trem bogor- rumah123.com Ilustrasi Trem. Kota Bogor di Jawa Barat Berencana Untuk Mengoperasikan Trem Pada 2023. Trem Ini Merupakan Hibah Dari Belanda (Foto: Rumah123/Getty Images)

Kota Bogor berencana untuk mengoperasikan trem pada 2023. Saat ini, empat pihak sedang melakukan kajian sebelum trem beroperasi secara resmi.

Sejumlah kota di Indonesia mulai memikirkan untuk memiliki transportasi massal. Palembang telah memiliki LRT (Light Rail Transit/Lintas Rel Terpadu). LRT Palembang menjadi yang pertama beroperasi di Indonesia.

Bandung, Malang, dan Surabaya sedang menjajaki untuk membangun LRT. Sementara Yogyakarta mempertimbangkan mempunyai MRT (Mass Rapid Transit/Moda Raya Terpadu).

Baca juga: Bogor, Dari Kota Angkot Menuju Kota LRT dan Trem

Bogor sedang melakukan kajian untuk memiliki moda transportasi trem. Nantinya, trem ini akan menjadi moda pengumpan atau feeder bagi LRT Bogor dan juga LRT Jabodebek (Jakarta, Bogor, Depok, Bekasi).

Pemerintah Kota Bogor baru saja menerima hibah berupa 24 unit trem dari Pemerintah Utrech, Belanda. Laman berita online CNBCIndonesia.com pernah melansir Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto yang ingin mengurangi angkutan perkotaan (angkot) dengan transportasi massal.

Selama ini, Bogor lekat dengan stigma Kota Angkot selain Kota Hujan. Banyaknya angkot membuat Bogor juga terkenal karena kemacetan.

Empat Pihak Melakukan Kajian Trem Bogor

Situs berita online Tempo.co menyatakan Wakil Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim menyatakan ada empat pihak yang masih melaksanakan kajian mengenai penerapan trem di Kota Bogor. Pemerintah Kota Bogor masih menanti hasil kajian.

Pihak pertama yang melakukan kajian adalah Atase Perhubungan di Konsulat Jenderal Republik Indonesia di Den Haag, Belanda. Atas Perhubungan melakukan kajian teknis rencana hibah trem dari Belanda.

Selanjutnnya pihak kedua yang melaksanakan kajian dari Colas Rail. Perusahaan asal Prancis ini merupakan korporasi yang menyediakan jasa sistem perkeretaapian. Perusahaan ini berdiri pada 2007 dan memiliki anak usaha di Inggris dan Belgia.

Baca juga: Terminal Baranangsiang Akan Direvitalisasi dan Dijadikan Stasiun Akhir LRT Jabodebek

Colas Rail akan melakukan kajian dalam beberapa aspek. Kajian ini akan memakan waktu selama delapan bulan.

Pihak ketiga yang melakukan kajian adalah PT Industri Kereta Apia tau INKA. Perusahaan ini berstatus BUMN (Badan Usaha Milik Negara). Pihak terakhir yang melakukan kajian adalah Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ).

Dedie menyatakan BPTJ akan melakukan kajian keterpaduan antar moda transportasi di Bogor. Nantinya, trem akan terkoneksi dengan LRT Bogor hingga ke Terminal Baranangsiang.

Baca juga: Steril dari Angkot Pada 2022, Bogor Pilih Transportasi Massal

Ada rencana Terminal Baranangsiang akan menjadi terminal terakhir LRT Jabodebek. Meski ada juga rencana untuk melanjutkan LRT hingga kawasan Puncak, Jawa Barat.

Trem Bogor Akan Memiliki Delapan Halte

Dedie melanjutkan bahwa empat pihak melakukan kajian sehingga trem bisa disiapkan. Dia menyatakan trem akan mulai beroperasi pada 2023.

Pemerintah Kota Bogor akan membangun delapan halte pemberhentian. Delapan halte ini berada di Jalan Suryakencana, depan Bogor Trade Mall (BTM), Jalan Paledang, depan Alun-Alun Bogor, Sempur, Lippo Kebun Raya Bogor, depan Rumah Sakit PMI (Palang Merah Indonesia), dan Terminal Baranangsiang.

Saat Bogor memiliki trem, tentunya transportasi ini berbeda dengan kota-kota lainnya. Hmm, kira-kira kamu berencana untuk pindah ke Bogor?

Baca juga: Kereta Cepat Jakarta-Bandung Terkoneksi dengan LRT Jabodebek, Transjakarta, dan LRT Bandung

Bagikan: 724 kali