tips rumah ramah anak

Bagi yang memiliki putra putri yang masih balita, rumah tentunya harus ramah anak. Berikut ini tips merancang rumah yang ramah anak. 

Saat kamu memiliki rumah tentunya harus memerhatikan keamanan bagi seluruh penghuni rumah. 

Apalagi kalau rumah kamu memiliki penghuni yang berusia lanjut alias lansia dan juga balita (bayi lima tahun). 

Bagi mom and dad, kamu memang harus memerhatikan keamanan bagi putra putri apalagi jika orang tua sama-sama bekerja. 

Meskipun pengasuh atau ART (asisten rumah tangga) memang baik dan bisa dipercaya, namun kamu harus tetap waspada. 

Hal ini mengacu kepada perilaku anak-anak kecil yang ingin tahu dan mengeksplorasi seluruh bagian rumah.

Anak yang sudah bisa berjalan ingin melangkah ke mana saja, sementara anak yang baru belajar makan ingin memasukkan apa saja ke mulut. 

Balita yang ingin bereksplorasi ini tentunya harus diawasi dengan baik oleh orang tua, kakek nenek, pengasuh, dan lainnya. 

Selain itu, mom and dad juga harus melakukan sejumlah pencegahan agar rumah ramah bagi anak. 

Laman properti Rumah123.com akan mengulas tips merancang rumah yang ramah anak. Yuk, disimak seperti apa. 

tips rumah ramah anak

Tips Merancang Rumah Ramah Anak 

1. Memilih Perabot yang Ramah Anak 

Carilah perabot yang aman dan ramah bagi anak terutama seperti kursi, tempat tidur, tempat mandi, dan lainnya. 

Hal ini juga termasuk juga dengan mainan atau pernak-pernik yang harus ramah kepada anak-anak. 

2. Memastikan Stop Kontak Aman dari Jangkauan Anak 

Stop kontak biasanya aman lantaran biasanya cukup tinggi dari jangkauan anak, meski mungkin ada yang berada di bawah. 

Yang harus diperhatikan adalah sambungan listrik yang diletakkan di bawah dan harus disingkirkan. 

3. Menyembunyikan Obat-Obatan 

Persediaan obat di rumah pastinya ada, mulai dari yang obat ringan seperti flu hingga obat jika kamu sedang menjalani terapi. 

Jangan sampai ada obat yang ditaruh di meja makan sehingga anak bisa mengambil dan mungkin menelannya. 

4. Menyimpan Barang Pecah Belah 

Simpan dulu barang pecah belah seperti piring, gelas, mangkok, dan lainnya agar anak tidak bisa menjangkau. 

Jika ada barang yang pecah, hal yang dikhawatirkan akan mengenai anak-anak sehingga terluka. 

5. Menyimpan Benda Tajam 

Simpan benda tajam seperti pisau, cutter, hingga jarum pada tempatnya dan jauh dari jangkauan anak. 

Jangan sampai kamu lupa menaruh benda-benda tajam ini di meja atau rak yang bisa dijangkau anak-anak. 

tips rumah ramah anak

6. Menyimpan Benda Berukuran Kecil 

Ada sejumlah benda kecil yang bisa saja berserakan di meja seperti koin atau benda kecil yang jatuh ke lantai. 

Balita sering kali memasukkan benda kecil ke dalam mulutnya secara spontan lantaran belum mengerti. 

7. Memasang Pagar Pada Tangga 

Kalau rumah kamu memiliki lantai dua, segera pasang pagar pengaman sehingga anak tidak naik ke atas. 

Hal ini harus dilakukan sebagai pencegahan saat kamu atau anggota keluarga lainnya lengah sesaat. 

8. Mengunci Akses Pintu Keluar Rumah 

Hal yang sama juga dilakukan untuk pintu keluar rumah, kamu harus mengunci pintu karena anak bisa saja tergoda main keluar. 

Balita bisa saja membuka pintu lantaran sering melihat orang tuanya membuka dan menutup pintu. 

9. Hati-hati dengan Bahaya Tenggelam 

Potensi anak bisa tenggelam bukan hanya tenggelam di kolam renang, tetapi juga kolam ikan, bathtub, atau ember besar. 

Jika ada tempat berisi air dengan ketinggian balita maka kamu harus memberikan perhatian ekstra. 

10. Perhatikan Saat Anak Makan 

Anak bisa saja tersedak saat makan lantaran belum bisa mengatur berapa jumlah makanan yang bisa masuk. 

Awasi anak saat makan sendiri dengan menemaninya atau menyuapi dia sampai dia bisa cukup umur untuk makan sendiri. 

11. Mengamankan Sudut Tajam di Rumah 

Ada sejumlah bagian di rumah dengan sudut tajam seperti dinding, siku coffee table, dan lainnya. 

Bagian ini berbahaya jika anak terbentur sehingga bisa menyebabkan memar yang cukup parah. 

tips rumah ramah anak

12. Memasang Lapisan Anti Licin Pada Tangga 

Bisa jadi anak bisa memanjat pagar pada tangga saat lalai diawasi, kamu bisa memasang lapisan anti licin pada tangga. 

Kamu bisa memasang karpet atau material lain yang lebih kesat agar anak tidak mudah terpeleset. 

13. Mendesain Kamar Mandi Kering 

Kamar mandi yang kering membuat para penghuni rumah tidak mudah terpeleset, tidak hanya balita tetapi juga lansia. 

Kamu hanya perlu memasang tirai atau pintu kaca agar ada bagian kamar mandi yang selalu kering. 

14. Memasang Kunci Pengaman Pada Lemari, Kulkas, dan Lainnya 

Balita pastinya ingin tahu dengan membuka lemari, lemari es, laci, atau apa pun yang bisa diraihnya. 

Coba untuk memasang kunci pengaman terutama pada lemari atau laci agar anak tidak membukanya. 

15. Memasang Pengaman Pada Jendela 

Jangan lupa untuk memasang pengaman pada jendela agar anak tidak mencoba untuk membukanya. 

Anak sering kali melihat perilaku orang tua saat membuka jendela, dia pun ingin mencoba hal yang sama. 

16. Memasang Pintu Menuju Dapur 

Kalau rumah kamu tidak memiliki konsep open space, bisa saja ada pintu pengaman sebelum menuju dapur. 

Jadi kamu tidak perlu khawatir, saat anak mencoba untuk masuk ke dapur lantaran ada pintu pengaman. 

17. Tidak Memberikan Mainan Berukuran Kecil 

Selalu memberikan mainan sesuai umur anak, jangan memberikan mainan berukuran kecil saat dia masih batita (bayi tiga tahun). 

Batita sering mencoba memasukkan benda kecil ke dalam mulutnya dan kamu perlu mengawasinya setiap saat. 

tips rumah ramah anak

18. Memperhatikan Pemasangan Karpet Atau Tikar 

Karpet atau tikar memang bisa mempercantik interior ruangan, namun hati-hati jika bisa membuat anak tersandung. 

Simpan saja karpet kecuali anak sedang ingin bermain di lantai menggunakan karpet, tikar, atau kasur. 

19. Mengamankan Kabel Peralatan Elektronik 

Kabel peralatan elektronik seperti televisi, laptop, dekoder, dan lainnya tentu bisa menarik perhatian anak untuk menariknya. 

Sembunyikan kabel peralatan elektronik agar tidak bisa dijangkau anak-anak untuk mencegah  mereka tersetrum. 

20. Tidak Menaruh Benda di Pinggir Meja atau Rak 

Jangan pernah menaruh apapun di pinggir meja dan rak, lantaran dari sudut pandang anak, hal ini menarik untuk ditarik. 

Bayangkan kalau dia menarik secangkir kopi atau semangkuk mie kuah panas sehingga menimpa dia. 

21. Tidak Meletakkan Perabot Dekat Balkon Atau Pagar 

Kalau kamu memiliki balkon, jangan pernah menaruh perabot seperti kursi atau apapun di dekatnya. 

Jangan sampai anak mencoba naik ke kursi dan kemudian meloncat ke balkon. Hal yang sama juga terjadi dengan kursi di dekat pagar. 

22. Selalu Memantau Pergerakan Anak 

Saat kamu memiliki balita atau batita, tentunya kamu harus memantaunya setiap saat meski memang sulit. 

Jika tidak bisa, kamu bisa mengajaknya ke ruangan dengan bahaya minimalis agar tidak khawatir. 

Misalnya kamu seorang diri dan menjaga balita, ajak saja ke ruang tidur dan mengajaknya bermain di situ. 

Kamu tidak bisa meninggalkan balita atau batita seorang diri di dapur, beranda, atau kamar mandi.

Hal tersebut sangat berbahaya lantaran anak bisa saja melakukan hal berbahaya yang belum dipahami. 

Untuk itu, kamu memang membutuhkan pengasuh anak, asisten rumah tangga, kakek nenek, atau siapa pun yang bisa diajak bergantian menjaga anak.

Baca juga: Tips Sehat: Mengenal Obesitas dan Cara Pencegahan Pada Anak

Bagikan:
874 kali