Seringkali para orang tua melupakan unsur-unsur penting dalam kamar bayi, yang ternyata sangat memengaruhi kenyamanan dan keamanan di buah hati.

kamar bayi - rumah123.com Banyak hal yang harus diperhatikan dalam merancang desain kamar bayi (Rumah123/Getty Images)

Kehadiran seorang bayi di rumah tentu membawa kebahagiaan yang tak ternilai bagi sang orang tua dan anggota keluarga lainnya di rumah. Apalagi jika si bayi adalah anak pertama yang dinanti-nanti. Gak heran, persiapan yang dilakukan untuk menyambutnya pun kerap kali meriah dan heboh, termasuk dalam hal mempersiapkan kamarnya. 

Furniture dengan kualitas terbaik, hingga dekorasi yang lucu selalu menjadi fokus utama. Tapi, seringkali para orang tua melupakan unsur-unsur penting dalam kamar bayi, yang sangat memengaruhi kenyamanan dan keamanan di buah hati. Nah, jika kamu adalah salah satu orang tua yang sedang mempersiapkan kamar bayi, sebaiknya perhatikan 4 hal ini!

Lokasi

Telinga bayi sangat rentan terhadap kerusakan pendengaran akibat suara bising. Hal ini disebabkan karena tulang tengkorak bayi masih tipis, dan saluran telinganya lebih kecil dibandingkan orang dewasa. Jika bayi terpapar suara bising dalam waktu lama, sel-sel di dalamnya bisa mengalami kerusakan dan dapat menyebabkan pendengaran hilang. 

Untuk itulah, sangat penting meletakkan kamar bayi di lokasi yang jauh dari suara bising. Hindari memilih kamar yang terletak di dekat jalan sehingga tak terlalu bising. Jauhkan juga dari ruang keluarga yang sering ramai oleh suara TV atau suara mengobrol orang. Garasi atau carport yang sering keluar masuk mobil juga sebaiknya dihindari. 

Baca juga: 6 Cara Mudah dan Murah Menata Kamar Sempit untuk Anak Perempuan 

Pemilihan furniture dan peralatan

Bayi yang sedang belajar berjalan akan sering merangkak dan berlarian di kamar. Untuk itu, penting sekali memperhatikan furniture yang dipilih di dalam kamar. Hindari furniture yang memiliki sudut lancip di setiap sisinya karena bisa membahayakan bayi. Pilihlah furniture dengan bentuk lingkaran alias tanpa sudut. Atau jika memang tidak bisa dihindari, arahkan sudut lancip ke arah dinding, jangan ke tempat tidur bayi.

Cermin juga sebaiknya tidak diletakkan di kamar bayi karena menurut feng shui, keberadaan cermin bisa membuat bayi menjadi sering bangun dan sulit tidur. Hindari pula barang-barang elektronik yang dialiri listrik karena bisa mengurangi melatonin yang dibutuhkan untuk mencegah gangguan tidur dan stress pada bayi. 

Baca juga: 5 Tips Agar Desain Kamar Tidur Minimalis Tak Membosankan

Pencahayaan

Kebutuhan tidur bayi lebih banyak ketimbang orang dewasa. Bayi yang baru lahir butuh tidur selama 16 jam hingga 20 jam sehari. Ketika bayi berusia enam bulan hingga setahun, rata-rata waktu tidurnya adalah 11 jam. Kurang dari itu, pertumbuhan bayi bisa terganggu. Karena inilah, pencahayaan yang tepat sangat penting agar bayi bisa istirahat dengan cukup dan nyaman.

Gunakan lampu redup agar mata dan sarafnya ikut beristirahat. Ketika terbangun di malam hari pun, bayi bisa cepat tertidur kembali. Jangan pasang lampu terlalu terang maupun terlalu gelap. Lampu yang terlalu terang bisa membuat bayi berisiko memiliki mata minus. Sedangkan lampu yang terlalu gelap pun bisa memicu gangguan pernapasan. 

Warna dinding

Pemilihan warna cat dinding juga memengaruhi kenyamanan bayi. Supaya bayi lebih nyaman saat tidur, kamu bisa memilih warna yang menenangkan. Misalnya seperti biru pucat yang mampu memberi efek menenangkan pada tubuh bayi dan bahkan dapat menurunkan tekanan darah. Warna hijau mint yang lembut dan segar juga cocok untuk memudahkan si kecil tidur. 

Bagikan: 984 kali