Pekerja melakukan perawatan rutin di taman gerbang masuk Citra Maja Raya, Lebak, Banten. Foto: Rumah123/Jhony Hutapea.

PT Ciputra Residence dan PT Putra Asih Laksana telah menandatangani kesepakatan kerja sama. Kesepakatan ini berisi wacana pengembangan proyek Citra Maja Raya 2 seluas 266 hektar. Luas lahan itu merupakan perluasan dari  pengembangan kota baru Citra Maja Raya seluas 2 ribu hektar.

Direktur Utama PT Ciputra Residence, Budiarsa Sastrawinata, mengatakan, kerja sama yang ditandatangani pada Jumat (9/9) di Ciputra World, Citra Maja Raya 2 bagian pengembangan dari Kota Baru Publik Maja. Kota Publik ini berluas 10 ribu hektar dan saat ini menjadi prioritas pemerintah dalam mengembangkan kota baru di barat Jakarta tersebut.

Sedangkan Direktur Utama PT Putra Asih Laksana, Benny Tjokrosaputro menjelaskan, di Citra Maja Raya 2 seluas 266 hektare ini akan dibangun 12 ribu unit rumah, komersial area, dan fasilitas. Akhir tahun ini, menurutnya, akan segera di-launching.

"Kami optimistis, kebijakan bunga rendah, diperlonggarnya LTV oleh Bank Indonesia, paket-paket kebijakan ekonomi di bidang properti akan membuat industri properti di Indonesia bergairah kembali,” katanya.

Citra Maja Raya, kawasan kota terpadu seluas 2.000 hektare dikembangkan dengan konsep Transit Oriented Development (TOD). Proyek ini menjadikan Stasiun Maja sebagai simpul transportasi. Saat ini lokasi Maja sudah terkoneksi dengan jalur double track dan Commuter Line.

Baca juga: Citra Maja Raya Siap Ikut Menyihir Majapolitan

Waktu tempuh dari Stasiun Maja sampai ke Serpong sekitar 45 menit, Sedangkan ke Tanah Abang bisa dijangkau dalam waktu 90 menit.

"Itu artinya, pertimbangan efisiensi waktu dan biaya menjadi perhatian yang sangat penting dalam membeli rumah," ucapnya.

Pengembangan tahap pertama Citra Maja Raya seluas 430 hektar sudah terjual sebanyak 7 ribu unit rumah dan 500 ruko dari 13 kluster.

Tingginya minat masyarakat akan rumah yang layak dan berkualitas tampak dengan tingginya permintaan hunian berharga terjangkau. Ditambah, data Badan Pusat Statistik (BPS) per Agustus 2016 angka backlog perumahan secara nasional mencapai 11,4 juta unit rumah.

Menurut Benny, prospek pengembangan perumahan skala kota (township) sangat diminati dan mampu memberikan value added (nilai tambah) bagi konsumennya. Sebut saja pengembangan yang lebih terencana, terintegrasi, dan lebih lengkap dari sisi sarana, prasarana, serta fasilitas.

"Hal ini pula yang menjadikan proyek-proyek yang dikembangkan Ciputra Group menjadi incaran dan rebutan para konsumen,” katanya. (Wit)

Penandatanganan Kerja sama antara PT Ciputra Residence dan PT Putra Asih Laksana. Penandatanganan kesepakatan kerja sama pembangunan proyek Citra Maja Raya 2 antara PT Ciputra Residence dan PT Putra Asih Laksana, Jumat (9/9) di Ciputra World 1. Foto: Rumah123/Ciputra Group

Bagikan: 1983 kali