Tanda-tanda kematian selalu menjadi misteri yang selalu ingin dipecahkan banyak orang. Meski demikian, ada 12 tanda kematian berdasarkan faktor psikologis sebagai berikut. 

tanda tanda kematian

Tanda-tanda kematian mungkin merupakan misteri dan takdir bagi setiap insan yang hidup, khususnya bagi kaum tua dan muda. 

Memang, kematian adalah sesuatu misteri yang tidak pernah kita ketahui, namun firasat dan intuisi selalu kerap berbicara dari hati ke hati.

Pasalnya, seseorang yang sehat bisa saja mati mendadak, bahkan orang yang sudah sakit lama bisa saja sembuh dengan keajaiban. 

Selain faktor tersebut, tanda-tanda kematian seseorang pun juga bisa terlihat dari aktivitas mereka sehari-hari, baik dalam kondisi wajar maupun tidak wajar.

Untuk diketahui, kematian seseorang juga menjadi cerminan atas kebaikan mereka semasa hidup.

Tak jarang, ada banyak orang yang mempunyai wasiat maupun tanda kematian yang baik supaya ia bisa pergi dengan tenang.

Sebagai contoh, ia hanya ingin meninggalkan keluarganya di hari yang baik sekalipun beristirahat dengan tenang. 

Lantas, seperti apa tanda-tanda kematian yang perlu kamu ketahui? Simak pembahasannya bersama-sama berikut ini. 

Mengenal 12 Tanda-Tanda Kematian akan Segera Menjemput 

Secara psikologis, tanda-tanda kematian pada seseorang bisa terlihat dengan kontras, utamanya pada mereka yang sudah lansia maupun memiliki sakit kronis.

Dalam hal ini, sakit kronis berkaitan dengan penyakit mematikan, sehingga ia memilih untuk menikmati sisa hidupnya dengan berprasangka baik.

Tak jarang, ada orang yang menutupi penyakitnya supaya ia tampak bahagia dan mengurangi beban pikiran.

Ada beberapa tanda-tanda kematian yang perlu kamu ketahui dengan rincian sebagai berikut. 

1. Cenderung lebih betah di dalam rumah 

Harus diakui ada beberapa orang yang ingin mengalami kematian dalam keadaan baik dan tenang, sekalipun saat ia berada di rumah.

Pasalnya, faktor kematian di rumah bisa dianggap sebagai peristiwa yang cukup alami, sehingga mereka bisa merasa lebih dekat dengan keluarga tanpa harus di rumah sakit.

Umumnya, proses kematian alami seperti ini kerap ditemukan pada orang yang sedang berjuang terhadap penyakitnya maupun lanjut usia. 

Baca Juga : Gejala Serangan Jantung dan Pertolongan Pertama yang Harus Dilakukan

2.  Waktu beristirahat cenderung lebih panjang 

Beberapa bulan ke belakang, orang yang sekarat mungkin akan mengalami tidur yang lebih panjang maupun lebih sering dari biasanya.

Hal ini bukan hanya merujuk pada tidur malam saja, bahkan pola tidur juga bisa berubah, bahkan saat tidur siang.

Faktor tersebut disebabkan karena semakin dekat dengan kematian, bahkan metabolisme tubuh juga ikut menurun.

Sementara, tanpa adanya pasokan energi alami, kelelahan dan rasa lesu cenderung akan mudah menang.

3.  Nafsu makan berkurang 

Kebutuhan akan energi pastinya akan berkurang seiring menuanya usia. 

Sebab, orang yang sudah tua atau lanjut usia tidak memerlukan banyak energi untuk tugas sehari-hari.

Adapun, nafsu makan justru cenderung sedikit berkurang, sekalipun saat mereka ingin menyantap makanan favorit di rumah.

Tak jarang, mereka pun kadang bisa berhenti makan maupun minum secara terselubung.

4. Mudah menyendiri 

Bagi orang yang akan menemui ajal, bukan sesuatu kehendak apabila mereka mulai menarik diri dari orang lain dalam banyak kesempatan.

Ini merupakan refleksi alami dari perubahan energi, serta keinginan untuk melindungi hari dan jam terakhir mereka.

5. Tanda-tanda vital berubah 

Umumnya, tekanan darah menurun saat akan menjelang ajal, umumnya mereka akan cenderung mengalami masalah pernapasan dan sulit terdeteksi.

Ketika tekanan darah menurun, ginjal juga akan berhenti bekerja juga dan mengurangi saluran kemih.

Umumnya, kencing mereka cenderung pekat selayaknya orang-orang terkena dehidrasi. 

6. Pola buang air besar dan kecil berubah 

Selain kencing atau urin yang lebih pekat, pola buang air besar dan kecil pun juga cenderung sedikit berubah.

Pasalnya, seseorang yang akan menemui ajalnya cenderung mengurangi pola makan dan minum, sehingga buang air besar dan kecil pun juga berkurang. 

Setelah mengurangi makan dan minum, mereka pun tidak perlu pergi ke Toilet untuk buang air besar dan kecil.

Tak jarang, ada beberapa lansia cenderung menggunakan alat bantu untuk melakukan buang air besar dan kecil di rumah.

7. Suhu tubuh mulai menurun 

Sirkulasi darah mengalir ke dalam, menuju organ vital ketika seseorang tengah berhadapan pada sisa usianya.

Artinya sirkulasi dan peredaran darah di tempat lain seperti tangan dan kaki menjadi amat sangat berkurang.

Kondisi tersebut bisa menyebabkan kulit dan anggota badan lainnya cenderung dingin saat disentuh. 

Selain dingin, kulit cenderung pucat, bahkan apabila sirkulasi darah semakin berkurang dapat menyebabkan kulit tampak biru lebam dan berbintik.

8. Otot mulai melemah 

Pada beberapa hari sebelum wafat, otot bisa berubah menjadi amat sangat lemah.

Dalam fase ini, seseorang mungkin akan mengalami kesulitan untuk melakukan aktivitas sederhana, seperti minum maupun membalikkan badan di tempat tidur. 

9. Muncul kebingungan dan uring-uringan 

Meski sudah dalam fase akhir, namun otak tetap akan aktif selama fase sekarat, namun hal ini akan sedikit berbeda bagi orang yang merasa kebingungan atau inkoherensi.

Tak jarang fase kebingungan tersebut membuat seseorang menjadi mudah murung dan gelisah, menyadari hal-hal yang sedang terjadi saat ini maupun masa lampau.

10. Mengalami sakit 

Intensitas nyeri mungkin akan meningkat ketika seseorang semakin dekat menemui ajalnya.

Tidak jarang sakit tersebut menunjukkan tanda-tanda yang terlihat bahwa mereka sedang kesakitan, bahkan bisa meringis, mengerang, dan cemberut. 

Sakit tersebut juga diimbangi dengan tubuh yang lemas dan cenderung menjadi lebih malas untuk menjalankan aktivitas.

11. Halusinasi 

Selain sakit, orang yang akan menemui ajalnya cenderung mudah merasa halusinasi terhadap sesuatu objek.

Halusinasi tersebut bukan hanya terkait dengan hal-hal aneh saja, melainkan juga rasa kangen dan mengingat-ingat peristiwa yang telah terjadi.

Sebagai contoh, seseorang yang akan wafat akan teringat mimpi jika ia bertemu dengan tuhan sekalipun sosok yang ia cintai namun telah mendahului.

13. Banyak Memohon Doa dan Minta Maaf 

Supaya sosok yang akan wafat dalam keadaan baik, tak jarang mereka pun ingin meminta maaf sebesar-besarnya pada banyak orang di sebelah rumah.

Nada maaf dan kekhilafan tersebut merujuk atas perbuatan dosa yang dilakukannya selama hidup, sehingga orang tersebut bisa pergi dengan tenang. 

Baca Juga: 15 Manfaat Jeruk Nipis, Turunkan Berat Badan hingga Cegah Stroke

Demikian beberapa jenis tanda-tanda kematian yang perlu kamu ketahui secara lebih lanjut, khususnya apabila ada kaum Lansia maupun seseorang yang sedang sakit kritis.

Yuk, cari tahu inspirasi menarik mengenai kesehatan khususnya bagi penghuni rumah selengkapnya di artikel.rumah123.com.

"Sedang mencari rumah di Pekanbaru? Kamu bisa cek Perumahan Dua Putri Mandiri Pekanbaru di sini selengkapnya."

Bagikan:
22347 kali