Caran pembersih lantai kamar mandi yang dijual di pasaran mengandung bahan kimia keras. Bukan cuma membuat warna keramik lantai pudar, ia juga berbahaya bagi kesehatan. Yuk, beralih ke pembersih alami!

pembersih lantai kamar mandi - rumah123.com

Kamar mandi bisa dibilang merupakan area paling kotor dibandingkan dengan rumah bagian lainnya.

Bukan hanya karena menjadi tempat pembuangan seluruh kotoran dari tubuh, suhu yang lembab juga membuat kamar mandi menjadi tempat bersarang favorit bagi bakteri, jamur, dan kuman.

Salah satu sumber bersarangnya kotoran di kamar mandi adalah pada bagian lantai. Khususnya jika lantai kamar mandi di rumahmu berbahan keramik.

Nat, atau celah sambungan antar keramik pada kamar mandi kerap menyimpan kotoran dan lumut yang menumpuk.

Selain menimbulkan risiko yang serius bagi kesehatan, hal tersebut juga membuat kamar mandi terlihat jorok sehingga merusak estetika. 

Inilah kenapa membersihkan lantai kamar mandi secara rutin sangat penting untuk dilakukan. 

Hati-hati dalam memilih bahan pembersih lantai kamar mandi 

Saat membersihkan lantai kamar mandi, banyak orang yang menggunakan cairan pembersih lantai yang dijual di pasaran.

Sayangnya, kebanyakan cairan pembersih lantai kamar mandi yang dijual mengandung bahan kimia yang cukup keras. 

Yang paling umum digunakan adalah cairan dengan kandungan hidrogen klorida (HCl), yang cukup keras dan berbau tajam.

Ada banyak bahaya di balik penggunaan cairan tersebut di kamar mandi, apalagi jika digunakan secara rutin. 

Bahaya cairan pembersih lantai kamar mandi dengan bahan kimia yang keras

Sebagai salah satu pembersih yang paling umum digunakan, cairan pembersih lantai keramik yang mengandung HCI memang bersifat sangat korosif.

Inilah yang membuatnya sangat efektif untuk menghilangkan penumpukan kotoran yang terdapat pada bagian nat keramik.

Namun, ada banyak bahaya yang mengintai kesehatan kamu beserta anggota keluarga.

HCI bahan kimia yang cukup keras dan berbau tajam, sehingga jika terpapar lama, akan membuat mual dan mata perih. 

Bahkan jika kamu tak sengaja menghirup uap dari cairan korosif ini, dapat mengakibatkan iritasi mata, kulit, dan saluran pernapasan.

Bahkan dilansir dari Natural Living Ideas, sebuah studi tahun 2015 yang diterbitkan dalam Occupational and Environmental Medicine menunjukkan bahwa paparan pasif terhadap HCI di rumah menimbulkan risiko yang lebih besar pada anak-anak terkena sejumlah penyakit.

Menurut penelitian tersebut, anak-anak yang tinggal di rumah yang menggunakan cairan pembersih dengan kandungan HCI ditemukan memiliki risiko 20% lebih tinggi terkena flu, dan risiko 35% lebih tinggi mengalami tonsilitis berulang.

Setelah mengetahui betapa berbahayanya cairan pembersih lantai kamar mandi dengan bahan kimia tinggi itu, tak ada salahnya beralih dengan menggunakan beberapa alternatif pembersih lantai yang lebih ramah lingkungan.

Berikut adalah beberapa bahan alami yang bisa kamu gunakan untuk mendapatkan lantai keramik kamar mandi yang bersih sekaligus berkilau!

Baca juga: Anti Berantakan dengan 8 Ide Rak Kamar Mandi Ini

4 alternatif pembersih lantai kamar mandi dari bahan alami dan cara menggunakannya

1. Baking soda

Seperti yang telah disebutkan di atas, sebaiknya kamu membersihkan lantai keramik kamar mandi secara rutin.

Sebab bagaimanapun setiap harinya ada residu dari produk perawatan tubuh dan juga kotoran yang menempel pada lantai. 

Untuk pembersihan ringan yang dilakukan secara teratur, soda kue yang lembut bisa menjadi pilihan tepat sebagai bahan alami pembersih lantai keramik. 

Cara mengaplikasikannya sangat mudah. Celupkan spons basah ke dalam wadah berisi baking soda, dan gosok ubin menggunakan sikat lembut, atau sikat gigi bekas. 

Aplikasikan pada seluruh bagian lantai, terutama bagian nat, tempat dimana kotoran menumpuk. 

Selesai disikat menggunakan baking soda, bilas sampai bersih atau siram lantai dengan air hangat.

Baca juga: 5 Langkah Mudah Menghilangkan Kerak pada Keramik Kamar Mandi

2. Cuka 

Cuka putih bukan cuma buat memasak, tapi juga untuk membersihkan rumah - Rumah123.com

Cuka adalah salah satu bahan dapur yang paling fleksibel dan efektif. 

Sifat asamnya bukan hanya bisa memperkaya rasa pada makanan, tapi juga berguna untuk hampir setiap sudut di rumah. 

Salah satunya adalah untuk menghambat pertumbuhan jamur dan bakteri pada lantai kamar mandi.

Untuk memanfaatkannya, kamu cukup mencampurkan cuka putih suling dan air putih dalam botol yang sama, dan semprotkan sebanyak mungkin ke permukaan lantai. 

Biarkan selama beberapa menit sebelum kemudian digosok dengan kuas atau spons. 

Apabila terdapat noda membandel yang sangat sulit dihilangkan, kamu bisa menggunakan perpaduan antara baking soda dan cuka. 

Pastikan untuk menyemprotkan campuran ini pada lantai dan dinding sebelum kamu keluar dari kamar mandi!

3. Garam

Garam membunuh organisme sel tunggal, seperti jamur, dengan membuat mere dehidradsi. 

Agar cara ini bekerja efektif, area yang akan dibersihkan harus tetap basah saat garam dioleskan!

Untuk ubin lantai atau permukaan datar lainnya, kamu bisa menggosok area tersebut dengan kain lembab dan menaburkan garam, sebelum digosokkan ke bagian nat. 

Biarkan semalaman sebelum dibersihkan dengan cara dibilas di pagi hari.

4. Air perasan lemon

lemon squeezer - Rumah123.com

Air perasan lemon adalah salah satu bahan favorit untuk perawatan kecantikan alami karena kemampuannya dalam meringankan noda hitam di kulit. 

Khasiat ini ternyata juga berlaku sama persis ketika diaplikasikan ke keramik.

Air perasan lemon adalah penghilang noda yang efektif.

Seperti cuka, jus lemon segar bersifat asam dan membuat jamur pada permukaan keramik lantai berguguran.

Kamu bisa menggunakan air perasan lemon saja, atau mencampurnya dengan baking soda untuk hasil yang lebih maksimal. 

Bagikan:
1075 kali