Concrete Steel atau nama lain dari besi beton merupakan rangka besi yang mempu menahan beban statis untuk penulangan konstruksi.

besi beton - rumah123.com

Disebut sebagai besi bertulang, besi beton merupakan salah satu material yang paling penting dalam kontruksi bangunan. Tanpa besi beton,  bangunan kontruksi akan mudah rapuh atau rusak saat terjadi guncangan-guncangan yang ada disekitar area kontruksi. 

Tidak hanya digunakan untuk kontruksi gedung bertingkat, besi beton juga kerap digunakan untuk kontruksi rumah. 

Walaupun besi bertulang lebih banyak digunakan untuk bangunan tinggi, bukan berarti hunian pribadi seperti rumah tak bisa menggunakannya. Terdapat dua jenis beton bertulang yang cukup populer dan banyak digunakan pada konstruksi rumah. Yang pertama adalah besi polos (plain bar), dan besi uliran (deformed bar). Lalu, bagaimana menentukan jenis besi bertulang yang berkualitas tinggi untuk konstruksi rumah?

Baca juga: 2 Cara Mudah Menambal Atap Seng yang Bocor

Perhatikan jenis besi beton yang akan digunakan terlebih dahulu

Besi bertulang polos adalah besi yang mempunyai penampang bulat dengan permukaan licin atau tidak bersirip. Besi bertulang polos lebih mudah dibengkokkan atau dibentuk. Sedangkan besi uliran adalah besi dengan bentuk permukaan berupa sirip melintang atau yang dipilin pada proses produksinya. 

Besi uliran cukup sulit dibengkokkan atau dibentuk, lantaran tegangan besi yang terbilang tinggi. Keduanya memang memiliki fungsi yang berbeda, dan akan berfungsi maksimal ketika kamu memilihnya secara tepat. Untuk itu, pahami dulu karakteristiknya masing-masing sebelum membeli.

Mengecek kembali kondisi besi beton.

Langkah selanjutnya adalah mengecek kondisi besi. Biasanya, besi yang terlalu lama disimpan akan timbul karat pada permukaannya. Hindari memilih jenis besi ini karena besi yang berkarat akan lebih mudah rusak. Besi berkarat juga berdampak buruk pada kesehatan pemilik rumah. Jadi, sebaiknya cek secara teliti besi yang hendak dibeli. 

Menyesuaikan beban yang akan ditopang dengan besi betonnya.

Besi bertulang memang digunakan agar bangunan lebih kokoh. Namun fungsinya akan hilang ketika ukuran besi yang dipilih salah. Maka dari itu, sesuaikan dulu ukuran besi dengan beban yang akan ditopang nantinya.

Besi ini pada umumnya memiliki ukuran standar sepanjang 12 meter dengan diameter yang beragam, mulai dari 6, 8, 10, 12, 13, 16, 22, dan 25 milimeter. Demi menjamin kekuatan bangunan, pilihlah besi dengan diameter dan panjang yang sesuai standar.

Baca juga: Rangka Atap Baja Ringan Vs Kayu, Lebih Baik yang Mana?

Pilih merek besi beton yang sudah SNI (Standar Nasional Indonesia)

Banyak sekali merek besi bertulang yang bisa dipilih, kamu bisa cek sendiri keunggulan dan kelemahan masing-masing merek. Namun, satu yang harus menjadi patokanmu ketika memilih. Pastikan bahwa merek besi tersebut telah menggunakan Standar Nasional Indonesia. 

Apakah kamu ingin menggunakan besi beton untuk konstruksimu?

Jangan ragu untuk menggunakan besi beton dalam konstruksimu, seperti hal-hal yang tertera diatas besi beton sangat membantu penopangan konstrukmi lho

Bagikan: 3880 kali