Foto: Rumah123/iStock
 

Milenial susah beli hunian? Apakah kamu termasuk yang berpikiran kayak gitu? Kalau ya, coba simak langkah-langkah berikut agar kamu bisa membalik anggapan itu.

Ke-1. Kalau kamu fresh graduated atau pernah bekerja, coba cari pekerjaan yang bergaji di atas rata-rata, semisal di industri minyak, gas, dan pertambangan, atau bidang lainnya yang berprospek bagus.

Ke-2. Cari tempat kerja yang bisa memberi pinjaman untuk membeli rumah atau talangan, semisal di bank yang memberikan penawaran khusus kepada karyawannya untuk keringanan membeli rumah.

Ke-3. Bagi penghasilanmu ke dalam pos kesenangan/keinginan dan pos kebutuhan. Masukkan beli rumah ke dalam pos kebutuhan.

Ke-4. Kurangi kesenangan demi mendapatkan kebutuhan, semisal kurangi pesta-pesta atau nongkrong-nongkrong agar duitnya bisa ditabung buat beli rumah. Save your money and do less party.

Baca juga: Tips Beli Rumah: Alasan Kenapa Kaum Milenial Harus Beli Rumah Pada Usia 20-an

Ke-5. Bikin joint income. Pasangan yang bekerja akan lebih memudahkan kamu untuk membeli sebuah properti. Dengan menyisihkan penghasilan dua orang (suami dan isteri) akan lebih mudah untuk membayar cicilan hunian.

Ke-6. Susun bujet prioritas. Kedengarannya kelise ya? Tapi, tips yang satu ini masih sangat manjur untuk mengontrol alur keuangan. Pahami dengan jelas besaran penghasilan dan berapa yang bisa kamu habiskan untuk bersenang-senang. Menabung agar bisa beli rumah harus masuk dalam anggaran prioritasmu.

Ke-7. Jangan beli barang mulu. Jangan terbawa arus sebagai anak muda yang bangga punya barang baru, apa pun itu, semisal sering-sering ganti ponsel demi mengikuti tren pergaulan. Sadari bahwa harga jual ponsel second itu tak pernah lebih tinggi dari saat kamu beli. Lain lagi kalau rumah, harganya pasti lebih tinggi saat dijual kembali.

Baca juga: Muda Beli Rumah Berkat Mandiri KPR Milenial

Ke-8. Kalau lagi emosional atua bad mood, gak perlu ke mal atau belanja. Kamu gak perlu menghabiskan uang demi membuat mood kamu kembali senang. Coba jalan-jalan sekitar rumah atau nonton film lucu di TV atau ponsel.

Ke-9. Mulai berinvestasi sejak muda. Kalau udah punya gaji, jangan cuma berpikir gimana cara menghabiskannya aja. Tapi, coba tanamkan sedikit dari penghasilanmu itu untuk berinvestasi. Dari duit investasi, kalau udah saatnya memanen kamu bisa beli hunian meski yang ukurannya paling kecil.

Ke-10. Rumah pertama belum tentu rumah terakhir. Rumah kecil, rumah subsidi, rumah di daerah penyangga, mungkin kesemua itu bukan rumah yang kamu mau. Tapi, coba pikirkan lagi, rumah pertama gak harus jadi rumah terakhir yang kamu beli.

Awalnya mungkin kamu cuma bisa beli rumah kecil. Tapi, seiring waktu kamu bisa menjual rumah kecilmu itu yang uangnya bisa untuk DP beli rumah kedua yang lebih besar. Atau tanpa menjualnya kamu mampu beli lagi rumah kedua, ketiga, keempat, dst. Bukankah penghasilanmu di dunia kerja semakin lama juga bertambah dan berkembang?

Bagikan: 572 kali