Ilustrasi (Rumah123/iStockphoto)

Bagaimana sih kalau mau punya rumah atau apartmen? Kayaknya nggak mungkin deh kalau penghasilan masih begini aja.

Sering kali orang berpikir seperti ini kalau ditanya soal hunian. Padahal sebenarnya masalah bukan pada besaran penghasilan tetapi pada kemampuan dalam mengatur penghasilan.

Baca juga: Gila Medsos, Milenial Ogah Gaul sama Tetangga. Tiati Gila Beneran!

Perencana keuangan atau financial planner Kaukabus Syarqiah CFP memberikan empat langkah mudah bagaimana memiliki hunian. Yuk, disimak bagaimana.

“Satu, punya penghasilan. Dua, lihat kondisi keuangan perbulan. Ketiga, seberapa penting punya hunian. Keempat, penghasilan tambahan,” ujar Kaukabus kepada Rumah123 beberapa waktu lalu.

Baca juga: Punya Rumah Sendiri Itu Bukti Generasi Milenial Bisa Aktualisasi Diri, Masih Nunda Beli Nih?

Kalau kamu ingin memiliki rumah, kamu harus punya penghasilan tentunya. Cek dulu berapa penghasilan kamu. Kalau kamu masih lajang dan tidak menanggung orang tua, seharusnya sih bisa membeli hunian.

Paling tidak 30 persen dari penghasilan kamu harus disisihkan untuk berinvestasi properti. Seandainya gaji Rp5 juta, maka kamu memiliki Rp1,5 juta untuk menyicil properti.

Baca juga: Rumah123: Developer Mesti Pahami Kenapa Konsumen Milenial Ga Mau Beli Rumah

Seandainya, kamu sudah menikah, kamu memiliki joint income. Katakanlah, gaji pasangan kamu sama, berarti kamu memiliki Rp3 juta.

Selanjutnya, atur pengeluaran lainnya seperti untuk konsumsi dan tabungan. Untuk pengeluaran pribadi, kamu bisa mengalokasikan 40-50 persen dari gaji kamu atau maksimal sebesar Rp2,5 juta. Ini untuk makan minum, ongkos pergi pulang kantor, dan kebutuhan sehari-hari lainnya. Jangan lupa untuk menabung, 10 persen dari gaji yaitu sebesar Rp500 ribu.

Baca juga: Siapa Bilang Milenial Ga Mau Beli Rumah?

Kaukabus menyatakan kalau milenial ingin punya rumah, harus menekan gaya hidup. Kurangi lifestyle, batasi nongkrong di cafe, berhenti membeli smartphone mahal, tunda juga traveling, dan masih banyak lagi deh.

Kamu juga harus memikirkan seberapa pentingnya rumah bagi kamu dan keluarga. Kalau kamu berpikir tidak penting ya ngapaian beli rumah? Tetapi, kalau kami berpikir kalau memiliki hunian itu sangat penting sebagai kepemilikan aset dan investasi, kamu harus berusaha keras punya rumah.

Bagikan: 1153 kali