Sudah melamar ke berbagai perusahaan namun tidak pernah mendapatkan panggilan? Coba periksa lagi lamaran kerja yang kamu kirimkan, apakah sudah sesuai?

lamaran kerja

Sudah melamar ke berbagai perusahaan namun tidak pernah mendapatkan panggilan?

Padahal, pengalaman dan latar belakang pendidikan kamu sudah cukup mumpuni. 

Jika itu terjadi, coba periksa lagi lamaran kerja yang kamu kirimkan.

Apakah lamaran kerja itu sudah cukup baik untuk meyakinkan perusahaan untuk mempekerjakanmu. 

Atau, ada hal lain yang membuatmu ditolak terus-menerus?

Bila kamu masih tak yakin, yuk simak 11 alasan lamaran kerja selalu ditolak dan solusinya di bawah ini:

1.Bahasa Tidak Formal 

Surat lamaran perkerjaan umumnya adalah sebauh surat yang formal.

Untuk itu, tata bahasa yang digunakannya pun harus formal. 

Jika kamu menulis surat lamaran dalam bahasa Indonesia, pastikan diksi dan ejaan kamu sudah tepat. 

Sesuaikan dengan yang ada di Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia. 

Namun, jika kamu menggunakan bahasa asing, seperti bahasa Inggris, pastikan grammar dan spellingnya pun sudah tepat. 

Kamu bisa menggunakan kamus atau aplikasi untuk mengecek grammar. 

Selain itu, hindari penggunaan istilah kurang resmi dan singkatan kata saat menulis surat lamaran. 

2. Tata Paragraf Berantakan

Selain penggunaan bahasa yang formal, kamu juga harus memperhatikan tata paragraf dalam surat lamaranmu. 

Pastikan tata paragraf yang kamu gunakan rapi dan juga mudah dimengerti. 

Isi surat lamaran biasanya terdiri dari pembuka, perkenalan singkat, data diri, maksud dan tujuan, lampiran berkas, CV, dan penutup.

Jangan lupa cantumkan juga posisi dan pekerjaan apa yang kamu lamar. 

Tuliskan data diri singkat yang berisi nama, tempat tanggal lahir, alamat rumah, dan nomor yang bisa dihubungi. 

Informasi yang jelas akan membuat HRD mudah menindaklanjuti proses seleksi lamaran.  

Jika tata letak paragraf yang kamu tulis saja tak beraturan, maka HRD bisa saja kesulitan memahami isi surat lamaranmu. 

Dengan begitu, ia mungkin enggan untuk mengundangmu ke tahap interview. 

3. Salah Ketik

Salah ketik dan ejaan yang salah juga bisa membuat HRD menganggap kamu sebagai orang yang tidak teliti. 

Sebab, semua perusahaan tentu akan mengharapkan mendapat karyawan yang teliti terhadap hal-hal kecil sekalipun.

Mulai dari penulisan nama, gelar, dan posisi yang akan dilamar. 

Untuk itu, penting sekali kamu mengecek lagi surat lamaranmu sebelum mengirimkannya. 

4. Tidak Memasukkan Subjek dan Badan Surel

Banyak pelamar yang kerap kali tidak mencantumkan subjek dan badan di surel yang mereka kirim. 

Padahal, dengan mengosongkan dua bagian ini dan hanya mengirim CV memberikan penilaian tertentu pada pelamar. 

Hal itu membuat pelamar dinilai sebagai pribadi yang kuran inisiatif, kreatif, dan tidak profesional.

Selain itu, HRD akan sulit mengenali email surat lamaran yang masuk. 

Bisa saja surat lamaranmu menjadi terlewat dan tak lolos seleksi.   

Baca Juga: Tips Jual Rumah dalam Gang agar Cepat Laku

5. Informasi yang Diberikan Kurang Detil

Surat lamaran yang berisi informasi kurang lengkap biasanya akan langsung ditolak oleh perusahaan. 

Tak hanya itu, kamu juga harus memperhatikan isi CV yang kamu kirimkan. 

Sebab, surat lamaran kerja dan CV adalah sarana untuk mempromosikan diri agar perusahaan tertarik merekrutmu.

Jika kamu asal-asalan dalam membuatnya, maka kemungkinan perusahaan jadi tidak tertarik dengan dirimu. 

Untuk itu, pastikan kamu sudah menulis lengkap informasi yang dibutuhkan perusahaan. 

Mulai dari pengalaman beserta deskripsinya, skill yang kamu miliki, hingga mencamtukan portofolio.

6. Copy Paste Surat Lamaran dan CV

Seringkali orang malas berpikir dan memilih untuk copy paste surat lamaran dan CV yang bertebaran di internet. 

Tak heran, kalau format yang digunakan akhirnya sama dengan kebanyakan orang. 

Selain tak menarik, surat lamaran kerja kamu pun dianggap tidak original. 

Tak hanya itu, kemungkinan kamu akan dicap pemalas oleh HRD. 

Kamu bisa saja mencari informasi melalui internet, namun bukan berarti kamu harus menyalinnya. 

Terlebih lagi, jika kamu sampai lupa mengganti nama dan posisi pekerjaan yang kamu lamar.

Jadikanlah contoh surat lamaran sebagai inspirasi dan tulislah kembali dengan kata-katamu. 

Dengan begitu, kamu akan dinilai lebih profesional daripada menyalinnya saja.

7. Ijazah dan Transkrip Nilai Tidak Dilegalisasi

Banyak pelamar yang menganggap legalisasi ijazah dan transkrip nilai adalah hal sepele. 

Padahal, perusahaan biasanya menginginkan surat-surat yang resmi dan terpercaya. 

Hal itu akan menggambarkan keseriusan kamu dalam proses perekrutan ini. 

Untuk itu, sebelum melamar pekerjaan, pastikan kamu telah melegalisasi dokumen yang dibutuhkan. 

8. Gunakan Foto yang Layak

Saat kamu mencantumkan foto pada lamaran kerja, pastikan kamu menggunakan foto yang proper. 

Foto yang dimaksud adalah memastikan bagian kepala hingga bawah dada terlihat dengan jelas dengan latar polos. 

Posisi badan juga harus menghadap lurus ke depan ke arah lensa kamera. 

Jangan gunakan foto selfie seperti yang kamu unggah di media sosial. 

Apalagi jika kamu menggunakan berbagai gaya dan pengambilan dari sudut tertentu yang membuat kamu tak terlihat jelas. 

9. Skill Kurang Relevan

Sebelum kamu melamar posisi tertentu, ada baiknya kamu melihat latar belakang, pengalaman, dan skills yang dibutuhkan. 

Sebab, jika kamu seorang lulusan jurusan Ilmu Komputer dan ingin melamar posisi Marketing, lamaran kerjamu mungkin akan ditolak. 

Terlebih lagi, jika kamu tak mempunyai pengalaman dan skills di bidang yang kamu lamar. 

Kamu akan dianggap kurang relevan dengan posisi pekerjaan tersebut. 

Untuk itu, pastikan kamu membaca persyaratan yang dibutuhkan perusahaan sebelum melamar. 

Jika kamu ingin melamar pekerjaan yang berbeda dengan latar belakang pendidikan, pastikan kamu sudah mempunyai pengalaman dan skill di bidang yang kamu lamar. 

Hal itu akan membuat perusahaan agar yakin bahwa kamu sanggup untuk bekerja di bidang tersebut. 

10. Tidak Profesional di Media Sosial

Media sosial juga kerap dianggap sebagai cerminan dari perspektif dan kepribadian seseorang. 

Untuk itu, biasanya HRD akan memantau media sosial kandidat karyawannya secara mendetil. 

Bila ada postingan yang berbau negatif, bisa saja reputasimu jadi negatif di matanya. 

Untuk itu, berhati-hatilah dalam mengupload konten di media sosial. 

Sebab, hal itu akan menjadi penilaian apakah kamu adalah orang yang cocok dengan budaya kerja di perusahaan tersebut atau tidak. 

Baca Juga: Cara Menghitung Pajak Progresif Kendaraan dan Tips Menghindarinya!

11. Mepet Tenggat Waktu

Saat kamu melihat lowongan yang sedang dibuka, cobalah untuk mengirim surat lamaran sesegera mungkin. 

Hindari mengirimnya mendekati tenggat waktu. 

Bisa saja HRD akan menutup lowongan sebelum tenggat waktu jika sudah menemukan kandidat yang dianggap cocok.

Dengan mengirimkan lamaran kerja mendekati tenggat waktu, berarti kamu membuka peluang pelamar lain terlihat lebih unggul. 

Itulah 11 hal yang harus diperhatikan saat mengirimkan lamaran kerja. 

Jangan sampai surat lamaran hanya menumpuk dan terlewat begitu saja. 

Semoga artikel ini membantu dan selamat mencari pekerjaan!

Jangan lupa kunjungi artikel.rumah123.com untuk dapatkan artikel menarik lainnya seputar properti. 

Kamu juga bisa mencari properti yang sesuai kebutuhanmu seperti Emerald Bintaro hanya di www.rumah123.com.

Bagikan:
629 kali