penyakit akibat banjir Ilustrasi Obat. Ada Sejumlah Penyakit Akibat Banjir. Saat Banjir Melanda, Para Korban Banjir Juga Rentan Terhadap Sejumlah Penyakit (Foto: Rumah123/REA Adobe Experience Manager)

Jakarta dan sekitarnya kembali dilanda banjir. Ada sejumlah penyakit akibat banjir. Kamu wajib mengetahuinya sekaligus cara mencegahnya.

Hujan deras melanda Jakarta dan sekitarnya sejak Senin (24/2/2020) malam hingga Selasa (25/2/2020) pagi. Sejumlah kawasan tergenang banjir.

Sebelumnya, Jakarta dan sekitarnya juga dilanda banjir pada awal Januari 2020. Banjir menjadi salah satu bencana yang terjadi di Indonesia.

Baca juga: Waspada Leptospirosis, Penyakit Kencing Tikus yang Terjadi Saat Banjir

Sebagai negara yang rawan bencana termasuk banjir, seharusnya kamu memahami potensi bahaya dan juga penanganannya.

Ada sejumlah penyakit yang muncul akibat banjir. Kamu tidak perlu khawatir ada sejumlah hal yang perlu kamu ketahui untuk mencegahnya.

Situs properti Rumah123.com memaparkan sejumlah penyakit akibat banjir. Rumah123.com mengolahnya dari beragam sumber termasuk CNNIndonesia.com dan Halodoc.com.

Penyakit Kulit

Penyakit kulit menjadi penyakit yang paling umum dan sering terjadi setelah banjir. Penyebabnya adalah bakteri E. Coli yang dibawa air.

Penderita akan mengalami gejala berupa bercak merah pada kulit. Penderita akan mengalami rasa gatal pada kulit.

Leptospirosis

Penyakit ini adalah infeksi akut yang disebabkan oleh bakteri Leptospira. Biasanya penularannya melalui hewan seperti tikus.

Air kotor yang mengandung bakteri ini bisa masuk melalui luka terbuka, memar, atau mata. Sejumlah gejalanya adalah sakit kepala, nyeri otot, demam, dan pendarahan di paru-paru.

Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA)

ISPA menjadi salah satu penyakit yang muncul setelah banjir. Infeksi saluran pernapasan akut ditularkan melalui air liur, darah, dan udara.

Gejala umum dari penyakit ini mirip flu umum. Gejala ISPA adalah batuk dan demam yang disertai sesak napas.

Diare

Setelah banjir, lingkungan sekitar rumah mungkin belum dibersihkan. Bisa jadi ada kontaminasi bakteri pada makanan.

Hal ini bisa menyebabkan diare. Gejala diare di antaranya adalah intensitas buang air besar yang cukup tinggi disertai keluarnya lendir dan darah.

Kolera

Gejala penyakit ini hampir mirip dengan diare yaitu tingginya intensitas buang air besar (BAB). Pembedanya, penderita kolera mengalami muntah-muntah.

Penyakit ini disebabkan oleh bakteri Vibrio Cholerae. Bakteri tersebut mengontaminasi makanan dan minuman.

Malaria

Saat banjir, air yang menggenang bisa menjadi tempat nyamuk berkembang biak. Penyakit ini disebabkan oleh parasit jenis plasmodium.

Parasit ini masuk ke dalam darah manusia melalui gigitan nyamuk Anopheles betina. Gejala malaria adalah demam tinggi yang disertai rasa lemas.

Demam Berdarah

Penyakit ini disebabkan oleh nyamuk seperti halnya malaria. Nyamuk Aedes Aegypti memasukkan virus ini ketika menggigit manusia.

Gejala demam berdarah pada orang dewasa adalah demam disertai nyeri otot, sakit kepala, nyeri di belakang mata.

Demam Tifoid

Penyakit ini mempunyai beberapa gejal seperti sakit kepala, mual, demam, diare, dan kehilangan nafsu makan.

Sebenarnya, penyakit ini adalah infeksi usus halus. Penyebabnya adalah bakteri Salmonella dalam kotoran hewan yang mengontaminasi makanan dan air.

Asam Lambung

Masalah asam lambung umumnya dialami oleh orang dewasa dan orang lanjut usia yang menjadi korban banjir.

Biasanya, para korban banjir tidak mendapatkan asupan makanan yang sesuai gizi. Mereka juga tidak makan tepat waktu.

Flu dan Demam

Saat musim banjir tentunya membuat udara dingin. Selain itu, mereka yang menjadi korban banjir akan sering terkena air.

Flu dan demam menjadi salah satu penyakit yang bisa mengenai banyak orang pada musim hujan.

Baca juga: Jakarta Masih Berpotensi Hujan, Hati-hati Penyakit Leptospirosis Ya

Baca juga: Tips Sehat: Hadapi Suhu Panas, Ini Dia 6 Cara Menjaga Kondisi Tubuh

Bagikan:
1422 kali