tips negosiasi rumah second

Kamu yang ingin membeli rumah bekas, ada sederetan tips negosiasi yang bisa dilakukan saat melirik rumah second. Selamat bernegosiasi ya. 

Ada orang yang lebih tertarik untuk membeli rumah baru dibandingkan dengan membeli rumah bekas. 

Namun, tidak sedikit yang menyukai rumah second, lantaran ada banyak keunggulan untuk mendapatkannya. 

Jika kamu membeli rumah second maka tentunya kamu melirik kawasan yang telah berkembang pesat. 

Misalnya kamu suka tinggal di kawasan Tebet, Jakarta Selatan, tentunya tidak ada rumah baru yang dibangun. 

Mau tidak mau, kamu akan melirik rumah second. Tetapi, kamu memang ingin mendapatkan kawasan yang mapan. 

Lokasi ini memiliki banyak sekolah bagus, pusat perbelanjaan, rumah sakit, hingga dekat dengan kawasan niaga terpadu. 

Saat kamu ingin membeli rumah second, tentunya kamu harus bisa bernegosiasi untuk mendapatkannya. 

Laman properti Rumah123.com akan memaparkan sederetan tips negosiasi membeli rumah second. 

tips negosiasi rumah second

Tips Negosiasi untuk Mendapatkan Rumah Second

1. Melakukan Riset Harga Rumah Second 

Jangan melakukan penawaran sebelum melakukan riset terlebih dahulu dengan mencari tahu harga rumah second

Caranya bisa melalui situs properti seperti Rumah123.com, kamu bisa mencari sederetan rumah yang berada di kawasan yang sama. 

Atau kamu bisa bertanya kepada teman yang berprofesi sebagai agen properti untuk menanyakan hal ini. 

Misalnya kamu bisa melakukan pencarian spesifik harga rumah di BSD, Alam Sutera, dan sekitarnya. 

2. Mengetahui Perbandingan Harga Rumah Second 

Harga rumah second bisa tidak sama walaupun rumah yang dipasarkan berada di jalan yang sama. 

Misalnya kamu melirik rumah second di sebuah klaster di Depok, Jawa Barat, harga dua rumah bisa berbeda.

Bisa jadi rumah A telah direnovasi total dan dipasarkan secara semi furnished, sementara rumah B masih asli. 

Jika kamu membidik rumah second di kawasan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, harga rumah bisa berbeda-beda lagi. 

Harga rumah di jalan besar berbeda dengan harga rumah di jalan lingkungan atau bahkan di gang. 

3. Mencari Tahu Sudah Berapa Lama Rumah Second Dipasarkan 

Kalau kamu memiliki kesempatan untuk bertemu agen properti atau pemilik rumah, kamu bisa bertanya hal ini. 

Sudah berapa lama rumah dipasarkan? Satu bulan, dua bulan, atau satu tahun? Ini bisa menjadi senjata kamu. 

Jika rumah sudah dipasarkan selama setahun, kenapa tidak laku? Apakah lokasinya dekat kuburan?

Apakah rumahnya berada di lokasi banjir? Atau harga rumah terlalu mahal dibandingkan rumah lain?

4. Membiarkan Penjual Menyebutkan Harga Terlebih Dahulu 

Hal ini bisa dilakukan ketika kamu bertemu langsung dengan pemilik rumah atau agen properti yang menjualnya. 

Kamu bisa mendengarkan langsung berapa harga jual rumah berikut fasilitas yang ada di rumah dan di sekitarnya. 

Kecuali kamu mencarinya via marketplace maka kamu sudah mengetahui terlebih dahulu harga rumah tersebut. 

Baca juga: 7 Tips Beli Rumah Bersama Pasangan, Apa Saja Sih?

tips negosiasi rumah second

5. Meminta Izin untuk Mengecek Rumah Second

Kalau kamu tertarik membelinya, coba meminta izin untuk mengecek kondisi rumah second tersebut. 

Kamu bisa mengetahui kondisi fisik rumah, fasilitas rumah, dan lainnya sehingga bisa mengajukan penawaran. 

Selain itu, kamu bisa memikirkan berapa besar biaya renovasi rumah second bila memang diperlukan. 

6. Mengajukan Penawaran Setelah Mengetahui Harga Rumah Second 

Setelah mengetahui harga rumah second dan kamu merasa tertarik untuk membelinya, langsung saja mengajukan penawaran. 

Lakukan penawaran segera, siapa tahu tawaran kamu langsung diterima atau mungkin bersaing dengan orang lain. 

7. Melakukan Penawaran Rumah Second dengan Harga Wajar 

Saat melakukan penawaran, kamu harus memberikan harga penawaran yang wajar sehingga pemilik rumah tidak tersinggung. 

Jika pemilik rumah mematok harga rumah second Rp1 miliar, jangan pernah kamu menawarkan dengan harga Rp500 juta. 

Kamu bisa menawar dengan harga Rp800 juta kalau kondisi rumah memerlukan perbaikan yang besar. 

Misalnya kamu menemukan kondisi fisik rumah second memang sudah jelek dan membutuhkan renovasi besar. 

Lain halnya jika rumah second memang dalam kondisi bagus dan baru direnovasi, tentunya kamu sulit menawar, meskipun tidak ada salahnya untuk mencoba.

8. Menentukan Batas Maksimal Penawaran Rumah Second 

Kamu tertarik membeli sebuah rumah second dengan harga lumayan, misalnya dengan harga Rp900 juta. 

Namun, kamu hanya memiliki dana Rp850 juta, maka kamu bisa memulai negosiasi harga dengan angka Rp800 juta. 

Penjual akan meminta kamu menaikkan harga, sementara dia mungkin tidak keberatan untuk menurunkan harga. 

Baca juga: Saatnya Kaum Jomblo Punya Rumah, 7 Tips Beli Rumah untuk Single

tips negosiasi rumah second

9. Jangan Terlihat Tertarik dengan Rumah Second Tersebut 

Kalau rumah sudah terlalu lama dipasarkan, kamu bisa melakukan beragam taktik mulai dari meminta pengurangan harga. 

Lantas berlanjut dengan taktik seolah-olah kamu tidak terlalu tertarik untuk membeli rumah tersebut. 

Penjual yang sudah terlalu lama menunggu bisa jadi akan mempertimbangkan harga jual yang masih realistis. 

10. Meminta Tenggat Waktu untuk Berpikir 

Taktik berikutnya yang bisa dilakukan adalah meminta waktu untuk memikirkan negosiasi harga rumah. 

Jika rumah sudah terlalu lama dipasarkan atau rumah memiliki banyak kekurangan, penjual malah bisa jadi yang memburu pembeli. 

11. Bersiap Kompromi Harga Rumah Second 

Kalau rumah second yang ingin dibeli memang tergolong bagus dan baru saja direnovasi, plus kamu ingin membeli. 

Bisa jadi kamu yang harus berkompromi untuk melakukan negosiasi ulang berupa menaikkan harga. 

Apalagi kalau ada beberapa orang yang melirik rumah yang sama, mau tidak mau kamu harus bersiap menaikkan penawaran harga. 

12. Memperhitungkan Potensi Investasi Rumah Second 

Investasi properti memang unik lantaran harga rumah second lebih mahal dibandingkan dengan rumah baru. 

Jika kamu ingin membeli rumah second dengan harga sedikit lebih mahal, jangan khawatir soal kenaikan harga. 

Misalnya kamu membeli rumah dengan harga Rp1 miliar, lebih mahal Rp50 juta dari harga jual rumah. 

Pikirkan kenaikan harganya sepuluh atau dua puluh mendatang. Harganya sudah pasti bukan Rp1 miliar lagi. 

Apalagi kalau lingkungan sekitar sudah berkembang pesat, harga rumah bisa melambung tinggi.

Baca juga: Tips Beli Rumah Tanpa Riba, Bayar Secara Tunai Bukan Hal Mustahil, lho!

Bagikan:
785 kali