ganjil genap- rumah123.com Ada Sejumlah Dampak Positif Dari Pemberlakukan Perluasan Sistem Pembatasan Kendaraan Sistem Ganjil Genap (Foto: Rumah123/Getty Images)

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta telah menerapkan perluasan ganjil genap sejak September 2019 lalu. Ada sejumlah dampak dari penerapan tersebut.

Penerapan perluasan sistem pembatasan kendaraan sudah dilakukan sejak satu bulan lalu. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta telah melakukannya sejak 9 September 2019.

Sebelumnya, Dinas Perhubungan DKI Jakarta melakukan uji coba  dari 7 Agustus hingga 6 September 2019. Perluasan ganjil genap dilakukan pada 25 ruas jalan.

Baca juga: Masuk Atau Keluar Tol Saat Ganjil Genap Tetap Ditilang, Jangan Sampai Lupa

Sebelumnya, ganjil genap hanya diterapkan pada sembilan ruas jalan. Pemprov DKI Jakarta menambahkan lagi 16 ruas jalan baru.

Ada sejumlah alasan adanya perluasan sistem ganjil genap mulai dari kemacetan Jakarta yang semakin parah, kualitas udara di Jakarta yang buruk akibat polusi udara, dan upaya mengalihkan masyarakat dari penggunaan kendaraan pribadi ke transportasi publik.

Ganjil Genap Tingkatkan Jumlah Penumpang Transportasi Publik

Laman berita online Detik.com mengutip pernyataan Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Syafrin Liputo bahwa dalam satu bulan perluasan penerapan ganjil genap, jumlah penumpang angkutan umum meningkat sebesar 12 persen. Persentase ini untuk Transjakarta.

Perluasan sistem ganjil genap ini dilakukan pada ruas jalan yang telah memiliki koridor dan rute BRT (Bus Rapid Transit) Transjakarta. Selain itu, ada juga ruas yang telah memiliki rute MRT (Mass Rapid Transit/Moda Raya Terpadu) fase I yaitu Lebak Bulus-Bundaran Hotel Indonesia.

Warga yang biasanya menggunakan mobil pribadi pun beralih menggunakan Transjakarta, bus, atau moda transportasi lainnya.

Ganjil Genap Tingkatkan Kecepatan Kendaraan

Syafrin juga menyatakan kalau kecepatan kendaraan bertambah dari 25 kilometer per jam menjadi 28,5 kilometer per jam. Hal ini tentu wajar jika mengingat menurunnya jumlah kendaraan pribadi. Syafrin menganggap kenaikan tingkat kecepatan ini signifikan.

Mobil berplat nomor polisi ganjil hanya bisa masuk kawasan ganjil genap pada tanggal ganjil. Begitu juga sebaliknya.

Jumlah kendaraan yang menurun tentunya membuat para pengendara bisa memacu kendaraan lebih sedikit cepat. Selama ini, jalan-jalan di Jakarta memang terkenal dengan kemacetannnya.

Volume Kendaraan Menurun Karena Sistem Ganjil Genap

Penerapan sistem ganjil genap ini tentunya membuat jumlah atau volume kendaraan yang berada di kawasan pembatasan menjadi berkurang. Kemacetan pun berkurang.

Syafrin menyatakan jumlah kendaraan menurun hampir 30 persen, angka pastinya adalah 29,58 persen. Namun, jumlah ini belum mencapai target penurunan volum kendaraan sebesar 40 persen.

Saat uji coba perluasan ganjil genap, volume kendaraan berkurang sebesar 25 persen. Saat penerapan, volumenya turun 29,58 persen. Syafrin menyatakan jumlah penurunan tersebut diklaim luar biasa.

Kualitas Udara Jakarta Membaik Berkat Ganjil Genap

Syafrin juga mengklaim ada perbaikan kualitas udara. Penurunan yang terjadi secara signifikan terjadi di kawasan Kelapa Gading, Jakarta Utara sebesar 22 persen.

Belum lama ini, udara Jakarta dianggap tidak sehat. Bahkan, kualitas udara di ibu kota masuk kategori udara tidak sehat di seluruh dunia. Situs AirVisual yang melansir data tersebut.

Polusi kendaraan bermotor menjadi salah satu penyumbang polusi udara. Penerapan perluasan ganjil genap ini diharapkan bisa mengurangi polusi udara. By the way, Transjakarta berencana untuk mengoperasikan armada bus listrik.

Baca juga: Taksi Online Tetap Kena Aturan Ganjil Genap, Solusinya Naik Transportasi Massal

Bagikan: 1804 kali