/Moda Raya Terpadu), jaringan bus, terminal, stasiun, bandara, dan lainnya memiliki dampak pada nilai jual properti.

Tengok saja sejumlah jalan tol yang dibangun dan kemudian menghubungkan sejumlah kawasan. Nilai jual properti seperti rumah, apartemen, ruko (rumah toko), tanah, dan lainnya ikut naik.

Sebelum MRT beroperasi, konsultan properti Colliers Indonesia pernah menyatakan harga permintaan properti di kawasan dekat MRT sudah naik. Bisa dibayangkan saat MRT benar-benar beroperasi dengan jumlah penumpang yang sudah melebihi target.

Baca juga: Akan Memiliki 5 Tol Baru, Investasi di Yogyakarta-Semarang-Solo Semakin Menarik

Selain itu, Rumah123.com pernah berbincang dengan sejumlah perusahaan pengembang mengenai proyek mereka. Developer yang memiliki proyek dekat dengan jalan tol mengakui bahwa unit properti yang dipasarkan mengalami kenaikan. Investor bisa menikmati keuntungan.

Mulai saat ini, kamu bisa berburu properti yang nantinya akan terkoneksi dengan jaringan infrastruktur. Tol JORR (Jakarta Outer Ring Road) II dan LRT Jabodebek (Jakarta, Bogor, Depok, Bekasi) masih dibangun.

Setelah selesai, bayangkan saja berapa kenaikan harga properti di kawasan yang dekat dengan jalan tol atau infrastruktur lainnya.

Baca juga: Tol Bandung-Cilacap Akan Dibangun dengan Rute Sepanjang 210 Kilometer

Bagikan: 1146 kali