social distancing - Rumah123.com Jangan ajak anak liburan dalam kondisi social distancing seperti ini - Rumah123.com

Proses penyebaran virus corona baru alias COVID-19 yang sangat cepat membuat jumlah orang yang terinfeksi meningkat secara signifikan, termasuk di Indonesia.

Sebagai bagian dari upaya menekan penyebaran virus corona, pemerintah mulai mengimbau masyarakat untuk melakukan social distancing.

Mengenal apa itu social distancing

Singkatnya, social distancing adalah mengurangi interaksi orang dalam jumlah besar, hingga bisa memperkecil peluang penularan.

Salah satu upaya pemerintah untuk social distancing sendiri antara lain dengan menghentikan aktivitas belajar mengajar di sekolah selama dua pekan. 

Social distancing bukan berarti mengajak anak liburan

Sekolah memang diliburkan selama dua minggu, tapi bukan berarti para orang tua bisa mengajak mereka jalan-jalan. 

Apalagi kebanyakan orang tua yang bekerja juga diimbau untuk work from home alias bekerja dari rumah.

Tak sedikit yang mengambil kesempatan ini untuk liburan sekeluarga.

Padahal, social distancing artinya kalau tidak perlu sekali, sebisa mungkin hindari melakukan kegiatan di luar rumah dan menghindari keramaian.

Bahkan Ketua Bidang III PP Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), Hartono Gunardi mengingatkan agar momen dalam dua pekan ini tidak digunakan untuk pergi berlibur atau mengunjungi keluarga di luar kota.

Hal yang bisa dilakukan orang tua agar anak betah di rumah selama social distancing

Anak-anak pada umumnya sangat mudah bosan, apalagi jika tak bertemu teman-temannya di sekolah.

Ketika melihat hal ini, para orang tua kerap tak tega melihat buah hati seolah dikurung di rumah. 

Walaupun demikian, bukan berarti kamu membiarkan atau malah mengajak anak keluar rumah.

Supaya kegiatan mereka di rumah tetap menyenangkan, lakukan sejumlah hal berikut ini!

Anak balita

1. Minta bantuan anak untuk membereskan mainannya sendiri

Anak balita akan merasa senang jika ketika dirinya berguna. Saat membereskan ruangannya, kamu bisa melibatkan mereka.

Minta bantuan anak untuk mengambil mainannya yang berserakan ke satu tempat. 

Akan lebih baik lagi jika kamu punya peralatan montessori di rumah, atau furniture dan mainan khusus yang didesain khusus dengan ukuran anak-anak.

Ajak anak untuk melakukan sesuatu dengan peralatan tersebut.

Misalnya seperti sapu kecil khusus anak, minta anak untuk ‘membantu’ menyapu kamarnya.

Walaupun tak ada hasilnya, hal ini akan membuat anak balita lebih percaya diri karena diberikan tanggung jawab.

2. Nyalakan TV dengan acara edukatif

Menonton TV juga bisa menjadi penghilang rasa bosan untuk anak-anak.

Tak ada salahnya untuk membiarkan mereka menonton TV atau YouTube selama 2-3 jam.

Tapi, pastikan acara yang ditonton edukatif. Orang tua berperan penting di sini untuk mendampingi anak ketika menonton TV.

3. Menari sambil bernyanyi bersama

Melakukan aktivitas fisik penting untuk dilakukan demi menjaga kesehatan anak sekaligus orang tua.

Untuk membuatnya menjadi menyenangkan, kamu bisa menyetel lagu-lagu rian kesukaan anak dan menari bersamanya.

Atau, kamu juga bisa lho memanfaatkan aplikasi TikTok untuk membuat video bersama anak!

Baca juga: Hal Terbaik yang Bisa Dilakukan Jika Indonesia Lockdown Benar-Benar Terjadi

Anak usia sekolah dasar

1. Libatkan anak saat memasak kue

Anak yang baru masuk sekolah atau di usia 5-7 tahun cenderung lebih tertarik melihat orang tua melakukan aktivitas orang dewasa.

Kamu bisa melibatkannya melakukan kegiatan ‘dewasa’ yang paling gampang, seperti memasak kue misalnya.

Libatkan mereka dari hal yang paling mudah. Misalnya mengaduk tepung menggunakan whisker, atau menghias kue yang sudah jadi.

Jangan lupa berikan mereka ucapan terima kasih dan apresiasi setelah selesai membuat kue. 

2. Menggambar dan mewarnai

Bagaimanapun, waktu libur di sekolah harus tetap dimanfaatkan untuk belajar. 

Apabila sekolah mereka memberikan layanan belajar online, maka kamu tak perlu pusing.

Tapi jika tidak, maka kamu harus mengambil alih dengan memberikan pengganti pelajaran di sekolah.

Untuk anak kelas kecil, ajak mereka menggambar dan mewarnai. Berikan mereka kertas kosong atau print gambar yang belum diwarnai.

Temani anak ketika sedang melakukan kegiatan ini. Kamu bisa menemukan sifat anak yang selama ini tak kamu ketahui, dan bahkan semakin akrab dengan mereka!

3. Minta anak untuk mengambil alih kegiatan memasak

Sedangkan untuk anak sekolah dasar kelas besar (kelas 4-6 SD), mulai bisa melakukan beberapa kegiatan orang dewasa seperti memasak misalnya.

Berikan mereka kesempatan untuk memasak menu makan pagi, dan biarkan mereka memilih resepnya sendiri.

Tentu saja, orang tua harus tetap mendampingi agar tak terjadi kekacauan di rumah. 

Namun sebisa mungkin bantu mereka ketika kamu benar-benar dibutuhkan. 

4. Manfaatkan aplikasi belajar gratis atau berbayar

Saat ini ada banyak aplikasi edukasi yang gratis maupun berbayar. 

Manfaatkan teknologi canggih ini untuk membantu kegiatan belajar anak di rumah.

Tak melulu belajar pelajaran yang ada di sekolah. 

Kamu juga bisa membebaskan mereka untuk mempelajari hal baru yang anak sukai, seperti belajar bahasa baru misalnya.

Anak usia sekolah menengah

1. Ajak anak berdiskusi

Anak sekolah menengah sudah memasuki usia remaja, sehingga sangat mungkin mereka menerima banyak informasi soal virus corona.

Agar mereka tidak panik, ajak anak berdiskusi. Jangan sampai mereka memendam perasaannya sendiri karena takut tak didengar.

2. Kumpulkan pakaian yang tak terpakai untuk didonasikan

Ajak mereka melakukan hal-hal produktif, seperti mengumpulkan pakaian yang tak terpakai misalnya.

Berikan pakaian tersebut kepada yang membutuhkan, atau jual ke situs barang bekas, dan donasikan hasilnya.

3. Tantang mereka untuk membuat project yang menyenangkan

Supaya tak bosan, ajak mereka membuat project berdasarkan hobi yang disukai.

Misalnya anak menyukai make-up, minta mereka membuat ulang karya make-up MUA profesional, dan nilai hasilnya.

Atau jika anak suka menulis, minta mereka untuk membuat cerita tentang apa yang mereka alami selama social distancing ini.

Bagikan:
3362 kali