mafia tanah

Para pemilik tanah dan bangunan harus mewaspadai modus mafia tanah, korban terbaru dari komplotan ini adalah ibu Dino Patti Djalal. 

Pada pekan kedua Februari 2021, Dino Patti Djalal bercericit via Twitter mengenai sertifikat tanah ibunya yang sudah dijarah oleh mafia tanah. 

Saat ini, Dino Patti Djalal menjadi penasihat Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, sebelumnya pernah menjadi Wakil Menteri Luar Negeri. 

Pria yang juga pernah menjadi juru bicara Presiden Susilo Bambang Yudhoyono ini mengisahkan mengenai sepak terjang mafia tanah. 

Seperti dikutip oleh CNN Indonesia, sertifikat rumah milik ibunya di Executive Paradise, Antasari, Jakarta Selatan telah berpindah tangan. 

Kompas.com melansir bahwa Dino Patti Djalal menyatakan ada lima rumah milik ibunya di Kemang dan Pondok Indah yang berganti kepemilikan tanpa sepengetahuan ibunya. 

Rumah tersebut telah beralih atas nama orang lain, belakangan diketahui bernama Fredy Kusnadi. 

Fredy Kusnadi dikabarkan sempat menempati rumah tersebut, dia juga mengajukan gugatan hukum. 

Kuasa hukum Fredy Kusnadi sudah melaporkan Dino Patti Djalal ke polisi atas dugaan pencemaran nama baik. 

mafia tanah

Kasus Mafia Tanah Sudah Ada Sejak Lama 

Situs properti Rumah123.com sempat berbincang dengan sejumlah agen properti mengenai mafia tanah ini. 

Biasanya, mafia tanah ini beraksi dengan mengincar rumah atau tanah yang berada di lokasi premium. 

Pada pertengahan Agustus 2019, Kepolisian Daerah Metro Jaya sempat mengungkap dua mafia tanah. 

Salah satu komplotan melibatkan notaris palsu, modusnya adalah meminjam sertifikat tanah lantas dipalsukan. 

Lantas sertifikat asli digadaikan ke bank, pemilik tanah baru mengetahui penipuan ketika ada tagihan dari bank.

Kelompok kedua melakukan modus operandi yang sama, mereka melibatkan notaris palsu dan PPAT (Pejabat Pembuat Akta Tanah) fiktif. 

Salah satu pelaku dari komplotan mafia tanah ini pernah melakukan hal serupa dan sempat dihukum. 

Laman properti Rumah123.com akan membahas mengenai sejumlah langkah agar tidak menjadi korban mafia tanah. 

Rumah123.com merangkum dari berbagai sumber seperti situs berita online dan juga agen properti. 

mafia tanah

Tips Agar Terhindar dari Modus Mafia Tanah 

Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Sofyan Djalil pernah memberikan tips agar terhindar dari mafia tanah.

Sejumlah media online seperti Detik.com, Kompas.com dan lainnya sempat mengutip pernyataan Sofyan Djalil. 

1. Jangan Pernah Memberikan Sertifikat Kepada Orang Lain 

Kepemilikan tanah atau bangunan berupa sertifikat jangan pernah diberikan kepada orang lain, apapun alasannya. 

Apalagi ketika kamu sedang bernegosiasi menjual rumah, jangan pernah memperlihatkan atau memberikan. 

2. Selektif Menggunakan Notaris/PPAT 

Saat melakukan jual beli properti, kamu harus memilih jasa notaris atau PPAT yang telah dikenal. 

Ada baiknya, notaris itu adalah saudara atau teman, jika tidak ada cari yang bisa dipercayai dan dikenal. 

Rumah123.com pernah mendapatkan tips serupa saat berbincang dengan agen properti lantaran praktik mafia tanah memang terus terjadi. 

3. Bertemu Langsung dengan Pembeli 

Pemilik rumah harus bertemu langsung dengan pembeli rumah saat melakukan negosiasi, tidak diwakilkan. 

Setidaknya, pemilik rumah bisa mengetahui sosok calon pembeli, namun jangan mudah terbujuk rayu terutama soal peminjaman surat. 

4. Aktif Mendampingi Notaris/PPAT

Saat pembeli ingin melakukan pengecekan surat tanah ke BPN, kamu sebagai pemilik rumah harus mendampingi notaris dan pembeli. 

Sederetan tips atau cara ini mungkin merepotkan, apalagi kalau kamu bekerja atau memiliki bisnis. 

Namun, kamu tidak mau menjadi korban bukan, jadi jangan mau kalah dengan mafia tanah yang beraksi. 

Situs properti Rumah123.com selalu menghadirkan artikel dan tips menarik mengenai hukum pertanahan. 

Pilihan terbaik untuk kamu yang ingin memiliki rumah tapak di Tangerang, Banten adalah Sutera Victoria

Bagikan:
1144 kali