Mentalitas ini membuatmu tak bisa punya rumah untuk selamanya - Rumah123.com Mentalitas ini membuatmu tak bisa punya rumah untuk selamanya - Rumah123.com

Harga yang semakin mahal membuat properti menjadi barang yang tak bisa dibeli oleh siapa saja. Hal ini juga yang membuat semakin banyak orang ragu bisa memilikinya. Bukan cuma perkara usaha, mentalitas juga menjadi hal utama yang harus dimiliki jika kamu berkeinginan untuk membeli properti. Mentalitas inilah yang tak kamu sadari, memberi pengaruh besar terhadap usaha dan tindakanmu untuk mencapai keinginan tersebut. 

Ada berbagai mentalitas negatif yang bisa menghambat tujuanmu, terutama tujuan finansial. Mentalitas inilah yang membuat banyak orang terus berada dalam kondisi yang sama tanpa kemajuan. Pada akhirnya, semua keinginan hanya menjadi angan. Begitu pula keinginan untuk memiliki rumah sendiri. 

Tentu kamu tak mau kan berada dalam kondisi ini? Maka dari itu, sebaiknya hindari memiliki 3 mentalitas negatif ini!

Iri dengan pencapaian orang lain

Saat melihat kesuksesan atau pencapaian orang lain, orang dengan mentalitas ini selalu memberi komentar negatif. Mereka merasa lebih senang ketika melihat orang lain gagal. Hal ini terjadi karena mereka merasa dirinya gagal, sehingga timbul rasa dengki ketika orang lain bisa melebihi dirinya. Mentalitas seperti ini tentu sangat berbahaya.

Jika dibiarkan terus menerus, bisa-bisa emosi yang hadir selalu emosi negatif. Ketika emosi negatif terus-terusan menghampiri, yang ada inspirasi tak akan datang, motivasi untuk maju pun berkurang karena selalu membandingkan diri dengan orang lain. Tak heran, orang dengan mentalitas seperti ini hidupnya akan stagnan. 

Begitu pula dalam membeli rumah. Mengingat harganya yang tak murah, membeli rumah memerlukan banyak uang. Untuk mendapatkan banyak uang, tentu perlu sukses dalam berkarier. Untuk sukses berkarier, perlu pikiran yang positif. Bagaimana bisa berpikir positif jika rasa iri di dalam hati mendominasi diri?

Baca juga: 4 Strategi Memiliki Hunian untuk Milenial dengan Gaya Hidup Tinggi

Menyalahkan nasib karena tak punya “privilege

“Dia kan anak orang kaya, wajar bisa beli rumah”. 

“Kamu kan gak punya tanggungan, jadi bisa nabung untuk punya rumah”. 

Dikutip dari Cambridge Dictionary, “privilege” adalah keuntungan yang dimiliki oleh seseorang atau sekelompok orang, biasanya karena posisi yang dimiliki atau karena kekayaan. Sangat disayangkan, kalimat seperti di atas seringkali terlontar. Anggapan bahwa hanya mereka yang punya “privilege” yang bisa mencapai tujuan finansialnya (termasuk membeli rumah), tentu merupakan mentalitas yang salah. Sebab, secara tak sadar mereka yang punya mentalitas seperti ini menyebut dirinya sendiri tak berdaya tanpa orang lain yang membantu. 

Memang, tak bisa dipungkiri, memiliki “privilege” bisa memperbesar peluang seseorang untuk menjadi sukses dan mencapai tujuan finansialnya dengan lebih mudah. Namun bukan berarti lahir dari keluarga kekurangan atau biasa-biasa saja tak bisa sukses. Justru seharusnya, adanya tingkatan “privilege” itu lah yang bisa membuat orang biasa-biasa saja termotivasi dan bekerja keras untuk mendapatkan kehidupan yang lebih baik.

Seperti kata Bill Gates, “Jika Anda lahir miskin, itu bukan kesalahan Anda, tetapi jika Anda meninggal miskin, itu kesalahan Anda.” Jadi kalau terus-terusan menyalahkan nasib karena terlahir di keluarga biasa-biasa saja, kapan bisa beli rumah?

Baca juga: Dengan 3 Cara Ini, Karyawan Gaji UMR Juga Bisa Punya Rumah!

Mau yang serba instan

Siapa sih yang nggak mau kaya? Hampir setiap orang pasti menginginkannya. Tapi pertanyaannya, seberapa banyak orang yang benar-benar mau berusaha untuk bisa menggapai tujuan-tujuan finansialnya? Tak sedikit orang yang mau segalanya serba instan. Mau punya gaji dua digit, padahal baru lulus kuliah dan tak punya pengalaman bekerja. Mau jadi manajer padahal kemampuan belum cukup. Mau kaya raya padahal hanya bergantung pada satu sumber pendapatan saja.

Orang dengan mentalitas seperti ini pada akhirnya hanya bisa berangan-angan. Mimpi yang dimiliki ada banyak, namun usaha yang dilakukan sangat minim. Tentu tak sejalan kan? Begitu juga jika mau punya rumah di usia muda. Harus ada usaha lebih yang diberikan, seperti menabung lebih giat atau mencari sumber penghasilan lain. 

Itu dia 3 mentalitas yang sayangnya sering muncul dalam diri banyak orang. Mentalitas tersebut bisa membuat kamu susah untuk mencapai tujuan finansial, salah satunya memiliki rumah sendiri. Bahkan jika tak kunjung dihilangkan, keinginan punya rumah sendiri akan jadi mimpi untuk selamanya! Tentu kamu tak mau kan? Untuk itu, mulailah ubah pola pikir. Sebab, mengubah pola pikir adalah cara awal untuk punya nasib sukses!

Bagikan:
13160 kali