pembunuh bayaran

Ada sejumlah sosok pembunuh bayaran yang kejam di Indonesia. Dua kasus di antaranya melibatkan Tommy Soeharto dan Antasari Azhar.

Pekerjaan sebagai pembunuh bayaran sering kali ditampilkan film-film action. Namun, ternyata profesi itu juga eksis lo di kehidupan masyarakat Indonesia.

Jangan menganggap kalau hal ini hanya ada di film action saja, tetapi memang sungguh ada pada kehidupan nyata.

Sejumlah orang rela melakukan pekerjaan tersebut untuk pemenuhan kebutuhan hidup sehari-hari.

Pembunuh bayaran di Indonesia  kerap menghabisi nyawa calon korbannya secara berkelompok.

Mereka sering pula menggunakan cara-cara kejam untuk membunuh target korbannya, yang pemicunya karena urusan bisnis, percintaan, hingga alasan politik.

Melansir dari laman Okezone.com dan situs berita online lainnya, berikut ini beberapa sosok pembunuh bayaran di Indonesia.

Aksi mereka dikenal kejam dalam menghabisi nyawa korbannya, kasusnya juga menghebohkan publik.

4 Sosok Pembunuh Bayaran Paling Kejam di Indonesia

1. John Kei

Tan Harry Tantono, bos PT Sanex Steel menjadi korban pembunuhan sadis. Ia meninggal dunia dengan luka tusuk di sekujur tubuhnya.

Kasus pembunuhan pada tahun 2012 ini melibatkan belasan orang dari kelompok John Kei, kelompok preman dari Maluku.

Dalam persidangan, John Kei kemudian dinyatakan bersalah dan divonis 12 tahun penjara. Namun, di tingkat kasasi MA, hukumannya ditambah menjadi 16 tahun penjara.

2. Mulawarman

Kasus pembunuhan Hakim Agung MA (Mahkamah Agung), Syarifuddin Kartasasmita yang terjadi pada 2001 ini juga sempat menggemparkan masyarakat.

Syarifuddin Kartasasmita dihabisi nyawanya oleh dua orang pembunuh bayaran, yakni Mulawarman dan Noval Hadad atas perintah Tommy Soeharto.

Kasus pembunuhan itu terjadi lantaran adanya kasus tukar guling Goro Batara Sakti yang masuk dalam Yayasan Soeharto.

Atas kasus tersebut, pengadilan memvonis putra Presiden Soeharto tersebut bersalah dengan hukuman penjara 15 tahun.

3. Gunawan Santoso

Dia merancang pembunuhan dengan sangat mengerikan terhadap Boedyharto Angsono, mantan mertuanya sendiri pada 19 Juli 2003.

Gunawan tega menghabisi nyawa Direktur Utama PT Aneka Sakti Bhakti tersebut, lantaran sakit hati dipenjarakan oleh sang korban.

Boedyharto Angsono  dibunuh dengan cara ditebak dari jarak jauh oleh empat marinir yang disewa oleh Gunawan Santoso.

Kasus ini menjadi salah satu insiden pembunuhan terkejam di Indonesia, sang pelaku juga sempat melarikan diri berkali-kali.

4. Eduardus Ndopo Mbete

Pada tahun 2009, Nasrudin Zulkarnaen, Direktur BUMN PT Putra Rajawali Banjaran (PRB) dibunuh oleh pembunuh bayaran yang disewa Williardi Wizard.

Nasrdudin ditembak mati setelah main golf di kawasan Tangerang, oleh sang eksekutor yakni Eduardus Ndopo Mbete.

Kasus pembunuhan tersebut melibatkan mantan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Antasari Azhar.

Itulah 4 sosok pembunuh bayaran di Indonesia, yang dikenal kejam menghabisi nyawa korbannya.

Rumah123.com juga pernah mengulas 5 kasus kriminal di Indonesia yang belum terpecahkan dan masih jadi sebuah misteri hingga kini.

Situs properti Rumah123.com selalu menghadirkan artikel dan tips menarik mengenai properti, desain, hukum, hingga gaya hidup.

Saatnya kamu memilih dan mencari properti terbaik untuk tempat tinggal atau investasi properti seperti Ciputra Beach Resort.

Bagikan:
326 kali

Redaksi Rumah123.com

Alamat

Level 37 [email protected]
Jl. Casablanca Kav.88
Jakarta Selatan
Jakarta 12870
Indonesia