Ancol, salah satu kawasan antah berantah yang disulap menjadi pusat rekreasi berkelas - Rumah123.com Ancol, salah satu kawasan antah berantah yang disulap menjadi pusat rekreasi berkelas - Rumah123.com

Tokoh senior properti, Dr (HC) Ir. Ciputra, wafat pada 27 November 2019, di usia 88 tahun. Pendiri sekaligus pemilik Ciputra Group tersebut menghembuskan nafas terakhir di Gleneagles Hospital Singapura pukul 01:05 waktu Singapura. Kepergiannya tak hanya meninggalkan duka pada penggiat properti saja, melainkan juga masyarakat Indonesia. Pasalnya, pria yang akrab disapa Pak Ci ini punya kontribusi besar dalam pembangunan properti di Tanah Air. 

Ciputra dengan tiga perusahaan properti raksasa yang didalanginya yakni PT Pembangunan Jaya (1961), PT Metropolitan Development (1970), dan Ciputra Group (1981) banyak membangun kawasan yang sebelumnya bukan apa-apa hingga menjadi sesuatu. Sebut saja proyek Taman Impian Jaya Ancol, Pondok Indah, hingga Bintaro Jaya. Seperti apa kisah mendian Ciputra dalam membangun kawasan-kawasan fenomenal dan elite tersebut? 

Taman Impian Jaya Ancol

Ciputra adalah sosok di belakang pembangunan Ancol. Walaupun kini dikenal sebagai taipan properti Indonesia, perjalanan Ciputra tak selalu mulus. Ketika membangun proyek reklamasi berskala jumbo, Ciputra harus berkali-kali menemui Gubernur DKI Jakarta pada saat itu Soemarno Sosroatmodjo untuk meminjam uang senilai Rp 7 miliar. Kegigihan Ciputra akhirnya membuahkan hasil. Taman Impian Jaya Ancol akhirnya dibangun pada 1966. Ia berhasil menyulap rawa-rawa di Jakarta Utara menjadi pusat rekreasi berkelas. 

Bintaro Jaya

Kesuksesan konglomerat ini dalam membangun mega proyek Taman Impian Jaya Ancol tak membuatnya cepat puas. Ia melihat masih banyak peluang lain yang bisa diambil di Jakarta. Berawal ketika ia menemani kawannya yang membeli tanah di Kelurahan Bintaro, yang pada waktu itu ditempuh 1 jam perjalanan dengan kendaraan dari pusat kota Jakarta.

Lahan masih sangat luas, dan penduduk yang masih sedikit. Pelan-pelan ia membeli tanah termasuk di kawasan Bintaro. Pada 1980, ia membangun proyek Bintaro Jaya. Kini tercatat, Ciputra berkontribusi mengembangkan Kota Satelit Bintaro Jaya yang dimulai pada tahap awal di areal seluas 100 hektare. Kini, Bintaro Jaya telah berubah menjadi kota satelit dengan areal seluas 2.321 hektare yang didalamnya berisi hunian, mal, hotel, pusat kuliner, dan pertokoan.

Baca juga: Menghitung Aset Kekayaan BJ Habibie, dari Rumah Mewah Hingga Gedung Tertinggi di Indonesia

Pondok Indah

Sukses membangun Bintaro Jaya, pria dengan harta Rp 15 T ini justru menginginkan impiannya yang lain terwujud. Ia yakin bahwa pemukiman mewah akan ada pasarnya di Jakarta. Firasatnya mengatakan bahwa di sudut selatan Kebayoran yang masih berupa hamparan sawah, kebun karet, dan ladang palawija,  adalah daerah yang tepat untuk membangun kawasan baru khusus pemukiman mewah. Tempat itu kemudian dikenal dengan nama Pondok Indah.

Baca juga: Menilik Aset Properti Ketua DPR RI Puan Maharani yang Mencapai Rp100 Miliar

Dari kisah Ciputra dalam membangun proyek-proyek, ia memberi pelajaran untuk kita bahwa selagI ada kemauan dan usaha, sesuatu yang semua tak berharga bisa memiliki nilai tambah. "Entrepreneur lah yang mengubah sampah menjadi emas." Inilah kalimat bijak dari Ciputra yang akan selalu dikenang menjadi inspirasi oleh para pengusaha di luar sana.  Selamat jalan Pak Ci.

Bagikan: 3754 kali