Photo of a young mixed-race family admiring a home - possibly their first home, or the home they hope to own. Ilustrasi. Foto: Rumah123/iStock

Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS), baru 3,1 juta jiwa rakyat Indonesia yang memiliki lebih dari satu rumah. Sisanya masih belum punya rumah. Hal ini disampaikan oleh Direktur Consumer Goods Bank Tabungan Negara (BTN), Handayani, pada perhelatan garapan Asosiasi Real Estate Broker Indonesia (Arebi), di Emperium Pluit Mall, Jakarta, Rabu (23/11).

Sedangkan mereka yang memiliki satu rumah sejumlah 11,6 juta jiwa. Rata-rata mereka berusia produktif. "Usia produktif 20 sampai 25 tahun sudah memiliki rumah rata-rata," ucapnya.

Baca juga: Hunian Ini Banyak Diminati Pasangan Muda Usia Sekitar 28 Tahun

Masih ada 160 juta jiwa di Indonesia, lanjutnya, yang masih belum memiliki rumah. Pemerintah pun mengeluarkan stimulus-stimulus untuk mempermudah masyarakat bisa memiliki rumah sendiri. Terutama bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR). Target utama pemerintah untuk pengadaan rumah bagi MBR adalah melalui pengembang.

Stimulus pemerintah yakni, tax amnesty, kebijakan ekonomi paket XIII, termasuk kepengurusan perizinan yang dipangkas waktunya jadi singkat. Pelonggaran Loan to Value (LTV) dan inden oleh BI PBI, Program Sejuta Rumah, penurunan PPh Final dari 5 persen jadi 2,5 persen untuk non-subsidi dan satu persen untuk subsidi.

Baca juga: Pengen Punya Rumah di Usia 20-an? Bisa Banget Kok!

Kemudian, kepemilikan hunian oleh orang asing tertuang pada PP No. 103/2015, terakhir BI 7-day reverse repo rate menjadi 4,75 persen.

Selain itu, pemerintah sudah mengeluarkan regulasi jika orang asing boleh berinvestasi atau membeli hunian di Indonesia. "Di tahun mendatang, saya prediksikan orang asing banyak melirik Indonesia untuk investasi properti," ujarnya lagi. (Wit)

Bagikan: 1040 kali