Harga properti yang terus naik dari tahun ke tahun membuat KPR rumah semakin sering dipilih oleh banyak orang.

kpr rumah - rumah123.com

Apakah kamu salah satu orang yang tertarik untuk membeli rumah lewat KPR dalam waktu dekat? Jika ya, pastikan dulu untuk memahami seluk beluk KPR. Mulai dari pengertian, proses, hingga jenis bunga pinjamannya.

Dengan mengetahui serba-serbi KPR rumah lebih dalam, kamu bisa mendapatkan bank dengan penawaran KPR terbaik. Untuk itu sebelum mengajukan kredit ke bank, ketahui dulu 5 hal dasar seputar KPR berikut ini!

Baca juga: KPR Tenor Panjang Vs Tenor Pendek, Baik Mana?

Pengertian dari KPR rumah

KPR alias Kredit Pemilikan Rumah merupakan salah satu cara untuk membeli rumah dengan sistem cicilan. Produk pinjaman ini umumnya diberikan oleh perbankan kepada nasabah dengan skema pinjaman hingga 90% dari harga rumah.

Namun selain bank, kini ada juga perusahaan pembiayaan yang menyalurkan pinjaman dari lembaga sekunder untuk pembiayaan rumah. Dengan adanya layanan KPR, masyarakat tak perlu lagi menabung dalam waktu lama untuk memiliki rumah. 

Proses KPR rumah

Para pengembang rumah biasanya sudah bekerja sama dengan bank untuk mempermudah proses pengajuan KPR kepada calon pembeli rumah. Dalam proses pengajuannya, kamu akan diminta untuk mengisi formulir pemesanan rumah dan melunasi uang muka yang telah ditentukan.

Setelah itu, kamu juga akan diminta untuk melengkapi sejumlah persyaratan KPR. Antara lain seperti KTP WNI minimal 21 tahun, punya penghasilan tetap, usia tidak melebihi 65 tahun, dan lainnya.

Baca juga: Buat yang Mau Kredit Rumah, Sudah Tahu Belum Cara & Syarat Pengajuan KPR?

Jenis bunga pinjaman pada KPR rumah

Bicara soal kredit, tentu tak jauh dari bunga. Begitu juga dengan KPR, ada bunga yang harus  dibayarkan oleh nasabah. Untuk KPR sendiri, terdapat beberapa jenis bunga yang perlu diketahui. Berikut ini penjelasannya.

Bunga tetap (fixed rate)

Dalam jenis bunga tetap (fixed rate), besaran bunga pinjaman akan sama besar selama periode waktu yang telah ditentukan. Misalnya Bank XYZ memberikan pinjaman dengan bunga fixed rate sebesar 9% selama 3 tahun. Artinya pada 3 tahun pertama KPR-mu berjalan, bunga yang dikenakan akan sama, yaitu sebesar 9%.

Bunga fixed rate banyak disukai nasabah karena besaran bunga pinjaman terus-terusan sama. Apabila suku bunga di pasar mengalami perubahan, bunga pinjaman KPR jenis fixed rate tak akan terpengaruh. 

Bunga mengambang (floating rate)

Berlawanan dengan fixed rate, bunga floating rate justru akan mengikuti suku bunga pasar. Apabila suku bunga di pasar mengalami kenaikan, maka bunga KPR yang dikenakan untukmu juga akan naik.

Biasanya sejumlah bank penyedia KPR memberikan bunga pinjaman fixed untuk beberapa periode awal tertentu, dan sisanya adalah floating hingga tenor pinjaman selesai. 

Bunga capped

Selain dua bunga di atas, ada juga bunga capped atau bunga yang dibatasi. Skemanya hampir sama dengan bunga mengambang atau floating rate. Suku bunga bisa naik dan bisa juga turun seperti pada bunga floating. Namun dalam bunga capped, nilai suku bunga dibatasi pada nilai maksimal tertentu oleh pihak bank.

Misalnya kamu dikenakan bunga capped sebesar 9%. Meski bunga fluktuatif tetapi kamu tetap membayarkan bunga sebesar 9%. Namun, jika bunga turun hingga 8%, maka bunga yang harus kamu bayarkan juga turun menjadi 8%.

Untuk kamu yang berencana kredit rumah, jangan lupa pahami dulu pengetahuan dasar seputar KPR tersebut. Apabila sudah memahaminya, temukan informasi seputar bunga KPR rumah dalam artikel ini.

Selamat berburu rumah!
Bagikan: 5510 kali